INDRAMAYU — PERTANYAAN:
Apa yang dimaksud fidusia merupakan perjanjian ikutan? Objek barang yang dijaminkan masih ada pada penguasaan debitur? Misalkan mobil.
Terus bagaimana kalau dari pihak debitur cedera/inkar janji? Apakah kendaraan tersebut dieksekusi atau dengan lelang?
Atas jawabannya diucapkan terimakasih dan semoga ubklawyers beserta Paralegalnya selalu diberikan kesuksesan. Aamiin..
Tirmo Hardi Wijaya – Tambi
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
ᴹᵃᵏˢᵘᵈ ᵈᵃʳⁱ ʲᵃᵐⁱⁿᵃⁿ ᶠⁱᵈᵘˢⁱᵃ ᵐᵉʳᵘᵖᵃᵏᵃⁿ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ⁱᵏᵘᵗᵃⁿ, ᵃᵈᵃˡᵃʰ ᵃᵈᵃ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ᵖᵒᵏᵒᵏ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵉⁿʲᵃᵈⁱ ⁱⁿᵈᵘᵏ ᵈᵃʳⁱ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ʲᵃᵐⁱⁿᵃⁿ ᶠⁱᵈᵘˢⁱᵃ. ˢᵉᵇᵃᵍᵃⁱ ᶜᵒⁿᵗᵒʰ, ʲⁱᵏᵃ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ᵖᵒᵏᵒᵏⁿʸᵃ ᵃᵈᵃˡᵃʰ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ᵘᵗᵃⁿᵍ ᵖⁱᵘᵗᵃⁿᵍ, ᵐᵃᵏᵃ ʲᵃᵐⁱⁿᵃⁿ ᶠⁱᵈᵘˢⁱᵃ ᵇⁱˢᵃ ᵐᵉⁿʲᵃᵈⁱ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ⁱᵏᵘᵗᵃⁿ ᵈᵃʳⁱ ᵖᵉʳʲᵃⁿʲⁱᵃⁿ ᵘᵗᵃⁿᵍ-ᵖⁱᵘᵗᵃⁿᵍ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ.
ᴶⁱᵏᵃ ᵇᵉⁿᵈᵃ ᵐⁱˡⁱᵏ ᵈᵉᵇⁱᵗᵘʳ (ˢᵉᵐⁱˢᵃˡ ᵐᵒᵇⁱˡ) ᵈⁱʲᵃᵐⁱⁿᵏᵃⁿ ᶠⁱᵈᵘˢⁱᵃ, ᵇᵉⁿᵈᵃ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ᵐᵉᵐᵃⁿᵍ ᵗᵉʳˢᵉᵇᵘᵗ ᵐᵉᵐᵃⁿᵍp ᵗᵉᵗᵃᵖ ᵃᵈᵃ ᵖᵃᵈᵃ ᵖᵉⁿᵍᵘᵃˢᵃᵃⁿ ᵈᵉᵇⁱᵗᵘʳ. ᴬᵖᵃᵇⁱˡᵃ ᵈᵉᵇⁱᵗᵘʳ ᵃᵗᵃᵘ ᵖᵉᵐᵇᵉʳⁱ ᶠⁱᵈᵘˢⁱᵃ, ˢᵉᵗᵉˡᵃʰ ᵈⁱˢᵉᵖᵃᵏᵃᵗⁱ ᵖᵃʳᵃ ᵖⁱʰᵃᵏ, ᵈⁱⁿⁱˡᵃⁱ ᶜᵉᵈᵉʳᵃ/ⁱⁿᵏᵃʳ ʲᵃⁿʲⁱ (ʷᵃⁿᵖʳᵉˢᵗᵃˢⁱ), ᵐᵃᵏᵃ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵈⁱˡᵃᵏᵘᵏᵃⁿ ᵉᵏˢᵉᵏᵘˢⁱ. ˢᵃˡᵃʰ ˢᵃᵗᵘ ᶜᵃʳᵃⁿʸᵃ ᵃᵈᵃˡᵃʰ ᵐᵉⁿʲᵘᵃˡ ᵇᵃʳᵃⁿᵍ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵉⁿʲᵃᵈⁱ ᵒᵇʲᵉᵏ ʲᵃᵐⁱⁿᵃⁿ ᶠⁱᵈᵘˢⁱᵃ ᵐᵉˡᵃˡᵘⁱ ᵖᵉˡᵉˡᵃⁿᵍᵃⁿ ᵘᵐᵘᵐ.
