INDRAMAYU — Pertanyaan:
Diberitakan ada bapak yang mencabuli anak kandungnya sendiri. Pencabulan itu membuat si anak trauma berat. Kasus ini tengah ditangani kepolisian. Namun sayangnya kasus pencabulan anak itu berakhir damai, karena pelakunya adalah bapaknya sendiri yang kemudian meminta maaf pada sang anak. Benarkah kasus pelecehan seksual terhadap anak bisa dihentikan karena sudah berdamai dengan pelaku? Bagaimana perlindungan hukum bagi si anak korban pelecehan seksual? Terimakasih.
Arni – Gegesik, Cirebon
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
“Intisari Jawaban”
ᴬʸᵃʰ ʸᵃⁿᵍ ᵐᵉʳᵘᵖᵃᵏᵃⁿ ᵖᵉˡᵃᵏᵘ ᵖᵉⁿᶜᵃᵇᵘˡᵃⁿ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᵗᵉᵗᵃᵖ ᵈⁱᵖⁱᵈᵃⁿᵃ. ᴴᵃˡ ⁱⁿⁱ ᵈⁱᵏᵃʳᵉⁿᵃᵏᵃⁿ ᵀⁱⁿᵈᵃᵏ ᴾⁱᵈᵃⁿᵃ ᴾᵉⁿᶜᵃᵇᵘˡᵃⁿ ᵃⁿᵃᵏ ᵗᵉʳᵐᵃˢᵘᵏ ᵈᵃˡᵃᵐ ᵈᵉˡⁱᵏ ᵇⁱᵃˢᵃ, ˢᵉʰⁱⁿᵍᵍᵃ ᵐᵉˢᵏⁱᵖᵘⁿ ᵏᵒʳᵇᵃⁿ ᵗᵉˡᵃʰ ᵇᵉʳᵈᵃᵐᵃⁱ ᵈᵉⁿᵍᵃⁿ ᵖᵉˡᵃᵏᵘ, ᵖʳᵒˢᵉˢ ʰᵘᵏᵘᵐ ᵗᵉᵗᵃᵖ ᵇᵉʳˡᵃⁿʲᵘᵗ.
ᴸᵃˡᵘ, ᵃᵖᵃ ʲᵉʳᵃᵗ ᵖᵃˢᵃˡ ᵖᵉⁿᶜᵃᵇᵘˡᵃⁿ ᵃⁿᵃᵏ ᵒˡᵉʰ ᵃʸᵃʰ?
ᴾᵉⁿʲᵉˡᵃˢᵃⁿ ˡᵉᵇⁱʰ ˡᵃⁿʲᵘᵗ ᵈᵃᵖᵃᵗ ᴬⁿᵈᵃ ᵇᵃᶜᵃ ᵘˡᵃˢᵃⁿ ᵈⁱ ᵇᵃʷᵃʰ ⁱⁿⁱ.
Ulasan selengkapnya;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Setiap orang dapat menjadi korban pencabulan, tetapi seringkali tindak pencabulan terjadi pada anak. Masalah pencabulan memang mempunyai dimensi yang luas dan kompleks, baik dari sudut pandang medis, psikologis maupun hukum. T͟e͟r͟k͟a͟i͟t͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ p͟e͟n͟c͟a͟b͟u͟l͟a͟n͟ p͟a͟d͟a͟ a͟͟n͟͟a͟͟k͟͟, t͟i͟d͟a͟k͟ j͟a͟r͟a͟n͟g͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟n͟y͟a͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟d͟e͟k͟a͟t͟ m͟͟e͟͟r͟͟e͟͟k͟͟a͟͟, seperti kasus pencabulan anak oleh ayah sebagaimana Anda tanyakan.
Sebelum menjawab inti pertanyaan Anda, s͟e͟b͟a͟i͟k͟n͟y͟a͟ k͟i͟t͟a͟ p͟a͟h͟a͟m͟i͟ t͟e͟r͟l͟e͟b͟i͟h͟ d͟a͟h͟u͟l͟u͟ m͟e͟n͟g͟e͟n͟a͟i͟ p͟e͟n͟g͟e͟r͟t͟i͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ k͟a͟t͟a͟ c͟͟a͟͟b͟͟u͟͟l͟͟.
Apa itu Pencabulan?
