INDRAMAYU — Pertanyaan:
Jika terjadi korupsi di sektor swasta seperti di perusahaan besar, apakah pelaku tindak pidana korupsi akan dipidana dengan UU Tipikor? Dan adakah aset koruptor di bidang swasta tersebut dapat ditarik oleh perusahaan untuk membayar kerugian yang ditanggung perusahaan? Terimakasih.
H.Rohman – Sendang, Karpel
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
“Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023”.
Ulasan selengkapnya;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Pengertian Korupsi dan Klasifikasinya
Sebelum menjawab pertanyaan Anda, perlu kami sampaikan terlebih dahulu mengenai pengertian korupsi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), korupsi a͟d͟a͟l͟a͟h͟ p͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟n͟g͟g͟a͟r͟a͟ a͟t͟a͟u͟ p͟e͟n͟y͟a͟l͟a͟h͟g͟u͟n͟a͟a͟n͟ u͟a͟n͟g͟ n͟͟͟e͟͟͟g͟͟͟a͟͟͟r͟͟͟a͟͟͟ (p͟͟e͟͟r͟͟u͟͟s͟͟a͟͟h͟͟a͟͟a͟͟n͟͟, o͟͟r͟͟g͟͟a͟͟n͟͟i͟͟s͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, y͟͟͟a͟͟͟y͟͟͟a͟͟͟s͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ d͟a͟n͟ s͟͟e͟͟b͟͟a͟͟g͟͟a͟͟i͟͟n͟͟y͟͟a͟͟) u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟u͟n͟t͟u͟n͟g͟a͟n͟ p͟r͟i͟b͟a͟d͟i͟ a͟t͟a͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟.
Andi Hamzah menjelaskan bahwa korupsi secara harfiah berarti segala macam perbuatan yang tidak baik dan dapat dikatakan sebagai kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari k͟e͟s͟u͟c͟i͟a͟n͟,
s͟e͟g͟a͟l͟a͟ m͟a͟c͟a͟m͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟a͟i͟k͟ d͟a͟n͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟k͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ k͟͟e͟͟b͟͟u͟͟s͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, k͟͟e͟͟b͟͟u͟͟r͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, k͟͟e͟͟b͟͟e͟͟j͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟, k͟͟e͟͟t͟͟i͟͟d͟͟a͟͟k͟͟j͟͟u͟͟j͟͟u͟͟r͟͟a͟͟n͟͟, d͟a͟p͟a͟t͟ d͟͟i͟͟s͟͟u͟͟a͟͟p͟͟, t͟i͟d͟a͟k͟ b͟͟e͟͟r͟͟m͟͟o͟͟r͟͟a͟͟l͟͟, p͟e͟n͟y͟i͟m͟p͟a͟n͟g͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ k͟͟e͟͟s͟͟u͟͟c͟͟i͟͟a͟͟n͟͟, kata-kata atau ucapan yang menghina atau memfitnah.[¹]
Sementara menurut World Bank, korupsi adalah p͟e͟n͟y͟a͟l͟a͟h͟g͟u͟n͟a͟a͟n͟ k͟e͟k͟u͟a͟s͟a͟a͟n͟ p͟u͟b͟l͟i͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟u͟n͟t͟u͟n͟g͟a͟n͟ p͟͟r͟͟i͟͟b͟͟a͟͟d͟͟i͟͟. Definisi World Bank ini menjadi standar internasional dalam merumuskan korupsi.[²]
Pengertian korupsi juga disampaikan oleh Asian Development Bank (“ADB”), yaitu kegiatan yang melibatkan perilaku tidak pantas dan melawan hukum dari pegawai p͟e͟g͟a͟w͟a͟i͟ s͟e͟k͟t͟o͟r͟ p͟u͟b͟l͟i͟k͟ d͟a͟n͟ s͟w͟a͟s͟t͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟p͟e͟r͟k͟a͟y͟a͟ d͟i͟r͟i͟ s͟e͟n͟d͟i͟r͟i͟ d͟a͟n͟ o͟r͟a͟n͟g͟-o͟r͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟d͟e͟k͟a͟t͟ m͟͟e͟͟r͟͟e͟͟k͟͟a͟͟. Orang-orang ini, lanjut pengertian ADB, juga membujuk orang lain untuk melakukan hal-hal tersebut dengan menyalahgunakan jabatan.[³]
Secara yuridis, dapat dikatakan bahwa korupsi adalah s͟e͟g͟a͟l͟a͟ b͟e͟n͟t͟u͟k͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟a͟n͟c͟a͟m͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟a͟n͟k͟s͟i͟ dalam UU 31/1999 jo. UU 20/2001.
