INDRAMAYU — Musim kemarau yang melanda wilayah pantura Indramayu saat ini, telah menyebabkan sejumlah wilayah mengalami krisis air baik untuk kebutuhan sektor pertanian bahkan hingga kebutuhan air bersih. Perumdam Tirta Dharma Ayu Indramayu sebagai perusahaan milik daerah yang bertanggung jawab dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Indramayu.
Plt. Dirut Perumdam Tirta Dharma Ayu Indramayu, Jojo Sutarjo, ST didampingi Manager Humas Perumdam Tirta Dharma Ayu Indramayu (PDAM), Sutoni, SH, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu ( 6/8/2025) menjelaskan, dampak musim kemarau menyebabkan penurunan debit air baku hingga 25%. Hal ini disebabkan karena PDAM hanya mengandalkan sumber air dari Sungai Cimanuk dan dari sungai PJT 2 untuk di wilayah Indramayu bagia barat.
“Otomatis kalau kedua sungai itu kekeringan atau surut jelas sumber air baku kita mengalami penurunan”, ujar Jojo.
Meski demikian pihaknya menjamin distribusi kebutuhan dasar air bersih bagi masyarakat Indramayu masih tergolong aman.
“Memang kondisi tidak senormal seperti pada saat kondisi air baku cukup khususnya di musim penghujan namun pada prinsipnya semua pelayanan bagi konsumen standar tetap terlayani”, jelasnya.
Pemakaian pada jam-jam puncak seperti di pagi hari dan sore hari memang selalu menjadi kendala karena saat bersamaan semua orang membutuhkan air, sedangkan kemampuan distribusi pipa sangat terbatas. Saat ini PDAM Indramayu terhitung per 31 Juli 2025 sebanyak 157.340 sambungan rumah (SR) dengan Kapasitas Produksi 1.330 lt/dt. Yang tersebar disejumlah wilayah Kecamatan dan desa dilayani oleh 8 Cabang serta 6 kantor Unit Pelayanan dengan luas cakupan Pelayanan per 31 Desember 2024. Berdasarkan Evaluasi Kinerja Tahun 2024, secara Administrasi mencapai 23,35% dan Teknis 26,77%.
Dimusim kemarau memang sedikit berdampak terhadap pelayanan air bersih kepada konsumen, meski demikian pihaknya berjanji akan tetap memberikan pelayanan terbaik dan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi, pungkasnya. (Joe)
Editor: Abdul Gani

