INDRAMAYU — PERTANYAAN
Seorang streamer mendadak viral setelah kontennya yang menuding selebgram, istri pesepakbola Indonesia, berselingkuh, dan kini berujung pada laporan polisi. Saat melakukan siaran langsung, streamer menuduh selebgram selingkuh dan melakukan hubungan badan dengan mantan kekasihnya. Atas tuduhan tersebut, selebgram melaporkan perbuatan streamer atas dasar fitnah.
Lantas, apa sanksi menuduh orang selingkuh?
Atas segala respon baiknya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers dan paralegalnya semoga bertambah wawasannya dan ilmunya, agar bisa jadi contoh buat netizen yang membaca. Aamiin..
Wadi Rawedeng – Jambak. I
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【Hukum Pidana】
ᴾᵉʳᵇᵘᵃᵗᵃⁿ ᵐᵉⁿᵘᵈᵘʰ ᵒʳᵃⁿᵍ ˢᵉˡⁱⁿᵍᵏᵘʰ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵈⁱʲᵉʳᵃᵗ ᵖᵃˢᵃˡ ᵇᵉʳⁱᵏᵘᵗ:
- ᴾᵃˢᵃˡ ³¹¹ ᵃʸᵃᵗ (¹) ᴷᵁᴴᴾ ˡᵃᵐᵃ ᵃᵗᵃᵘ ᴾᵃˢᵃˡ ⁴³⁴ ᵃʸᵃᵗ (¹) ᵁᵁ ¹/²⁰²³ ᵗᵉⁿᵗᵃⁿᵍ ᶠⁱᵗⁿᵃʰ;
- ᴾᵃˢᵃˡ ³¹⁰ ᵃʸᵃᵗ (¹) ᴷᵁᴴᴾ ʲᵒ. ᴾᵘᵗᵘˢᵃⁿ ᴹᴷ ᴺᵒ. ⁷⁸/ᴾᵁᵁ-ˣˣᴵ/²⁰²³ ᵃᵗᵃᵘ ᴾᵃˢᵃˡ ⁴³³ ᵃʸᵃᵗ (¹) ᵁᵁ ¹/²⁰²³ ᵗᵉⁿᵗᵃⁿᵍ ᵖᵉⁿᶜᵉᵐᵃʳᵃⁿ ⁿᵃᵐᵃ ᵇᵃⁱᵏ ˢᵉᶜᵃʳᵃ ˡⁱˢᵃⁿ; ᵃᵗᵃᵘ
- ᴾᵃˢᵃˡ ²⁷ᴬ ʲᵒ. ᴾᵃˢᵃˡ ⁴⁵ ᵃʸᵃᵗ (⁴) ᵁᵁ ¹/²⁰²⁴ ʲᵒ. ᴾᵘᵗᵘˢᵃⁿ ᴹᴷ ᴺᵒ. ¹⁰⁵/ᴾᵁᵁ-ˣᴵᴵ/²⁰²⁴, ʲⁱᵏᵃ ᵖᵉⁿᶜᵉᵐᵃʳᵃⁿ ᵈⁱˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵈⁱ ᵐᵉᵈⁱᵃ ˢᵒˢⁱᵃˡ. ᴬᵖᵃ ˢᵃⁿᵏˢⁱ ʰᵘᵏᵘᵐⁿʸᵃ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Sanksi Pidana Fitnah
Sebelum menjawab pertanyaan Anda, perlu diketahui bahwa fitnah merupakan salah satu tindak pidana penghinaan. Dengan kata lain, f͟i͟t͟n͟a͟h͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ s͟a͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ j͟e͟n͟i͟s͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ p͟e͟n͟g͟h͟i͟n͟a͟a͟n͟ d͟i͟ a͟n͟t͟a͟r͟a͟ b͟e͟b͟e͟r͟a͟p͟a͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ p͟e͟n͟g͟h͟i͟n͟a͟a͟n͟ l͟͟͟͟a͟͟͟͟i͟͟͟͟n͟͟͟͟n͟͟͟͟y͟͟͟͟a͟͟͟͟.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), fitnah adalah p͟e͟r͟k͟a͟t͟a͟a͟n͟ b͟o͟h͟o͟n͟g͟ a͟t͟a͟u͟ t͟a͟n͟p͟a͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ k͟e͟b͟e͟n͟a͟r͟a͟n͟ y͟͟a͟͟n͟͟g͟͟ d͟i͟s͟e͟b͟a͟r͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟a͟k͟s͟u͟d͟ m͟e͟n͟j͟e͟l͟e͟k͟k͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟ (s͟e͟p͟e͟r͟t͟i͟ m͟e͟n͟o͟d͟a͟i͟ n͟a͟m͟a͟ b͟͟a͟͟i͟͟k͟͟, m͟e͟r͟u͟g͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟h͟o͟r͟m͟a͟t͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟).
