INDRAMAYU — PERTANYAAN
Anak saya usia 17 tahun terjerat pinjaman pribadi (semacam rentenir) karena kecanduan judi online. Saya baca-baca di internet, kalau perjanjian utang piutang dilakukan oleh anak di bawah umur dapat dibatalkan. Lalu, apa konsekuensinya jika perjanjian itu dibatalkan oleh pengadilan? Apakah utang anak saya jadi hangus atau harus dibayar tapi minus bunga? Atas penjelasannya diucapkan terimakasih dan untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga bertambah istri-istrinya. Aamiin..
Carsono – Tempel, Lelea
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
[Hukum Perdata]
ᴷᵉᵃᵇˢᵃʰᵃⁿ ˢᵘᵃᵗᵘ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ᵘᵗᵃⁿᵍ ᵖⁱᵘᵗᵃⁿᵍ ᵈⁱᵗᵉⁿᵗᵘᵏᵃⁿ ᵒˡᵉʰ ˢʸᵃʳᵃᵗ ˢᵃʰ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ʸᵃⁿᵍ ᵗᵉˡᵃʰ ᵈⁱᵗᵉⁿᵗᵘᵏᵃⁿ ᵈᵃˡᵃᵐ ᴾᵃˢᵃˡ ¹³²⁰ ᴷᵁᴴᴾ ᴾᵉʳᵈᵃᵗᵃ. ᴷᵉᶜᵃᵏᵃᵖᵃⁿ ᵘⁿᵗᵘᵏ ᵐᵉˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵖᵉʳᵇᵘᵃᵗᵃⁿ ʰᵘᵏᵘᵐ ᵐᵉʳᵘᵖᵃᵏᵃⁿ ˢᵃˡᵃʰ ˢᵃᵗᵘ ˢʸᵃʳᵃᵗ ˢᵘᵇʲᵉᵏᵗⁱᶠ ʸᵃⁿᵍ ʰᵃʳᵘˢ ᵈⁱᵖᵉⁿᵘʰⁱ. ᴶⁱᵏᵃ ᵗⁱᵈᵃᵏ ᵗᵉʳᵖᵉⁿᵘʰⁱ, ᵐᵃᵏᵃ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵈⁱᵐⁱⁿᵗᵃᵏᵃⁿ ᵖᵉᵐᵇᵃᵗᵃˡᵃⁿⁿʸᵃ.
ᴸᵃⁿᵗᵃˢ, ᵃᵖᵃ ᵃᵏⁱᵇᵃᵗ ʰᵘᵏᵘᵐⁿʸᵃ ʲⁱᵏᵃ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ᵘᵗᵃⁿᵍ ᵖⁱᵘᵗᵃⁿᵍ ᵈⁱᵇᵃᵗᵃˡᵏᵃⁿ ᵒˡᵉʰ ᵖᵉⁿᵍᵃᵈⁱˡᵃⁿ? ᴬᵖᵃᵏᵃʰ ᵘᵗᵃⁿᵍ ᵖⁱᵘᵗᵃⁿᵍ ᵒᵗᵒᵐᵃᵗⁱˢ ᵐᵉⁿʲᵃᵈⁱ ʰᵃⁿᵍᵘˢ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Syarat Sah Perjanjian
Di dalam Pasal 1313 KUH Perdata, p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ d͟i͟a͟r͟t͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ s͟u͟a͟t͟u͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ d͟i͟ m͟a͟n͟a͟ s͟a͟t͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟ a͟t͟a͟u͟ l͟e͟b͟i͟h͟ m͟e͟n͟g͟i͟k͟a͟t͟k͟a͟n͟ d͟i͟r͟i͟n͟y͟a͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ s͟a͟t͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟ a͟t͟a͟u͟ l͟͟e͟͟b͟͟i͟͟h͟͟.
