INDRAMAYU — Ketika memilih tempat tinggal, keamanan lingkungan adalah salah satu faktor krusial yang tidak boleh diabaikan. Keamanan merupakan kebutuhan dasar manusia yang mendukung kualitas hidup dan kedamaian bagi keluarga. pentingnya mempertimbangkan faktor keamanan lingkungan dalam memilih tempat tinggal untuk keluarga dan individu.
Atas dasar itu, Kuwu (Lurah) Desa Tegalurung, Abdullah, menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan keamanan lingkungan/desa sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kondusivitas lingkungan. Kegiatan sosialisasi tersebut melibatkan dari unsur Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh masyarakat dan pemuda, bertempat di Kantor Kuwu Desa Tegalurung Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu, Kamis (10/07/2025).
Kuwu Abdullah menjelaskan, keamanan lingkungan adalah prioritas utama, terutama bagi keluarga. Memilih tempat tinggal yang aman memberikan perlindungan dan kesejahteraan kepada anggota keluarganya. Disamping itu, kondisi lingkungan yang aman, anggota keluarga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan rasa aman dan bebas dari kekhawatiran yang berlebihan.
“Pentingnya keamanan lingkungan/desa merupakan pilihan dalam memilih tempat tinggal yang aman,” kata Abdullah.
Dikatakannya, memilih tempat tinggal di lingkungan yang aman dapat membantu mengurangi risiko terjadinya tindak kriminalitas seperti pencurian, perampokan, atau vandalisme. Desa/lingkunga dengan tingkat keamanan yang baik memerlukan kesadaran dari semua elemen masyaraka desa Tegalurung untuk melakukan siskamling yang aktif dan sistem patroli di lingkungannya masing-masing, hal itu dapat memberikan rasa aman kepada warganya, pinta Kuwu Aab panggilan sehari-harinya.
Lingkungan yang aman lanjut Abdullah, dapat memberikan pengaruh positif terhadap kesehatan mental. Tinggal di tempat yang aman dan damai mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan kesejahteraan emosional, dan membantu dalam menjalani kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang. Keamanan lingkungan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup. Ketika warganya merasa aman di lingkungannya, mereka cenderung lebih bahagia, produktif, dan berkontribusi secara positif pada komunitas sekitarnya.
Kuwu Abdullah mengurai materi yang disampaikan diantaranya, taknik dasar pengamanan lingkungan, pencegahan tindakan kriminal, penanganan konflik sosial, serta simulasi patroli/ronda malam. Disamping itu para peserta juga diajarkan cara koordinasi dengan pihak berwajib (Polisi-red) jika terjadi kejadian, melihat gerak-gerik orang yang mencurigakan atau melihat orang mengganggu ketertiban umum.
“Melalui sosialisasi keamanan lingkungan dan pelatihan ini, diharapkan semua elemen masyarakat desa Tegalurung merasa memiliki dan tanggung jawab bersama tentang keamanan lingkungan. Kami ingin membangun sinergi antara masyarakat dan aparatur TNI-POLRI, agar tercipta lingkungan yang aman dan tertib”, pungkasnya.
Ditempat yang sama Bhabinkamtibmas Desa Tegalurung, Ahmad Rifai menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung tugas-tugas keamanan lingkungan yang dilakukan oleh aparat keamanan.
“Menjaga keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab Polisi, akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat desa Tegalurung, ucapnya.
“Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, pemdes Tegalurung menunjukan komitmennya dalam menciptakan Desa yang aman dan nyaman melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, harapnya.
Sementara, Babinsa Koramil 1601, Kamsori menjelaskan, kami dari Koramil 1601/Indramayu terus berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan kondusivitas khususnya di wilayah desa binaan. Dengan di gelarnya sosialisasi dan pelatihan keamanan, kami berharap seluruh elemen masyarak menyadari pentingnya keamanan di lingkungannya masing-masing.
Terutama perangkat pamong desa dan warga dapat memahami pentingnya deteksi dini, cegah dini serta peran aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Dengan sinergi antara TNI, POLRI, Aparat Desa, dan warga kita bisa mewujudkan desa yang aman, tentram dan tangguh terhadap segala potensi gangguan”, ungkapnya. (Maulana)

