
BALONGAN, (lintaspanturaindonesia.com) — Tak menunggu lama setelah pelantikan pengurus masa khidmat 2026–2031, MWC NU Kecamatan Balongan langsung tancap gas menjalankan agenda keagamaan. Kali ini, Balai Desa Rawadalem menjadi lokasi pertama pelaksanaan rutinan pembacaan Manaqib dan doa bersama yang selama ini dilaksanakan secara bergiliran di rumah pengurus maupun warga Nahdliyin.
Kegiatan yang berlangsung pada Ahad malam, 1 November 2026, tersebut merupakan rutinan ke-55 yang diselenggarakan setiap malam Senin pertama setiap bulan. Pelaksanaan kali ini istimewa karena untuk pertama kalinya kegiatan rutinan tersebut bertempat di balai desa.
Acara dihadiri langsung Kuwu Rawadalem, Mukmin, beserta jajaran pamong desa, Ketua MWC NU Balongan, KH. Hasanudin, S.Ag., M.Pd.I., Ketua Syuriyah MWC NU, K. Nur Muhammad Hafidz, jajaran pengurus Tanfidziyah dan Syuriyah, serta unsur Bhabinkamtibmas dan Babinsa.
Ketua MWC NU Balongan, KH. Hasanudin, menyampaikan bahwa pemilihan balai desa sebagai tempat kegiatan merupakan langkah untuk mempererat sinergi antara NU dan pemerintah desa se-Kecamatan Balongan.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memasyarakatkan amaliyah Nahdliyin, khususnya tradisi Manaqiban, di kalangan pelayan masyarakat dan perangkat desa. Dengan demikian, nilai-nilai keagamaan diharapkan semakin tumbuh dalam lingkungan pemerintahan desa sekaligus memperkuat hubungan antara ulama, umara, dan masyarakat.
Sementara itu, Wastokim, S.Pd.I., Wakil Sekretaris MWC NU Balongan yang juga Penyuluh Agama Islam Kecamatan Balongan, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia berharap rutinan Manaqib tidak hanya menjadi agenda pengurus, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan seluruh warga Nahdliyin.
Menurutnya, seluruh warga Nahdliyin, mulai dari pengurus ranting, badan otonom (Banom), majelis taklim, tokoh agama, hingga generasi muda NU di setiap desa, perlu ikut meramaikan kegiatan tersebut.
“NU bukan hanya tentang siapa yang menjadi pengurus, tetapi tentang bagaimana seluruh warga Nahdliyin ikut memiliki, menghidupkan, dan membesarkan organisasi. Semakin banyak warga yang hadir dan berpartisipasi, semakin kuat pula eksistensi NU di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengajak warga Nahdliyin se-Kecamatan Balongan untuk menjadikan rutinan Manaqib sebagai sarana mempererat ukhuwah, meningkatkan kualitas keagamaan, sekaligus memperkuat silaturahmi lintas desa.
Pelaksanaan di Balai Desa Rawadalem diharapkan menjadi awal yang baik bagi desa-desa lainnya untuk turut menjadi tuan rumah kegiatan serupa. Dengan demikian, rutinan Manaqib dapat semakin dikenal, membumi, dan menjadi kegiatan bersama warga Nahdliyin di seluruh Kecamatan Balongan.
Mari ramaikan rutinan Manaqib MWC NU Balongan! Jangan hanya menjadi warga NU secara identitas, tetapi hadir dan berperan aktif dalam menghidupkan amaliyah, menjaga tradisi, serta membesarkan organisasi.
Sebab, eksistensi NU tidak hanya terlihat dari banyaknya pengurus, tetapi juga dari kuatnya kebersamaan, hidupnya amaliyah, dan besarnya manfaat yang dirasakan masyarakat. (Taryam)
Editor: Abdul Gani