Menurut Subekti, perjanjian adalah suatu peristiwa dimana seseorang berjanji kepada orang lain atau dimana dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan suatu hal. Dari peristiwa tersebut maka timbullah suatu hubungan antara dua orang tersebut yang dinamakan perikatan.[¹]
P͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ a͟n͟t͟a͟r͟a͟ d͟u͟a͟ p͟i͟h͟a͟k͟ m͟e͟n͟g͟h͟a͟s͟i͟l͟k͟a͟n͟ h͟a͟k͟ d͟a͟n͟ k͟e͟w͟a͟j͟i͟b͟a͟n͟ b͟a͟g͟i͟ s͟e͟t͟i͟a͟p͟ p͟i͟h͟a͟k͟ a͟t͟a͟u͟ i͟͟n͟͟d͟͟i͟͟v͟͟i͟͟d͟͟u͟͟. A͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ s͟a͟l͟a͟h͟ s͟a͟t͟u͟ p͟i͟h͟a͟k͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ k͟e͟w͟a͟j͟i͟b͟a͟n͟n͟y͟a͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ s͟͟u͟͟k͟͟a͟͟r͟͟e͟͟l͟͟a͟͟, p͟i͟h͟a͟k͟ l͟a͟i͟n͟ a͟t͟a͟u͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟r͟a͟s͟a͟ d͟i͟r͟u͟g͟i͟k͟a͟n͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟u͟n͟t͟u͟t͟n͟y͟a͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ h͟͟u͟͟k͟͟u͟͟m͟͟.[²]
Tujuan dari perjanjian adalah untuk melahirkan perikatan hukum dengan memenuhi syarat-syarat sah perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata yang terdiri atas syarat subjektif dan objektif. Berikut uraiannya:
- Syarat subjektif
- kesepakatan mereka yang mengikatkan dirinya; dan
- kecakapan dalam membuat suatu perjanjian.
- Syarat objektif
- terdapat suatu pokok persoalan tertentu; dan
- suatu sebab yang tidak terlarang.
Selain syarat sah perjanjian, dalam sebuah perjanjian terdapat juga unsur-unsur perjanjian yang harus dipenuhi yaitu:[³]
a. Unsur essensialia
yaitu sesuatu yang
harus ada dan
merupakan hal
pokok dan harus
dicantumkan dalam
suatu perjanjian.
b. Unsur naturalia
adalah ketentuan
hukum umum, suatu
syarat yang biasanya
dicantumkan dalam
suatu perjanjian.
c. Unsur aksidentalia
adalah berbagai hal
khusus yang
dinyatakan dalam
perjanjian yang
disetujui oleh para
pihak dan
merupakan unsur
pelengkap dalam
sebuah perjanjian.
Kemudian, Pasal 1338 KUH Perdata menerangkan bahwa p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ d͟i͟b͟u͟a͟t͟ s͟e͟s͟u͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ u͟n͟d͟a͟n͟g͟-u͟n͟d͟a͟n͟g͟ b͟a͟g͟i͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟l͟i͟b͟a͟t͟ d͟a͟l͟a͟m͟ k͟͟e͟͟s͟͟e͟͟p͟͟a͟͟k͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟.
Dengan demikian, p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ s͟y͟a͟r͟a͟t͟ s͟a͟h͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟i͟s͟a͟ d͟i͟b͟a͟t͟a͟l͟k͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ s͟e͟p͟i͟h͟a͟k͟ d͟a͟n͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟i͟s͟e͟p͟a͟k͟a͟t͟i͟ o͟l͟e͟h͟ k͟e͟d͟u͟a͟ b͟e͟l͟a͟h͟ p͟͟i͟͟h͟͟a͟͟k͟͟. Adapun pembatalan secara sepihak hanya dimungkinkan jika ada alasan yang cukup berdasarkan undang-undang.
Jika Perjanjian Dibuat oleh Orang yang Tidak Cakap
Untuk menjawab pertanyaan Anda, kami terlebih dahulu akan menerangkan mengenai perjanjian utang piutang. Pasal 1754 KUH Perdata menjelaskan utang piutang sebagai berikut:
- Pinjam pakai habis adalah suatu perjanjian, yang menentukan pihak pertama menyerahkan sejumlah barang yang dapat habis terpakai kepada pihak kedua dengan syarat bahwa pihak kedua akan mengembalikan barang sejenis kepada pihak pertama dalam jumlah dan keadaan yang sama.
Oleh karena utang piutang termasuk perjanjian, maka untuk membuat suatu perjanjian utang piutang juga harus berlandaskan Pasal 1329 KUH Perdata yang menerangkan bahwa setiap orang berwenang membuat perikatan, kecuali jika ia dinyatakan tidak cakap untuk hal itu.
