BALONGAN — Khutbah Sholat Jumat, 17 Januari 2025 di Masjid Jamie Al-Fataa Perumahan Balongan Asri 1 Desa Tegalurung Kecanatan Balongan Kabupaten Indramayu, oleh Ust. Bachrul Ulum
Khotib mengajak para jamaah sholat Jumat, lakukan selalu
bersyukur ke hadirat Allah yang telah memberikan berjuta kenikmatan kepada kita sekalian, salah satunya nikmat sehat sehingga kita semua masih bisa melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Jamie Al-Fataa yang mulia ini.
Shalawat serta salam, semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membimbing kita menuju dunia yang terang dan jelas, yaitu addinul Islam. Semoga kita selalu mencintainya dan bershalawat kepadanya sehingga kita diakui sebagai umatnya yang mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti. Aamin.
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah.
Selaku khatib kami mengajak kepada hadirin sekalian dan diri kami pribadi, marilah kita selalu berusaha meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan terus berusaha menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Semoga Allah selalu memberikan bimbingan dan kekuatan kepada kita sehingga kita selalu dalam keimanan dan ketakwaan kepada-Nya. Aamin.
Hadirin Sidang Jumat yang dimuliakan Allah.
Pada khutbah kali ini khatib ingin menyampaikan judul salah satu hikmah Isra Mi’raj. Isra’ Mi’raj adalah peristiwa luar biasa dan tidak masuk akal di zamannya, yaitu Allah SWT memanggil dan memperjalankan serta memberikan keistimewaan kepada Nabi Muhammad SAW untuk melakukan perjalanan dari Masjidilharam Makkah menuju Masjidilaqsha Palestina. Kemudian dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. Sebagaimana Allah jelaskan dalam Surat Al-Isra ayat pertama:
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Artinya: “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid Al-Haram menuju ke Masjid Al-Aqsa yang telah diberkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepada nya dari tanda-tanda kebesaran Kami, sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Isra: 1)
Khotib, sejarah telah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW diisr’ami’rajkan adalah karena kesedihan yang dialaminya. Kesedian itu disebabkan karena meninggalnya istri tercinta, Siti Khadijah dan pamannya Abu Thalib. Keduanya adalah pendukung kuat dalam berdakwah, karenanya Nabi Muhammad sedih.
Disamping itu masih banyak peristiwa yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan Mi’rajnya, yang kesemuanya itu merupakan tamsil-tamsil kehidupan supaya dapat dipahami dan dijadikan pelajaran dan pijakan dalam mengarungi kehidupan agar mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan. Di antara tamsil-tamsil itu diantaranya ialah: Nabi Muhammad SAW melihat orang memotong padi (panen) terus menerus. Nabi bertanya kepada Jibril “siapakah mereka itu ?” Jibril menjawab : Mereka itu ibarat orang yang gemar beramal jariyah, yang kemudian mereka memetik pahalanya dari Allah SWT. Itulah petikan khutbah Jumat yang disampaikan oleh Ust. Bachrul Ulum. (Abdul Gani)