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Jaminan Fidusia merupakan Perjanjian Ikutan
Menurut Pasal 1 angka 2 U͟n͟d͟a͟n͟g͟-U͟n͟d͟a͟n͟g͟ N͟͟o͟͟m͟͟o͟͟r͟͟ 42 T͟a͟h͟u͟n͟ 1999 t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟ J͟a͟m͟i͟n͟a͟n͟ F͟i͟d͟u͟s͟i͟a͟ (“UU 42/1999”), jaminan fidusia adalah hak jaminan atas benda bergerak baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud dan benda tidak bergerak khususnya bangunan yang tidak dapat dibebani hak tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan atas Tanah beserta Benda-benda yang Berkaitan dengan Tanah yang tetap berada dalam penguasaan pemberi fidusia, sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukan yang diutamakan kepada penerima fidusia terhadap kreditur lainnya.
Disebutkan dalam Pasal 4 UU 42/1999 bahwa jaminan fidusia merupakan perjanjian ikutan dari suatu perjanjian pokok yang menimbulkan kewajiban bagi para pihak untuk memenuhi suatu prestasi. Yang dimaksud dengan “prestasi” dalam ketentuan ini adalah memberikan sesuatu, berbuat sesuatu, atau tidak berbuat sesuatu, yang dapat dinilai dengan uang.[¹]
K͟a͟r͟e͟n͟a͟ j͟a͟m͟i͟n͟a͟n͟ f͟i͟d͟u͟s͟i͟a͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ i͟͟k͟͟u͟͟t͟͟a͟͟n͟͟, b͟e͟r͟a͟r͟t͟i͟ a͟d͟a͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ p͟o͟k͟o͟k͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ i͟n͟d͟u͟k͟ d͟a͟r͟i͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ j͟a͟m͟i͟n͟a͟n͟ f͟͟i͟͟d͟͟u͟͟s͟͟i͟͟a͟͟. Sebagai contoh, jika perjanjian pokoknya adalah perjanjian utang piutang, maka jaminan fidusia bisa menjadi perjanjian ikutan dari perjanjian utang piutang tersebut.
Maka menurut hemat kami, perjanjian jaminan fidusia tersebut tidak dapat lahir tanpa perjanjian induknya. Berdasarkan pengertian jaminan fidusia pada Pasal 1 angka 2 UU 42/1999 pun, jaminan fidusia digunakan sebagai agunan bagi pelunasan utang tertentu, sehingga jika tidak ada utang piutang yang harus dilunasi, maka tidak dapat diadakan perjanjian jaminan fidusia.
Patut diperhatikan bahwa pembebanan benda (dalam hal ini mobil) dengan jaminan fidusia dibuat dengan akta notaris dalam bahasa Indonesia dan merupakan akta jaminan fidusia. Pembuatan akta jaminan fidusia dikenakan biaya yang besarnya diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.[²]
Objek Fidusia pada Penguasaan Debitur
Debitur adalah pihak yang mempunyai utang, karena perjanjian atau undang-undang. Apakah barang yang merupakan objek fidusia ada pada penguasaan debitur? Jawabannya adalah iya, sebagaimana dijelaskan Pasal 1 angka 1 UU 42/1999 yang berbunyi:
- Fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tersebut tetap dalam penguasaan pemilik benda.