Kecakapan menurut Subekti adalah m͟e͟n͟g͟e͟r͟t͟i͟ a͟k͟a͟n͟ s͟e͟s͟u͟a͟t͟u͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ s͟e͟r͟t͟a͟ m͟e͟n͟g͟e͟t͟a͟h͟u͟i͟ d͟a͟m͟p͟a͟k͟ d͟a͟r͟i͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟n͟y͟a͟. Dengan kata lain, sudah dapat mengendalikan apa yang diperbuatnya serta mampu mempertanggungjawabkannya.[⁴]
Terkait dengan batas usia kecakapan, merujuk Pasal 1330 KUH Perdata s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ d͟i͟n͟i͟l͟a͟i͟ c͟a͟k͟a͟p͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ k͟e͟t͟i͟k͟a͟ t͟e͟l͟a͟h͟ “d͟͟͟e͟͟͟w͟͟͟a͟͟͟s͟͟͟a͟͟͟”. A͟d͟a͟p͟u͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟m͟a͟k͟s͟u͟d͟ m͟͟a͟͟k͟͟s͟͟u͟͟d͟͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ d͟e͟w͟a͟s͟a͟ y͟a͟i͟t͟u͟ t͟e͟l͟a͟h͟ b͟e͟r͟u͟s͟i͟a͟ 21 t͟a͟h͟u͟n͟ d͟͟a͟͟n͟͟/a͟t͟a͟u͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟n͟i͟k͟a͟h͟ w͟a͟l͟a͟u͟p͟u͟n͟ b͟e͟l͟u͟m͟ m͟e͟n͟c͟a͟p͟a͟i͟ u͟s͟i͟a͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟.[⁵]
Adapun menurut Pasal 39 ayat (1) UU 2/2014, syarat cakap seseorang untuk menjadi penghadap di hadapan notaris (misalnya membuat perjanjian) adalah paling rendah 18 tahun atau telah menikah dan cakap melakukan perbuatan hukum.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka anak Anda y͟a͟n͟g͟ m͟a͟s͟i͟h͟ b͟e͟r͟u͟s͟i͟a͟ 17 t͟a͟h͟u͟n͟ b͟e͟l͟u͟m͟ d͟i͟k͟a͟t͟e͟g͟o͟r͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ c͟a͟k͟a͟p͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ p͟͟e͟͟r͟͟j͟͟a͟͟n͟͟j͟͟i͟͟a͟͟n͟͟. Akibat hukum dari p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟b͟u͟a͟t͟ o͟l͟e͟h͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ t͟i͟d͟a͟k͟ c͟a͟k͟a͟p͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟͟i͟͟b͟͟a͟͟t͟͟a͟͟l͟͟k͟͟a͟͟n͟͟. Hal ini diatur di dalam Pasal 1331 KUH Perdata yang berbunyi:
- Oleh karena itu, orang-orang yang dalam pasal yang lalu dinyatakan tidak cakap untuk membuat persetujuan, b͟o͟l͟e͟h͟ m͟e͟n͟u͟n͟t͟u͟t͟ p͟e͟m͟b͟a͟t͟a͟l͟a͟n͟ p͟e͟r͟i͟k͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟r͟e͟k͟a͟ b͟u͟a͟t͟ d͟a͟l͟a͟m͟ h͟a͟l͟ k͟u͟a͟s͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ i͟t͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟ d͟i͟k͟e͟c͟u͟a͟l͟i͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ u͟͟n͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟-u͟͟n͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟. Orang-orang yang cakap untuk mengikatkan diri, sama sekali tidak dapat mengemukakan sangkalan atas dasar ketidakcakapan seorang anak-anak yang belum dewasa, orang-orang yang ditaruh di bawah pengampuan dan perempuan-perempuan yang bersuami.
Dalam pasal tersebut diterangkan bahwa semua pihak yang tergolong tidak cakap sebagaimana diatur dalam Pasal 1330 KUH Perdata diberi hak untuk membatalkan perjanjian.
Jadi, apabila syarat sah suatu perjanjian tidak terpenuhi karena salah satu pihak di bawah umur, sementara kecakapan merupakan syarat subjektif suatu perjanjian, maka p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟m͟i͟n͟t͟a͟k͟a͟n͟ p͟͟e͟͟m͟͟b͟͟a͟͟t͟͟a͟͟l͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟. Namun, j͟i͟k͟a͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ i͟t͟u͟ t͟i͟d͟a͟k͟ d͟i͟m͟i͟n͟t͟a͟k͟a͟n͟ p͟͟e͟͟m͟͟b͟͟a͟͟t͟͟a͟͟l͟͟a͟͟n͟͟, m͟a͟k͟a͟ a͟k͟a͟n͟ t͟e͟t͟a͟p͟ m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟i͟͟k͟͟a͟͟t͟͟.