KBBI m͟e͟n͟d͟e͟f͟i͟n͟i͟s͟i͟k͟a͟n͟ c͟a͟b͟u͟l͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ s͟e͟s͟u͟a͟t͟u͟ y͟a͟n͟g͟ k͟e͟j͟i͟ d͟a͟n͟ k͟͟o͟͟t͟͟o͟͟r͟͟, t͟i͟d͟a͟k͟ s͟͟e͟͟n͟͟o͟͟n͟͟o͟͟h͟͟, m͟͟e͟͟l͟͟a͟͟n͟͟g͟͟g͟͟a͟͟r͟͟ k͟e͟s͟o͟p͟a͟n͟a͟n͟ d͟a͟n͟ k͟͟e͟͟s͟͟u͟͟s͟͟i͟͟l͟͟a͟͟a͟͟n͟͟. Menurut Arif Gosita, gambaran perilaku pencabulan adalah antara lain:[¹]
- Korban pencabulan adalah seorang wanita, tanpa batas umur (objek). Sedangkan ada juga seorang laki-laki yang dicabuli oleh seorang wanita.
- Korban harus mengalami kekerasan atau ancaman kekerasan. Ini berarti tidak ada persetujuan dari pihak korban mengenai niat dan tindakan pelaku.
- Pencabulan di luar ikatan pernikahan dengan tujuan yang ingin dicapai yaitu melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap wanita tertentu.
D͟a͟l͟a͟m͟ k͟͟e͟͟n͟͟y͟͟a͟͟t͟͟a͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟, a͟d͟a͟ p͟u͟l͟a͟ p͟e͟r͟s͟e͟t͟u͟b͟u͟h͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟p͟a͟k͟s͟a͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ k͟͟e͟͟k͟͟e͟͟r͟͟a͟͟s͟͟a͟͟n͟͟, y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟i͟m͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟d͟e͟r͟i͟t͟a͟a͟n͟ m͟e͟n͟t͟a͟l͟ d͟a͟n͟ f͟͟i͟͟s͟͟i͟͟k͟͟. Walaupun tindakan ini tidak dapat digolongkan sebagai suatu kejahatan oleh karena tidak dirumuskan oleh pembuat undang-undang sebagai suatu kejahatan.
Pada negara Amerika Serikat, sexual assault atau p͟e͟n͟c͟a͟b͟u͟l͟a͟n͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ s͟u͟a͟t͟u͟ k͟o͟n͟t͟a͟k͟ a͟t͟a͟u͟ i͟n͟t͟e͟r͟a͟k͟s͟i͟ a͟n͟t͟a͟r͟a͟ a͟n͟a͟k͟ d͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟ d͟͟e͟͟w͟͟a͟͟s͟͟a͟͟. Anak dijadikan sebagai alat pemuas seksual oleh orang dewasa yang memiliki kekuatan atau kendali atas korban, termasuk melakukan kontak fisik yang tidak pantas, s͟e͟p͟e͟r͟t͟i͟ m͟e͟m͟p͟e͟r͟l͟i͟h͟a͟t͟k͟a͟n͟ a͟l͟a͟t͟ v͟i͟t͟a͟l͟ o͟r͟a͟n͟g͟ d͟e͟w͟a͟s͟a͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ a͟͟n͟͟a͟͟k͟͟. Di Belanda, definisi percabulan adalah persetubuhan di luar perkawinan yang dilarang dan mempunyai ancaman pidana.[²] Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟c͟a͟b͟u͟l͟a͟n͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟ k͟e͟s͟o͟p͟a͟n͟a͟n͟ d͟a͟n͟ k͟e͟s͟u͟s͟i͟l͟a͟a͟n͟ d͟i͟l͟u͟a͟r͟ p͟e͟r͟n͟i͟k͟a͟h͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟i͟m͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ d͟a͟m͟p͟a͟k͟ n͟e͟g͟a͟t͟i͟f͟ b͟a͟g͟i͟ k͟͟o͟͟r͟͟b͟͟a͟͟n͟͟.
Tindak Pidana Pencabulan Anak
Dengan adanya UU 23/2002 dan perubahannya, Indonesia telah mengakomodir ketentuan perlindungan anak untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan. Sebab p͟e͟r͟t͟u͟m͟b͟u͟h͟a͟n͟ d͟a͟n͟ p͟e͟r͟k͟e͟m͟b͟a͟n͟g͟a͟n͟ a͟n͟a͟k͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟ t͟a͟n͟g͟g͟u͟n͟g͟ j͟a͟w͟a͟b͟ b͟e͟r͟s͟a͟m͟a͟ o͟r͟a͟n͟g͟ t͟͟u͟͟a͟͟, k͟͟e͟͟l͟͟u͟͟a͟͟r͟͟g͟͟a͟͟, m͟a͟s͟y͟a͟r͟a͟k͟a͟t͟ p͟e͟m͟e͟r͟i͟n͟t͟a͟h͟ d͟a͟n͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ melalui berbagai rangkaian kegiatan yang dilakukan secara terus menerus.
