Oleh: Suhaeli Nawawi
Pendahuluan
INDRAMAYU — Kehidupan pada tingkat sel dimulai dari susunan molekul organik yang tersusun atas unsur-unsur kimia tertentu. Para ahli biologi molekuler menyebut enam unsur dasar yang menjadi pilar utama kehidupan dengan akronim CHNOPS (Carbon, Hydrogen, Nitrogen, Oxygen, Phosphorus, Sulfur). Uniknya, keenam unsur ini ditemukan berlimpah di kerak bumi, atmosfer, dan lautan—seakan telah “disiapkan” bagi terbentuknya kehidupan. Pertanyaan besar kemudian muncul: bagaimana unsur anorganik (mati) dapat membentuk sistem organik (hidup)?
Al-Qur’an sejak 14 abad lalu menyinggung asal-usul kehidupan yang bermula dari tanah (turāb), air (mā’), dan saripati tanah (sulālah). Hal ini tampak relevan jika dikaitkan dengan temuan ilmiah modern yang menegaskan bahwa unsur CHNOPS memang berasal dari materi bumi dan kosmos, lalu berikatan secara kimiawi hingga melahirkan biomolekul dasar.
Unsur CHNOPS dalam Perspektif Al-Qur’an
Al-Qur’an memberikan beberapa petunjuk mengenai asal kehidupan:
1.Air sebagai asal kehidupan:
“Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu yang hidup…” (QS Al-Anbiya [21]: 30).
Air (H₂O) berfungsi sebagai medium reaksi kimia dan pelarut universal. Unsur H (hidrogen) dan O (oksigen) yang ada di dalamnya termasuk bagian dari CHNOPS, menjadikannya sangat fundamental bagi biokimia kehidupan.
2.Tanah dan saripatinya:
“Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.” (QS Ar-Rahman [55]: 14).
“Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina.” (QS As-Sajdah [32]: 8).
Tanah mengandung C, N, P, S, serta berbagai mineral yang mendukung pembentukan molekul organik. Saripati tanah ini bisa ditafsirkan sebagai unsur kimia esensial yang diambil dan diproses hingga membentuk unit kehidupan.
3.Penciptaan manusia dari tanah dan transformasi kehidupan:
“Dia yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian dari setetes mani…” (QS Al-Mu’minun [23]: 12–14).
Ayat ini menunjukkan transformasi dari materi mati (tanah/unsur kimia) menuju struktur hidup (zigot/sel).
Pandangan Ilmu Modern
Biologi molekuler modern mengonfirmasi bahwa CHNOPS adalah elemen utama penyusun biomolekul:
Karbon (C) → menjadi tulang punggung struktur organik karena memiliki kemampuan membentuk empat ikatan kovalen stabil.
Hidrogen (H) & Oksigen (O) → hadir dalam air, karbohidrat, lipid, dan protein, berperan dalam transfer energi dan metabolisme.
Nitrogen (N) → komponen utama asam amino dan nukleotida (DNA/RNA).
Fosfor (P) → inti dari ATP (molekul energi) dan DNA/RNA.
Sulfur (S) → membentuk ikatan disulfida penting untuk struktur protein.
Beberapa penelitian modern menegaskan keterkaitan CHNOPS dengan asal-usul kehidupan:
Harold J. Morowitz (1968) dalam Energy Flow in Biology menyatakan bahwa kehidupan muncul dari pengorganisasian unsur kimia sederhana yang mengikuti hukum termodinamika.
Jack Szostak (2012), pemenang Nobel, meneliti pembentukan protocell berbasis lipid dan RNA dari bahan kimia sederhana, menunjukkan bahwa molekul dasar dapat merakit diri dalam kondisi awal bumi.
NASA’s Astrobiology Institute (2020) menekankan bahwa pencarian kehidupan di luar bumi berfokus pada jejak CHNOPS karena unsur ini adalah bio-essential elements.
Integrasi Ayat dan Ilmu
Jika ayat-ayat Al-Qur’an dipadukan dengan temuan modern, tampak adanya titik temu epistemologis:
Al-Qur’an menyebut air, tanah, dan saripatinya sebagai asal kehidupan → sains modern menunjukkan CHNOPS berasal dari bumi dan air.
Al-Qur’an menekankan adanya transformasi dari tanah mati menjadi manusia hidup → sains modern menjelaskan bahwa molekul CHNOPS terorganisir menjadi DNA, protein, dan membran sel sebagai building blocks kehidupan.
Gaya fundamental (elektromagnetik, gravitasi, nuklir kuat, nuklir lemah) mengatur interaksi atom, tetapi jumlah proton dan konfigurasi elektron unsur CHNOPS yang membuatnya tepat untuk membangun kehidupan.
Kesimpulan
CHNOPS menjadi bukti ilmiah bahwa kehidupan bukanlah kebetulan, melainkan muncul dari keteraturan hukum alam yang telah ditetapkan. Al-Qur’an mengisyaratkan hal ini dengan menyebut tanah, air, dan saripati sebagai bahan penciptaan kehidupan. Maka, dalam pandangan interdisipliner, CHNOPS dapat dipahami sebagai jembatan antara entitas mati (atom) dengan entitas hidup (sel), sekaligus sebagai tanda-tanda kebesaran Allah bagi manusia yang mau berpikir.
Akhir kalam, والله اعلم بالصواب