Berdasarkan UU 31/1999 jo. UU 20/2001, terdapat beberapa klasifikasi dari tindakan-tindakan yang dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi, yaitu sebagai berikut.
- Menyebabkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara (Pasal 2 dan Pasal 3 UU 31/1999);
- Suap;
a. Pemberi suap
(Pasal 5 UU UU
20/2001);
b. Penerima suap
(Pasal 12 huruf a
UU 20/2001);
c. Gratifikasi yang
dianggap suap
(Pasal 12B UU
20/2001); - Penggelapan dalam jabatan (Pasal 8 UU 20/2001);
- Pemerasan (Pasal 12 huruf e UU 20/2001);
- Perbuatan curang (Pasal 7 UU 20/2001);
- Pengadaan barang dan jasa (Pasal 12 huruf i UU 20/2001);
- Gratifikasi (Pasal 11 UU 20/2001);
- Obstruction of justice (Pasal 10 UU UU 20/2001).
Berdasarkan pengertian dan klasifikasi tindak pidana korupsi di atas, dapat disimpulkan bahwa k͟o͟r͟u͟p͟s͟i͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ l͟a͟n͟g͟s͟u͟n͟g͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟n͟g͟g͟a͟r͟a͟ n͟͟e͟͟g͟͟a͟͟r͟͟a͟͟, k͟e͟r͟u͟g͟i͟a͟n͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ a͟t͟a͟u͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ u͟͟m͟͟u͟͟m͟͟.
Adapun pengertian dari penyelenggara negara adalah pejabat negara yang menjalankan fungsi eksekutif, legislatif, atau yudikatif dan pejabat lain yang fungsi dan tugas pokoknya, berkaitan dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.[⁴]
Adakah Tindak Pidana Korupsi di Sektor Swasta?
Masih banyak yang masih keliru menyebutkan suatu tindak pidana yang dilakukan di perusahaan swasta dianggap sebagai bentuk tindak pidana korupsi. Padahal kerugian yang timbul adalah kerugian di internal perusahaan tanpa adanya keterlibatan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara.
Berbeda dengan jenis-jenis tindak pidana korupsi yang disebutkan di atas, berikut ini adalah jenis-jenis tindak pidana yang umumnya terjadi di perusahaan menurut KUHP yang pada saat artikel ini diterbitkan masih berlaku dan UU 1/2023 tentang KUHP baru yang baru berlaku 3 tahun sejak tanggal diundangkan[⁵] yaitu tahun 2026:
Tindak Pidana Dalam UU KUHP Lama
- Penipuan Pasal 378KUHP;
- Penggelapan Pasal 372KUHP;
- Penggelapan dalam jabatan Pasal 374KUHP;
- Pemalsuan surat Pasal 391KUHP.
Tindak Pidana Dalam UU 1/2023 Terbaru
- Penipuan Pasal 492;
- Penggelapan Pasal 486;
- Penggelapan dalam jabatan Pasal 488;
- Pemalsuan surat Pasal 391.
Contoh kasus ‘k͟͟͟͟͟o͟͟͟͟͟r͟͟͟͟͟u͟͟͟͟͟p͟͟͟͟͟s͟͟͟͟͟i͟͟͟͟͟’ d͟i͟ P͟e͟͟r͟͟u͟͟s͟͟a͟͟h͟͟a͟͟a͟͟n͟͟ S͟w͟a͟s͟t͟a͟ dapat ditemukan dalam Putusan PN Pati No. 180/Pid.B/2015/PN.Pti yang melibatkan seorang Branch Service Manager (BSM) PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Pelaku melakukan rekayasa catatan pada buku kas operasional dan buku kas cadangan Bank Danamon Indonesia, sehingga terdapat selisih senilai Rp200 juta. Jumlah inilah yang kemudian diambil dan digunakan oleh pelaku (hal. 4 – 5). Pelaku kemudian dipidana berdasarkan Pasal 374 KUHP atas tindakan penggelapan dalam jabatan dan dipidana dengan pidana penjara selama 3 bulan (hal. 52).