Adapun sanksi pidana fitnah diatur dalam Pasal 311 ayat (1) KUHP lama yang masih berlaku pada saat artikel ini diterbitkan, atau Pasal 434 ayat (1) UU 1/2023 tentang KUHP baru yang mulai berlaku 3 tahun terhitung sejak tanggal diundangkan,[¹] yaitu tahun 2026, sebagai berikut:
Pasal 311 ayat (1) KUHP
- Jika yang melakukan kejahatan pencemaran atau pencemaran tertulis dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkan itu benar, tidak membuktikannya, dan tuduhan dilakukan bertentangan dengan apa yang diketahui, maka dia diancam melakukan fitnah dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.
Pasal 434 ayat (1) UU 1/2023
- Jika setiap orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 433 diberi kesempatan membuktikan kebenaran yang dituduhkan tidak dapat membuktikannya, dan tuduhan tersebut bertentangan dengan yang diketahuinya, dipidana karena fitnah, dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV, yaitu sebesar Rp200 juta.[²]
Menurut Adami Chazawi dalam bukunya Hukum Pidana Positif Penghinaan (hal. 102), k͟e͟j͟a͟h͟a͟t͟a͟n͟ f͟i͟t͟n͟a͟h͟ b͟u͟k͟a͟n͟l͟a͟h͟ k͟e͟j͟a͟h͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟d͟i͟r͟i͟ s͟e͟n͟d͟i͟r͟i͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟p͟a͟s͟ d͟a͟r͟i͟ k͟e͟j͟a͟h͟a͟t͟a͟n͟ p͟͟e͟͟n͟͟c͟͟e͟͟m͟͟a͟͟r͟͟a͟͟n͟͟. K͟e͟j͟a͟h͟a͟t͟a͟n͟ f͟i͟t͟n͟a͟h͟ s͟e͟n͟d͟i͟r͟i͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ b͟e͟n͟t͟u͟k͟ k͟h͟u͟s͟u͟s͟ p͟͟e͟͟n͟͟c͟͟e͟͟m͟͟a͟͟r͟͟a͟͟n͟͟. Hal ini karena dalam kejahatan fitnah sebagaimana diatur dalam Pasal 311 ayat (1) KUHP disyaratkan adanya pencemaran. Hal ini pun tercermin dalam unsur-unsur pasalnya yang meliputi:
- Semua unsur (objektif dan subjektif) dari:
a. pencemaran lisan
(Pasal 310 ayat (1)
KUHP); atau
b. pencemaran tertulis
(Pasal 310 ayat (2)
KUHP). - Si pembuat dibolehkan untuk membuktikan apa yang dituduhkannya itu benar.
- Tetapi, si pembuat tidak dapat membuktikan kebenaran tuduhannya.
- Apa yang menjadi isi tuduhannya adalah bertentangan dengan yang diketahuinya.
Oleh karena itu, menjawab pertanyaan Anda, untuk seseorang dianggap melakukan fitnah perlu diketahui dahulu apakah perselingkuhan atau perzinaan yang dilakukan oleh seseorang itu terbukti atau tidak. Dalam hal pelaku (dalam hal ini streamer) tidak dapat membuktikan apa yang ia cemarkan, maka pelaku dapat dikenakan Pasal 311 ayat (1) KUHP dengan sanksi maksimal 4 tahun penjara, atau Pasal 434 ayat (1) UU 1/2023 dengan sanksi maksimal 3 tahun penjara atau denda maksimal Rp200 juta.
