Pertanyaan:
Beberapa hari terakhir, ramai pemberitaan mengenai seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Purwokerto, Jawa Tengah, berinisial LK melakukan penamparan terhadap muridnya dengan alasan pendisiplinan. Aksi yang divideokan tersebut menuai kecaman dari masyarakat, apakah guru tersebut bisa lepas dari pidana?
Seorang tenaga pendidik seharusnya justru membimbing, mengayomi dan mendidik anak didiknya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) telah m͟e͟n͟e͟r͟b͟i͟t͟k͟a͟n͟ a͟t͟u͟r͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟l͟a͟r͟a͟n͟g͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟c͟e͟g͟a͟h͟ p͟r͟a͟k͟t͟i͟k͟-p͟r͟a͟k͟t͟i͟k͟ k͟e͟k͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ d͟i͟ s͟͟e͟͟k͟͟o͟͟l͟͟a͟͟h͟͟. Hukuman disiplin yang dilakukan oleh oknum guru ini merupakan tindakan kekerasan yang dilarang.
Kemdikbud mengimbau agar dinas pendidikan lebih aktif melakukan sosialisasi aturan-aturan terkait sekolah aman dari tindak kekerasan, baik kepada guru, siswa, maupun tenaga kependidikan. Terlebih, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan, menyatakan bahwa t͟i͟n͟d͟a͟k͟ k͟e͟k͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ d͟͟i͟͟ l͟i͟n͟g͟k͟u͟n͟g͟a͟n͟ s͟e͟k͟o͟l͟a͟h͟ m͟a͟u͟p͟u͟n͟ a͟n͟t͟a͟r͟ s͟͟͟͟e͟͟͟͟k͟͟͟͟o͟͟͟͟l͟͟͟͟a͟͟͟͟h͟͟͟͟, d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟g͟a͟r͟a͟h͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ s͟u͟a͟t͟u͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ k͟͟r͟͟i͟͟m͟͟i͟͟n͟͟a͟͟l͟͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟i͟m͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ t͟r͟a͟u͟m͟a͟ b͟a͟g͟i͟ p͟e͟s͟e͟r͟t͟a͟ d͟i͟d͟i͟k͟.
Di sisi lain, Pasal 11 dan Pasal 12 Permendikbud 82/2015 menyebutkan sanksi terhadap oknum pelaku tindak kekerasan dilakukan secara proporsional dan berkeadilan sesuai tingkatan dan/atau akibat tindak kekerasan. “Untuk itulah p͟o͟t͟e͟n͟s͟i͟ k͟e͟k͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ d͟i͟ s͟e͟k͟o͟l͟a͟h͟ p͟e͟r͟l͟u͟ d͟͟i͟͟c͟͟e͟͟g͟͟a͟͟h͟͟, dan ditanggulangi dengan melibatkan berbagai unsur dalam ekosistem pendidikan. Di dalam peraturan menteri cukup jelas siapa saja yang terlibat, apa yang perlu dilakukan dan bagaimana cara-caranya.”
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, juga menyayangkan kejadian seorang guru SMK di Purwokerto yang menampar muridnya di sekolah. Menurutnya, s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ t͟e͟n͟a͟g͟a͟ p͟e͟n͟d͟i͟d͟i͟k͟ s͟͟͟e͟͟͟h͟͟͟a͟͟͟r͟͟͟u͟͟͟s͟͟͟n͟͟͟y͟͟͟a͟͟͟ m͟͟e͟͟m͟͟b͟͟i͟͟m͟͟b͟͟i͟͟n͟͟g͟͟, m͟e͟n͟g͟a͟y͟o͟m͟i͟ d͟a͟n͟ m͟e͟n͟d͟i͟d͟i͟k͟ a͟n͟a͟k͟ d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟n͟͟y͟͟a͟͟. Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 54 Undang-Undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang telah diubah melalui Undang-Undang No.35 Tahun 2014.
Pasal 54 UU 35/2014
- Anak di dalam dan di lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindak Kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik, dan/atau pihak lain.
- Perlindungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, aparat pemerintah, dan/atau Masyarakat.
Selain itu, Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Perlindungan Anak juga telah secara tegas mengatur s͟e͟t͟i͟a͟p͟ o͟r͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟r͟a͟n͟g͟ m͟͟e͟͟n͟͟e͟͟m͟͟p͟͟a͟͟t͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟͟e͟͟m͟͟b͟͟i͟͟a͟͟r͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟͟e͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, a͟t͟a͟u͟ t͟u͟r͟u͟t͟ s͟e͟r͟t͟a͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ k͟e͟k͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ a͟͟n͟͟a͟͟k͟͟. Bagi yang melanggarnya akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72 Juta.
Pasal 80 jo. Pasal 76C UU 35/2014:
- Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).
- Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).
- Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).
- Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.