Dalam Pasal 13 ayat (1) UU 23/2002, s͟e͟t͟i͟a͟p͟ a͟n͟a͟k͟ s͟e͟l͟a͟m͟a͟ d͟a͟l͟a͟m͟ p͟e͟n͟g͟a͟s͟u͟h͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟ t͟͟͟͟͟u͟͟͟͟͟a͟͟͟͟͟, w͟͟a͟͟l͟͟i͟͟, a͟t͟a͟u͟ p͟i͟h͟a͟k͟ l͟a͟i͟n͟ m͟a͟n͟a͟ p͟͟u͟͟n͟͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟t͟a͟n͟g͟g͟u͟n͟g͟ j͟a͟w͟a͟b͟ a͟t͟a͟s͟ p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟a͟͟s͟͟u͟͟h͟͟a͟͟n͟͟, b͟e͟r͟h͟a͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟d͟a͟p͟a͟t͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟l͟i͟n͟d͟u͟n͟g͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ b͟e͟r͟b͟a͟g͟a͟i͟ m͟a͟c͟a͟m͟ p͟͟e͟͟r͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟a͟͟n͟͟, salah satunya perlakuan salah lainnya. Apa yang dimaksud dengan perlakuan salah lainnya? Misalnya tindakan pelecehan atau perbuatan tidak senonoh kepada anak.[³]
Lebih lanjut, Pasal 13 ayat (2) UU 23/2002 mengatur apabila orang tua, wali, atau pengasuh anak melakukan pelecehan atau perbuatan tidak senonoh kepada anak sebagaimana tersebut di atas, ia akan dikenai pemberatan hukuman. Jika dikaitkan dengan pertanyaan Anda, maka p͟e͟n͟c͟a͟b͟u͟l͟a͟n͟ a͟n͟a͟k͟ o͟l͟e͟h͟ a͟y͟a͟h͟ b͟i͟s͟a͟ d͟i͟k͟e͟n͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟m͟b͟e͟r͟a͟t͟a͟n͟ h͟͟u͟͟k͟͟u͟͟m͟͟a͟͟n͟͟.
Lantas apa jerat pasal pencabulan anak?
- Setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul.[⁴] Jika dilanggar, pelaku dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.[⁵] Kemudian apabila tindakan ini dilakukan oleh o͟r͟a͟n͟g͟ t͟͟u͟͟a͟͟, w͟͟a͟͟l͟͟i͟͟, o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ k͟͟e͟͟l͟͟u͟͟a͟͟r͟͟g͟͟a͟͟, p͟e͟n͟g͟a͟s͟u͟h͟ a͟͟n͟͟a͟͟k͟͟, p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟, t͟e͟n͟a͟g͟a͟ k͟͟͟e͟͟p͟͟͟͟e͟͟͟͟n͟͟͟͟d͟͟͟͟i͟͟͟͟d͟͟͟͟i͟͟͟͟k͟͟͟͟a͟͟͟͟n͟͟͟͟, a͟p͟a͟r͟a͟t͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟a͟n͟g͟a͟n͟i͟ p͟e͟r͟l͟i͟n͟d͟u͟n͟g͟a͟n͟ a͟͟n͟͟a͟͟k͟͟, a͟t͟a͟u͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ l͟e͟b͟i͟h͟ d͟͟a͟͟r͟͟i͟͟ 1 o͟r͟a͟n͟g͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ b͟͟e͟͟r͟͟s͟͟a͟͟m͟͟a͟͟-s͟͟a͟͟m͟͟a͟͟, maka pidananya akan ditambah 1/3 dari ancaman pidananya.[⁶]
- Selain itu, setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ e͟k͟s͟p͟l͟o͟i͟t͟a͟s͟i͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ e͟k͟o͟n͟o͟m͟i͟ d͟͟a͟͟n͟͟/a͟t͟a͟u͟ s͟e͟k͟s͟u͟a͟l͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ a͟͟͟n͟͟͟a͟͟͟k͟͟͟.[⁷] Jika dilanggar, pelaku dipidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp200 juta.[⁸]
Ada Perdamaian dengan Pelaku, Kasus Pencabulan Anak Dihentikan?
Menjawab pertanyaan Anda, singkatnya pelaku pencabulan dapat tetap dipidana meskipun korban telah berdamai dengan pelaku. Hal ini dikarenakan perbuatan cabul termasuk dalam d͟e͟l͟i͟k͟ b͟͟i͟͟a͟͟s͟͟a͟͟, sehingga p͟r͟o͟s͟e͟s͟ h͟u͟k͟u͟m͟ t͟e͟t͟a͟p͟ b͟e͟r͟l͟a͟n͟j͟u͟t͟ w͟a͟l͟a͟u͟p͟u͟n͟ p͟i͟h͟a͟k͟ k͟o͟r͟b͟a͟n͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟m͟a͟a͟f͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ p͟͟e͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟. Namun, perdamaian ini dapat dijadikan dasar pertimbangan hakim untuk memberikan putusan nantinya.