Sanksi Pidana Pencemaran Nama Baik
Berkenaan dengan pencemaran nama baik, ketentuan pidananya dapat ditemukan pada Pasal 310 KUHP jo. Putusan MK No. 78/PUU-XXI/2023 dan Pasal 433 UU 1/2023 tentang KUHP baru, yang berbunyi:
Pasal 310 KUHP jo. Putusan MK No. 78/PUU-XXI/2023
- Barang siapa sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal dengan cara lisan, yang maksudnya terang supaya hal itu diketahui umum, diancam karena pencemaran dengan pidana penjara paling lama 9 bulan atau pidana denda paling banyak Rp4,5 juta.[³]
- Jika hal itu dilakukan dengan tulisan atau gambaran yang disiarkan, dipertunjukkan atau ditempelkan di muka umum, maka diancam karena pencemaran tertulis dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan atau pidana denda paling banyak Rp4,5 juta.[⁴]
- Tidak merupakan pencemaran atau pencemaran tertulis, jika perbuatan jelas dilakukan demi kepentingan umum atau karena terpaksa untuk membela diri.
Pasal 433 UU 1/2023
- Setiap orang yang dengan lisan menyerang kehormatan atau nama baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum, dipidana karena pencemaran, dengan pidana penjara paling lama 9 bulan atau pidana denda paling banyak kategori II, yaitu sebesar Rp10 juta.[⁵]
- Jika perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tulisan atau gambar yang disiarkan, dipertunjukkan, atau ditempelkan di tempat umum, dipidana karena pencemaran tertulis, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 6 bulan atau pidana denda paling banyak kategori III, yaitu sebesar Rp50 juta.[⁶]
- perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak dipidana jika dilakukan untuk kepentingan umum atau karena terpaksa membela diri.
Agar dapat dihukum menurut pasal pencemaran nama baik di atas, m͟a͟k͟a͟ p͟e͟n͟g͟h͟i͟n͟a͟a͟n͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟ m͟e͟n͟u͟d͟u͟h͟ s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟t͟e͟n͟t͟u͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟a͟k͟s͟u͟d͟ t͟u͟d͟u͟h͟a͟n͟ i͟t͟u͟ a͟k͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟i͟a͟r͟ (d͟i͟k͟e͟t͟a͟h͟u͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ b͟͟a͟͟n͟͟y͟͟a͟͟k͟͟). Perlu diingat bahwa p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ t͟i͟d͟a͟k͟ p͟e͟r͟l͟u͟ s͟u͟a͟t͟u͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟, d͟a͟p͟a͟t͟ j͟u͟g͟a͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ b͟i͟a͟s͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟a͟n͟g͟g͟a͟p͟ m͟͟e͟͟m͟͟a͟͟l͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟. Sebagai contoh, menuduh bahwa seseorang pada suatu waktu tertentu telah masuk melacur di rumah persundalan. Hal tersebut bukanlah perbuatan yang dapat dihukum, namun cukup memalukan bagi yang berkepentingan bila diumumkan.[⁷]
Sebagaimana dijelaskan dalam artikel Bunyi Pasal 310 KUHP Pasca Putusan MK No. 78/PUU-XXI/2023, secara singkat Pasal 310 ayat (1) KUHP memiliki unsur-unsur sebagai berikut:
- Barang siapa;
- dengan sengaja;
- menyerang kehormatan atau nama baik seseorang;
- dengan menuduhkan sesuatu hal;
- dengan cara lisan; dan
- yang maksudnya supaya hal itu diketahui umum.
Berdasarkan pertanyaan Anda, pencemaran dilakukan secara lisan melalui siaran langsung atau live streaming. Oleh karena itu, pelaku dapat dipidana berdasarkan Pasal 310 ayat (1) KUHP jo. Putusan MK No. 78/PUU-XXI/2023 dengan pidana penjara maksimal 9 bulan atau pidana denda maksimal Rp4,5 juta. Sedangkan dalam KUHP baru, pelaku dapat dipidana berdasarkan Pasal 433 ayat (1) UU 1/2023 dengan pidana penjara maksimal 9 bulan atau pidana denda maksimal Rp10 juta.
Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial
Selain dapat dijerat KUHP atau UU 1/2023, menurut hemat kami, j͟i͟k͟a͟ p͟e͟n͟c͟e͟m͟a͟r͟a͟n͟ n͟a͟m͟a͟ b͟a͟i͟k͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ m͟e͟l͟a͟l͟u͟i͟ s͟t͟r͟e͟a͟m͟i͟n͟g͟ p͟a͟d͟a͟ p͟l͟a͟t͟f͟o͟r͟m͟ s͟o͟s͟i͟a͟l͟ m͟͟e͟͟d͟͟i͟͟a͟͟, maka pelaku melanggar ketentuan Pasal 27A UU 1/2024 jo. Putusan MK No. 105/PUU-XXII/2024 yang menyatakan bahwa setiap orang dengan sengaja menyerang k͟e͟h͟o͟r͟m͟a͟t͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ n͟a͟m͟a͟ b͟a͟i͟k͟ o͟r͟a͟n͟g͟ l͟a͟i͟n͟ (kecuali lembaga pemerintah, sekelompok orang dengan identitas spesifik atau tertentu, institusi, korporasi, profesi atau jabatan), dengan cara m͟e͟n͟u͟d͟u͟h͟k͟a͟n͟ s͟u͟a͟t͟u͟ h͟a͟l͟ (suatu perbuatan yang merendahkan kehormatan atau nama baik seseorang), dengan maksud supaya hal tersebut diketahui umum dalam bentuk informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dilakukan melalui sistem elektronik.
Sanksi atas pelanggaran ketentuan di atas adalah pidana penjara maksimal 2 tahun dan/atau pidana denda maksimal Rp400 juta, sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (4) UU 1/2024 jo. Putusan MK No. 105/PUU-XXII/2024.
Sebagai informasi, terhadap keberadaan Pasal 311 KUHP/Pasal 434 UU 1/2023, Pasal 310 KUHP jo. Putusan MK No. 78/PUU-XXI/2023/Pasal 433 UU 1/2023, dan Pasal 27A jo. Pasal 45 ayat (4) UU 1/2024 jo. Putusan MK No. 105/PUU-XXII/2024, dapat diterapkan doktrin lex specialis derogat legi generali, yang artinya hukum khusus menyampingkan hukum umum.[⁸]
Dalam kasus hukum pidana, terdapat tindak pidana umum yang diatur dalam KUHP, dan tindak pidana khusus yang pengaturan hukumnya berada di luar KUHP. Menyambung kasus hukum yang Anda tanyakan, tindak pidana khusus contohnya pencemaran nama baik melalui media sosial diatur dalam UU ITE dan perubahannya.
P͟a͟d͟a͟ k͟a͟s͟u͟s͟ p͟e͟n͟c͟e͟m͟a͟r͟a͟n͟ n͟a͟m͟a͟ b͟a͟i͟k͟ m͟e͟l͟a͟l͟u͟i͟ m͟e͟d͟i͟a͟ s͟͟o͟͟s͟͟i͟͟a͟͟l͟͟, k͟e͟t͟e͟n͟t͟u͟a͟n͟ U͟U͟ I͟T͟E͟ d͟a͟n͟ p͟e͟r͟u͟b͟a͟h͟a͟n͟n͟y͟a͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ k͟a͟r͟a͟k͟t͟e͟r͟i͟s͟t͟i͟k͟ u͟n͟s͟u͟r͟ y͟a͟n͟g͟ l͟e͟b͟i͟h͟ s͟p͟e͟s͟i͟f͟i͟k͟ d͟i͟b͟a͟n͟d͟i͟n͟g͟k͟a͟n͟ K͟U͟H͟P͟ a͟t͟a͟u͟ U͟͟U͟͟ 1/2023. Walau demikian, dalam praktiknya penyidik dapat mengenakan pasal berlapis terhadap suatu tindak pidana yang memenuhi unsur-unsur pencemaran nama baik melalui media sosial sebagaimana diatur dalam KUHP dan UU 1/2023 serta UU ITE dan perubahannya. Artinya, j͟i͟k͟a͟ u͟n͟s͟u͟r͟-u͟n͟s͟u͟r͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟n͟y͟a͟ t͟͟e͟͟r͟͟p͟͟e͟͟n͟͟u͟͟h͟͟i͟͟, p͟e͟n͟y͟i͟d͟i͟k͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟g͟u͟n͟a͟k͟a͟n͟ p͟a͟s͟a͟l͟-p͟a͟s͟a͟l͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
- Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
- Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Menuduh Gadis Sudah Tidak Perawan, Fitnah atau Penghinaan? yang dibuat oleh Tri Jata Ayu Pramesti, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 27 Januari 2014. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Menuduh Orang Selingkuh, Apa Sanksinya? Pada tanggal 13 Agustus 2025. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 20 Agustus 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