Akibat Hukum Perjanjian Utang Piutang Dibatalkan Pengadilan
Lantas, apa akibat hukumnya jika perjanjian utang piutang tersebut telah dibatalkan oleh pengadilan? Hal tersebut diatur dalam Pasal 1451 KUH Perdata yang berbunyi:
- Pernyataan batalnya perikatan-perikatan berdasarkan ketidakcakapan orang-orang tersebut dalam Pasal 1330, m͟e͟n͟g͟i͟k͟a͟t͟k͟a͟n͟ p͟u͟l͟i͟h͟n͟y͟a͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟-b͟a͟r͟a͟n͟g͟ d͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟s͟a͟n͟g͟k͟u͟t͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ s͟e͟p͟e͟r͟t͟i͟ s͟e͟b͟e͟l͟u͟m͟ p͟e͟r͟i͟k͟a͟t͟a͟n͟ d͟͟͟͟i͟͟͟͟b͟͟͟͟u͟͟͟͟a͟͟͟͟t͟͟͟͟, dengan pengertian bahwa segala sesuatu yang telah diberikan atau dibayar kepada orang tak berwenang, akibat perikatan itu, hanya dapat dituntut kembali bila barang yang bersangkutan masih berada di tangan orang tak berwenang tadi, atau bila ternyata bahwa orang ini telah mendapatkan keuntungan dan apa yang telah diberikan atau dibayar itu atau bila yang dinikmati telah dipakai bagi kepentingannya.
Dapat disimpulkan bahwa akibat dari adanya pembatalan suatu perjanjian yang diuraikan Pasal 1451 KUH Perdata di atas yaitu keadaan barang maupun orang yang dirugikan dikembalikan seperti posisi semula sebagaimana halnya sebelum terjadi perjanjian (tidak pernah terjadi apapun).[⁶]
Permintaan pembatalan perjanjian tersebut juga berakibat pada p͟e͟n͟u͟n͟t͟u͟t͟a͟n͟ p͟e͟m͟u͟l͟i͟h͟a͟n͟ b͟a͟h͟k͟a͟n͟ h͟a͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟i͟n͟t͟a͟ g͟͟a͟͟n͟͟t͟͟i͟͟ k͟e͟r͟u͟g͟i͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟r͟a͟s͟a͟ d͟͟i͟͟r͟͟u͟͟g͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟. Sedangkan pihak lainnya yang sudah menerima prestasi dari pihak lawannya, wajib mengembalikan seluruh prestasi tersebut.
Apabila salah satu pihak tidak dapat mengembalikan dalam keadaan semula, d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟t͟e͟r͟u͟s͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ g͟͟u͟͟g͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟. Gugatan diajukan untuk melaksanakan tujuan pembatalan perjanjian yang telah dimintakan sebelumnya, yaitu mengembalikan situasi dan kondisi seperti semula layaknya sebelum perjanjian terjadi.[⁷]
Dengan demikian, menjawab pertanyaan Anda apakah perjanjian utang piutang menjadi hangus jika perjanjian tersebut dibatalkan oleh pengadilan? Jawabannya tidak. S͟e͟b͟a͟b͟ p͟a͟r͟a͟ p͟i͟h͟a͟k͟ w͟a͟j͟i͟b͟ m͟e͟n͟g͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟k͟a͟n͟ s͟i͟t͟u͟a͟s͟i͟ d͟a͟n͟ k͟o͟n͟d͟i͟s͟i͟ s͟e͟p͟e͟r͟t͟i͟ s͟e͟m͟u͟l͟a͟ l͟a͟y͟a͟k͟n͟y͟a͟ s͟e͟b͟e͟l͟u͟m͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ t͟͟e͟͟r͟͟j͟͟a͟͟d͟͟i͟͟. S͟͟e͟͟d͟͟a͟͟n͟͟g͟͟k͟͟a͟͟n͟͟ p͟i͟h͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ s͟u͟d͟a͟h͟ t͟e͟r͟l͟a͟n͟j͟u͟r͟ m͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ p͟͟r͟͟e͟͟s͟͟t͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, w͟a͟j͟i͟b͟ m͟e͟n͟g͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟l͟u͟r͟u͟h͟ p͟r͟e͟s͟t͟a͟s͟i͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;
- Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris;
- Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.
Artikel ini dibuat oleh Michael Agustin. SH, dipublikasikan “..Hukumonline.com..” dengan judul Perjanjian Dibatalkan Pengadilan, Utang Otomatis Hangus? pada tanggal 01 November 2024. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 26 Juni 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