Berkaitan dengan objek fidusia tetap berada dalam pengusaan pemilik benda ini, Pasal 20 UU 42/1999 mengatur sebagai berikut:
- Jaminan Fidusia tetap mengikuti Benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia dalam tangan siapapun Benda tersebut berada, kecuali pengalihan atas benda persediaan yang menjadi objek Jaminan Fidusia.
Dalam Penjelasan Pasal 20 UU 42/1999 disebutkan bahwa ketentuan ini mengikuti prinsip “droit de suite” yang merupakan bagian dari peraturan perundang-undangan Indonesia dalam kaitannya dengan hak mutlak atas kebendaan (in rem).
Jadi, b͟e͟n͟d͟a͟ m͟i͟l͟i͟k͟ d͟e͟b͟i͟t͟u͟r͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟j͟a͟m͟i͟n͟k͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ f͟i͟d͟u͟s͟i͟a͟ t͟e͟t͟a͟p͟ a͟d͟a͟ p͟a͟d͟a͟ p͟e͟n͟g͟u͟a͟s͟a͟a͟n͟ d͟e͟b͟i͟t͟u͟r͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟.
Eksekusi Apabila Cedera Janji dalam Jaminan Fidusia
Apabila debitur cedera/inkar janji, maka menurut Pasal 15 ayat (3) UU 42/1999, p͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ f͟i͟d͟u͟s͟i͟a͟ m͟e͟m͟p͟u͟n͟y͟a͟i͟ h͟a͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟j͟u͟a͟l͟ o͟b͟j͟e͟k͟ j͟a͟m͟i͟n͟a͟n͟ f͟i͟d͟u͟s͟i͟a͟ a͟t͟a͟s͟ k͟e͟k͟u͟a͟s͟a͟a͟n͟n͟y͟a͟ sendiri s͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟.
Namun p͟a͟t͟u͟t͟ d͟͟͟i͟͟͟p͟͟͟e͟͟͟r͟͟͟h͟͟͟a͟͟͟t͟͟͟i͟͟͟k͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ bahwa frasa “cedera janji” bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan t͟i͟d͟a͟k͟ m͟e͟m͟p͟u͟n͟y͟a͟i͟ k͟e͟k͟u͟a͟t͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ m͟e͟n͟g͟i͟k͟a͟t͟ s͟e͟p͟a͟n͟j͟a͟n͟g͟ t͟i͟d͟a͟k͟ d͟i͟m͟a͟k͟n͟a͟i͟ b͟a͟h͟w͟a͟ a͟d͟a͟n͟y͟a͟ c͟e͟d͟e͟r͟a͟ j͟a͟n͟j͟i͟ t͟i͟d͟a͟k͟ d͟i͟t͟e͟n͟t͟u͟k͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ s͟e͟p͟i͟h͟a͟k͟ oleh kreditur melainkan a͟t͟a͟s͟ d͟a͟s͟a͟r͟ k͟e͟s͟e͟p͟a͟k͟a͟t͟a͟n͟ a͟n͟t͟a͟r͟a͟ k͟r͟e͟d͟i͟t͟u͟r͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ d͟e͟b͟i͟t͟u͟r͟ a͟t͟a͟u͟ a͟t͟a͟s͟ d͟a͟s͟a͟r͟ u͟p͟a͟y͟a͟ h͟u͟k͟u͟m͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟e͟n͟t͟u͟k͟a͟n͟ t͟e͟l͟a͟h͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟n͟y͟a͟ c͟e͟d͟e͟r͟a͟ j͟͟a͟͟n͟͟j͟͟i͟͟. Hal ini sebagaimana diputus oleh Mahkamah Konstitusi dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 (hal. 125).
