INDRAMAYU – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, sejumlah pedagang hewan kurban di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mengaku mengalami penurunan minat beli dari masyarakat. Salah satu faktor yang diduga penyebabnya adalah efisiensi.
Samsul Rizal (64), pedagang hewan kurban asal Desa Dermayu Blok Centeng, Kecamatan Sindang, menyampaikan bahwa penjualan kambing tahun ini jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
“Untuk bulan ini saja, penjualan kambing baru mencapai 10 ekor, berbanding terbalik dengan tahun sebelumnya, kisaran di angka 30 ekor. Mungkin penyebabnya karena efesiensi,” ujar Rizal saat ditemui pada Minggu, 25 Mei 2025.
Meski jumlah stok hewan kurban yang ia sediakan tidak berbeda dari tahun sebelumnya, Rizal menyebut pendapatannya mengalami penurunan signifikan. Biaya operasional dan pakan kambing dinilainya tidak sebanding dengan pendapatan yang diperoleh.
“Pembeli hewan kurban berkurang drastis. Mungkin salah satu penyebabnya adalah efesiensi. Masih dapat untung tapi minim sekali,” tambahnya.
Harga kambing yang dijual Rizal berkisar antara Rp3 juta hingga Rp5 juta, terdiri dari jenis kambing lokal dan kambing Garut. Namun, harga tersebut tampaknya belum cukup menarik minat masyarakat di tengah berbagai pertimbangan ekonomi.
Meskipun kondisi pasar tahun ini cukup memprihatinkan, Rizal tetap semangat menjalani usahanya sebagai penjual hewan kurban.
“Yang namanya orang berjualan hewan kurban pasti ada pasang surutnya. Akan tetapi imbas dari efesiensi tersebut, masyarakat kemungkinan berpikir ulang untuk membeli hewan kurban,” tuturnya.
Fenomena penurunan daya beli ini menjadi catatan tersendiri bagi para pedagang hewan kurban di Indramayu, yang berharap kondisi pasar bisa membaik seiring mendekatnya hari raya.(Taryam)

