INDRAMAYU – Masjid Jami’ Al-Fataa Desa Tegalurung Perumahan Balongan Asri 1 Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu, gelar sholat Idul Fitri 1446 Hijriyah, Senin (31/3/2025)
Sholat Idul Fitri bertindak Selaku Imam dari Ketua MUI Desa Tegalurung, Ust. M Nur Hafidz, Khotib diisi oleh Ketua DKM, Ust. Khosi’in dan bilal Ketua RT 24, Rohmat. Hadir salah satunya dari penyuluh agama KUA Kecamatan Balongan, Ust. Bachrul Ulum, Ust. Syukron.

Khotib memaparkan, sebagai penutup rangkaian ibadah Ramadhan adalah lebaran Idul Fitri. Hal itu kiranya bisa menjadi momentum untuk merefleksi kembali perjalanan ibadah puasa sekaligus memetik pelajaran dan hikmah berharga yang ada di dalamnya. Tujuannya adalah agar tidak mudah begitu saja kita meninggalkan dan melupakan Ramadhan. Mesti ada pelajaran, nilai, dan kesan yang dapat dilestarikan di bulan-bulan setelahnya.
Khotib memulai membaca lafal takbir
اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) اللهُ أَكْبَرُ (×٣) وَ لِلّٰهِ اْلحَمْدُ
Jamaah Idul Fitri Masjid Jami’ Al-Fataa Desa Tegalurung Yang Dimuliakan Allah
Tiada kata terindah yang layak terucap dari lisan kita pada kesempatan pagi hari ini selain mengucapkan Alhamdulillah. Puji dan syukur yang setinggi-tingginya kita panjatkan kepada Allah Dzat yang terus menerus memberikan kita semua nikmat, hidayah, dan inayah untuk terus istiqomah dalam menjalankan ibadah kepada-Nya, sehingga kita bisa menunaikan kewajiban puasa di bulan Ramadan dengan penuh semangat dan istiqomah, sekaligus mengantarkan kita hingga hari raya Idul Fitri. Setelah kita berjuang menahan haus dan lapar. Setelah kita berjihad melawan godaan nafsu dan syahwat. Akhirnya sampai di hari lebaran Idul Fitri, hari ketika diharamkan berpuasa dan diharuskan menikmati makanan.
Shalawat dan salam mari kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw beserta para sahabat dan pengikutnya. Selanjutnya melalui mimbar yang mulia ini, khatib mengajak kepada diri khatib sendiri, dan semua jamaah shalat Idul Fitri 1446 Hijriyah ini, untuk terus istiqomah dalam menjalankan ibadah dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaaan kepada Allah swt, serta menjauhi semua larangan-Nya.

Jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan Allah.
Khatib menjelaskan puasa Ramadhan banyak hikmah yang harus kita petik. Pertama, puasa Ramadhan adalah bentuk kasih sayang Allah untuk umat Rasulullah agar dapat melipat gandakan pahala ibadah dan meraih bermacam-macam kebaikan. Sebagaimana diketahui, usia rata-rata umat Rasulullah itu hanya 60 tahunan. Dengan adanya bulan Ramadhan, ibadah kita bisa menandingi umat-umat terdahulu yang usianya sampai ratusan tahun. Hal ini terjadi karena dilipatgandakannya ibadah umat Rasulullah, salah satunya melalui malam Lailatulqadar. Allah berfirman dalam Surat Al-Qadar, yang artinya “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu ? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan”.

Jamaah shalat Idul Fitri yang dimuliakan Allah.
Yang kedua, pelajaran penting lainnya dari Ramadhan adalah melahirkan hungan dan rahasia antara seorang hamba dengan Tuhannya. Tidak ada hamba yang dapat melihat hakikat hubungan dan rahasia itu kecuali Allah. Sehingga pantas tidak ada yang berhak membalas puasa kecuali Allah. Yang ketiga, pelajaran Ramadhan adalah menyadarkan nahwa kewajiban berpuasa dengan menahan segala sesuatu yang sebelumnya halal seperti makan dan minum, hanya pada bulan Ramadhan. Namun, puasa dari perkara yang haram itu sepanjang bulan bahkan seumur hidup. Jika selama puasa kita diperintahlan menahan diri dari perkara yang halal, maka apalagi perkara yang haram. Itulah penggalan salah satu isi khutbah Idul Fitri yang disampaikan Ust. Khosi’in.

Diketahui, jamah sholat Idul Fitri memadati seluruh ruangan madjid Jami’ Al-Fatas bahkan jamah Ibu-ibu memadati halaman masjid.
Usai acara shalat Idul Fitri semua jamaah bersalam salaman. Terlihat, bahwa Idul Fitri momen untuk merayakan keberhasilan dalam menahan diri dari hawa nafsu selama sebulan sebulan penuh puasa Ramadhan menunjukan kemenangan spritual dan mendekatkan diri Kepada Allah. Hari raya Idul Fitri ini menjadu kesempatan untuk mempererat tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangga, serta memperkuat persatuan umat Islam. (Abil)