Selain itu, menurut Frieda Husni Hasbullah dalam bukunya Hukum Kebendaan Perdata: Hak-hak yang Memberi Jaminan Jilid II (hal. 79), salah satu ciri jaminan fidusia adalah kemudahan dalam pelaksanaan eksekusinya, yaitu apabila setelah melalui kesepakatan para pihak, pihak pemberi fidusia cedera janji. Oleh karena itu, dalam UU 42/1999 dipandang p͟e͟r͟l͟u͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ k͟h͟u͟s͟u͟s͟ t͟e͟n͟t͟a͟n͟g͟ E͟k͟s͟e͟k͟u͟s͟i͟ J͟a͟m͟i͟n͟a͟n͟ F͟i͟d͟u͟s͟i͟a͟ m͟e͟l͟a͟l͟u͟i͟ L͟e͟m͟b͟a͟g͟a͟ P͟a͟r͟a͟t͟e͟ E͟͟k͟͟s͟͟e͟͟k͟͟u͟͟s͟͟i͟͟.
Apabila debitur atau pemberi fidusia, setelah disepakati para pihak, dipandang cedera janji (wanprestasi), eksekusi terhadap objek jaminan fidusia dapat dilakukan dengan cara yang terdapat dalam Pasal 29 ayat (1) UU 42/1999, yaitu:
- Apabila debitor atau Pemberi Fidusia cidera janji, eksekusi terhadap Benda yang menjadi objek Jaminan Fidusia dapat dilakukan dengan cara:
a. pelaksanaan titel
eksekutorial
sebagaimana
dimaksud dalam
pasal 15 ayat (2)
oleh Penerima
Fidusia;
b. p͟e͟n͟j͟u͟a͟l͟a͟n͟ B͟e͟n͟d͟a͟
y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ o͟b͟j͟e͟k͟
J͟a͟m͟i͟n͟a͟n͟ F͟i͟d͟u͟s͟i͟a͟
a͟t͟a͟s͟ k͟e͟k͟u͟a͟s͟a͟a͟n͟
P͟e͟n͟e͟r͟i͟m͟a͟ F͟i͟d͟u͟s͟i͟a͟
s͟e͟n͟d͟i͟r͟i͟ m͟e͟l͟a͟l͟u͟i͟
p͟e͟l͟e͟l͟a͟n͟g͟a͟n͟ u͟m͟u͟m͟
s͟e͟r͟t͟a͟ m͟e͟n͟g͟a͟m͟b͟i͟l͟
p͟e͟l͟u͟n͟a͟s͟a͟n͟
p͟i͟u͟t͟a͟n͟g͟n͟y͟a͟ d͟a͟r͟i͟ h͟a͟s͟i͟l͟
p͟e͟n͟j͟u͟a͟l͟a͟n͟;
c. penjualan di bawah
tangan yang
dilakukan
berdasarkan
kesepakatan
Pemberi dan
Penerima Fidusia
jika dengan cara
demikian dapat
diperoleh harga
tertinggi yang
menguntungkan
para pihak.
Berdasarkan penjelasan tersebut, maka cara-cara eksekusi benda yang menjadi objek jaminan fidusia, yaitu:
- pelaksanaan titel eksekutorial;
- menjual atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum;
- penjualan di bawah tangan.
Menjawab pertanyaan Anda, a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ d͟i͟s͟e͟p͟a͟k͟a͟t͟i͟ p͟a͟r͟a͟ p͟i͟h͟a͟k͟ d͟e͟b͟i͟t͟u͟r͟ c͟e͟d͟e͟r͟a͟ j͟͟a͟͟n͟͟j͟͟i͟͟, m͟a͟k͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ e͟͟k͟͟s͟͟e͟͟k͟͟u͟͟s͟͟i͟͟. Salah satu caranya adalah menjual barang yang menjadi objek jaminan fidusia melalui pelelangan umum. Penjualan di bawah tangan dilakukan hanya jika dengan cara demikian dapat diperoleh harga tertinggi yang menguntungkan para pihak.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia.
P͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟:
- Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Eksekusi Objek Jaminan Fidusia Jika Debitur Wanprestasi dibuat oleh Dimas Hutomo, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada Selasa, 14 Mei 2019. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” pada tanggal 19 Agustus 2020. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 26 April 2026.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