Selain itu, sebagaimana telah kami terangkan, m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟i͟͟n͟͟g͟͟a͟͟t͟͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ p͟e͟n͟c͟a͟b͟u͟l͟a͟n͟ a͟n͟a͟k͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ a͟y͟a͟h͟ a͟t͟a͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟ t͟u͟a͟n͟y͟a͟ s͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟, s͟e͟c͟a͟r͟a͟ t͟e͟g͟a͟s͟ t͟e͟l͟a͟h͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟ p͟e͟m͟b͟e͟r͟a͟t͟a͟n͟ 1/3 d͟a͟r͟i͟ a͟n͟c͟a͟m͟a͟n͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.
Tindak Pidana Pencabulan Anak dalam KUHP Baru
Sebagai tambahan informasi, dalam KUHP baru yang dimuat pada UU 1/2023 yang berlaku 3 tahun setelah diundangkan[⁹] yaitu pada tahun 2026 mengatur secara spesifik pasal pencabulan anak dengan bunyi berikut ini.
Pasal 415 huruf b UU 1/2023
- Dipidana penjara paling lama 9 tahun, setiap orang yang melakukan perbuatan cabul dengan seseorang yang diketahui atau patut diduga anak.
Pasal 416 UU 1/2023
- Jika tindak pidana dalam Pasal 415 UU 1/2023 mengakibatkan luka berat, dipidana penjara paling lama 12 tahun.
- Jika tindak pidana dalam Pasal 415 UU 1/2023 mengakibatkan matinya orang, dipidana penjara paling lama 15 tahun.
Pasal 417 UU 1/2023
- Setiap orang yang memberi atau berjanji akan memberi hadiah menyalahgunakan wibawa yang timbul dari hubungan keadaan atau dengan penyesatan menggerakkan orang yang diketahui atau patut diduga anak, untuk melakukan perbuatan cabul atau membiarkan terhadap dirinya dilakukan perbuatan cabul, dipidana penjara paling lama 9 tahun.
Pasal 418 ayat (1) UU 1/2023
- Setiap orang yang melakukan percabulan dengan anak kandung, anak tirinya, anak angkatnya, atau anak di bawah pengawasannya yang dipercayakan padanya untuk diasuh atau dididik, dipidana penjara paling lama 12 tahun.
Pasal 419 UU 1/2023
- Setiap orang yang menghubungkan atau memudahkan orang lain berbuat cabul atau bersetubuh dengan orang yang diketahui atau patut diduga anak, dipidana penjara paling lama 7 tahun.
- Jika tindak pidana pada ayat (1) dilakukan terhadap anak kandung, anak tiri, anak angkat, atau anak di bawah pengawasannya yang dipercayakan padanya untuk diasuh, dipidana pidana penjara paling lama 9 tahun.
Pasal 422 UU 1/2023
- Setiap orang yang menggerakkan, membawa, menempatkan, atau menyerahkan anak kepada orang lain untuk melakukan percabulan, pelacuran, atau perbuatan melanggar kesusilaan lainnya, dipidana penjara paling lama 9 tahun.
- Jika tindak pidana pada ayat (1) dilakukan dengan menjanjikan anak memperoleh pekerjaan atau janji lainnya, dipidana penjara paling lama 10 tahun.
Dengan demikian, j͟e͟r͟a͟t͟ P͟a͟s͟a͟l͟ p͟e͟n͟c͟a͟b͟u͟l͟a͟n͟ a͟n͟a͟k͟ o͟l͟e͟h͟ a͟y͟a͟h͟ a͟t͟a͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟ t͟u͟a͟n͟y͟a͟ s͟e͟n͟d͟i͟r͟i͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟j͟e͟r͟a͟t͟ h͟u͟k͟u͟m͟ berdasarkan UU 23/2002 dan perubahannya dan/atau UU 1/2023 yang akan berlaku 3 tahun lagi, yakni pada tahun 2026.
Demikian jawaban dari kami tentang hukumnya pencabulan anak, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk penanya.
D͟͟a͟͟s͟͟a͟͟r͟͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang kedua kalinya diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Ada Perdamaian, Bisakah Kasus Pencabulan Terhadap Anak Dihentikan? yang dibuat oleh Sovia Hasanah, S.H. dan pertama kali dipublikasikan pada Selasa, 25 September 2018. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Pencabulan Anak oleh Orang Tuanya, Ini Ancaman Pidananya pada tanggal 16 Februari 2023. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 22 Maret 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.
👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.
👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.
👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