Pasal 76C:
- Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak.
“Selain penyelesaian kasus, yang penting harus dilakukan adalah upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.”
Pendisiplinan murid harus positif agar hukuman yang diterima anak bersifat logis sehingga anak belajar untuk tidak mengulangi perilaku yang tidak diinginkan. “G͟u͟r͟u͟ b͟o͟l͟e͟h͟ m͟e͟n͟d͟i͟s͟i͟p͟l͟i͟n͟k͟a͟n͟ s͟i͟s͟w͟a͟ d͟i͟ s͟e͟k͟o͟l͟a͟h͟ t͟e͟t͟a͟p͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟-c͟a͟r͟a͟ t͟a͟n͟p͟a͟ k͟͟e͟͟k͟͟e͟͟r͟͟a͟͟s͟͟a͟͟n͟͟, y͟a͟k͟n͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟e͟n͟e͟r͟a͟p͟k͟a͟n͟ d͟i͟s͟i͟p͟l͟i͟n͟ p͟o͟s͟i͟t͟i͟f͟”.
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menegaskan bahwa pendisiplinan yang dilakukan guru terhadap siswanya, seharusnya tidak dilakukan dengan kekerasan seperti menampar.
“Para orang tua maupun guru memiliki anggapan bahwa mendidik dan mendisiplinkan anak harus dilakukan dengan kekerasan. A͟p͟a͟p͟u͟n͟ a͟l͟a͟s͟a͟n͟n͟y͟a͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ k͟e͟k͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ d͟͟i͟͟b͟͟e͟͟n͟͟a͟͟r͟͟k͟͟a͟͟n͟͟. A͟p͟a͟l͟a͟g͟i͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ i͟t͟u͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ g͟u͟r͟u͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ s͟͟i͟͟s͟͟w͟͟a͟͟n͟͟y͟͟a͟͟”.
Alasan guru melakukan tindak kekerasan karena guru beranggapan bahwa kekerasan diperlukan untuk mendisiplinkan siswa. J͟i͟k͟a͟ g͟u͟r͟u͟ b͟e͟r͟a͟n͟g͟g͟a͟p͟a͟n͟ s͟e͟p͟e͟r͟t͟i͟ i͟t͟u͟ m͟a͟k͟a͟ a͟k͟a͟n͟ s͟e͟l͟a͟l͟u͟ a͟d͟a͟ k͟o͟r͟b͟a͟n͟ k͟e͟k͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ d͟i͟ s͟e͟k͟o͟l͟a͟h͟ d͟a͟n͟ s͟͟u͟͟l͟͟i͟͟t͟͟ m͟e͟m͟u͟t͟u͟s͟ m͟a͟t͟a͟ r͟a͟n͟t͟a͟i͟ k͟e͟k͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ di sekolah.
Guru yang melakukan tindak kekerasan tidak mencerminkan kompetensi kepribadian sehingga diragukan keguruannya. Kompetensi kepribadian guru memiliki indikator, di antaranya kepribadian yang mantap dan emosi yang stabil. M͟͟e͟͟m͟͟b͟͟e͟͟r͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟ s͟a͟n͟k͟s͟i͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ s͟i͟s͟w͟a͟ h͟a͟r͟u͟s͟l͟a͟h͟ b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ m͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟, bukan dengan kekerasan. Siswa yang dianggap tidak tertib harus dibina dan diberikan sanksi berupa disiplin yang positif.
“Guru harus dibekali kemampuan manajemen pengelolaan kelas, karena setiap g͟u͟r͟u͟ p͟a͟s͟t͟i͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟h͟a͟d͟a͟p͟i͟ a͟n͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ p͟e͟r͟i͟l͟a͟k͟u͟n͟y͟a͟ a͟g͟r͟e͟s͟i͟f͟ d͟a͟n͟ s͟u͟l͟i͟t͟ d͟i͟a͟t͟u͟r͟”.
Demikian jawaban dari kami semoga bisa membantu permasalahannya.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata u͟n͟t͟u͟k͟ t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ d͟a͟n͟ b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum atau Paralegal UBK LAWYERS.
Punya permasalahan hukum yang sedang dihadapi? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui: E-mail, chatt atau tlp langsung ke:
👇👇👇
E-mail:
ubklawyer@gmail.com
Tlp/chatt:
085222120111
Berkenan j͟a͟d͟i͟ b͟a͟g͟i͟a͟n͟ Keluarga Besar kami atau “Minat Bergabung” dengan Group WhatsApp UBK LAWYERS klick link ini :
👇👇👇
Simak I͟͟n͟͟f͟͟o͟͟-i͟n͟f͟o͟ H͟u͟k͟u͟m͟ untuk P͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ melalui “Saluran WhatsApp” LBH-UMAR BIN KHATTAB, klick link dibawah dan IKUTI:
👇👇👇
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