Berdasarkan contoh di atas, rekayasa catatan buku kas operasional sehingga terdapat selisih Rp200 juta d͟a͟n͟ m͟e͟n͟i͟m͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ k͟e͟r͟u͟g͟i͟a͟n͟ b͟a͟g͟i͟ k͟e͟u͟a͟n͟g͟a͟n͟ i͟n͟t͟e͟r͟n͟a͟l͟ p͟͟e͟͟r͟͟u͟͟s͟͟a͟͟h͟͟a͟͟a͟͟n͟͟, b͟u͟k͟a͟n͟ b͟e͟n͟t͟u͟k͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ k͟͟o͟͟r͟͟u͟͟p͟͟s͟͟i͟͟, karena kerugian yang timbul b͟u͟k͟a͟n͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ k͟e͟r͟u͟g͟i͟a͟n͟ k͟e͟u͟a͟n͟g͟a͟n͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ a͟t͟a͟u͟ p͟e͟r͟e͟k͟o͟n͟o͟m͟i͟a͟n͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟m͟a͟n͟a͟ d͟i͟m͟a͟k͟s͟u͟d͟ d͟a͟l͟a͟m͟ P͟͟a͟͟s͟͟a͟͟l͟͟ 2 d͟a͟n͟ 3 31/1999.
Dengan demikian, untuk menentukan seseorang atau korporasi melakukan tindak pidana korupsi, maka perlu dilihat a͟p͟a͟k͟a͟h͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ b͟e͟r͟h͟u͟b͟u͟n͟g͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ l͟a͟n͟g͟s͟u͟n͟g͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟n͟y͟e͟l͟e͟n͟g͟g͟a͟r͟a͟ n͟͟e͟͟g͟͟a͟͟r͟͟a͟͟, k͟e͟r͟u͟g͟i͟a͟n͟ n͟e͟g͟a͟r͟a͟ a͟͟t͟͟a͟͟u͟͟, p͟e͟r͟e͟k͟o͟n͟o͟m͟i͟a͟n͟ n͟͟e͟͟g͟͟a͟͟r͟͟a͟͟, d͟a͟n͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ u͟m͟u͟m͟ a͟t͟a͟u͟ t͟͟i͟͟d͟͟a͟͟k͟͟.
Apabila seseorang melakukan tindak pidana yang diduga dapat merugikan keuangan internal perusahaan swasta, m͟a͟k͟a͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟͟i͟͟k͟͟e͟͟n͟͟a͟͟k͟͟a͟͟n͟͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ b͟i͟a͟s͟a͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟m͟a͟n͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟ d͟a͟l͟a͟m͟ K͟͟U͟͟H͟͟P͟͟. seperti halnya penipuan, penggelapan, penggelapan dalam jabatan, dan pemalsuan surat.
Menjawab pertanyaan Anda yang kedua mengenai pembayaran kerugian perusahaan, apabila seseorang yang telah diputus pengadilan melakukan tindak pidana seperti penipuan, penggelapan, penggelapan dalam jabatan, dan pemalsuan surat, maka p͟e͟r͟u͟s͟a͟h͟a͟a͟n͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ P͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ M͟e͟l͟a͟w͟a͟n͟ H͟u͟k͟u͟m͟ (P͟M͟H͟), Pasal 1365 KUH Perdata ke Pengadilan Negeri.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan bisa dijadikan pembelajaran untuk kita semua terkhusus untuk Bpk H. Rohman yang dari Sendang, Karangampel.
Artikel ini dibuat oleh Ramos Siaahan. SH, dipublikasikan Hukumonline.com dengan judul Dapatkah Menyelewengkan Uang Perusahaan Dijerat dengan Pasal Korupsi, pada tanggal 04 Mei 2023. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 28 Januari 2025.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata u͟n͟t͟u͟k͟ t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ d͟a͟n͟ b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum atau Paralegal UBK LAWYERS.
Punya Permasalahan Hukum yang sedang dihadapi? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui E-mail, Chatt atau Tlp langsung ke:
👇👇👇
E-mail:
ubklawyer@gmail.com
Tlp/Chatt:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian K͟e͟l͟u͟a͟r͟g͟a͟ B͟e͟s͟a͟r͟ U͟͟B͟͟K͟͟ L͟͟A͟͟W͟͟Y͟͟E͟͟R͟͟S͟͟. Klik link dibawah.
👇👇👇
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ L͟B͟H͟-U͟M͟A͟R͟ B͟I͟N͟ K͟͟H͟͟A͟͟T͟͟T͟͟A͟͟B͟͟. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.
👇👇👇
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

