
INDRAMAYU, (lintaspantursindobesia.com) – Tiga siswa SDN 4 Kedokan Agung, Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilaporkan mogok sekolah selama berhari-hari. Meski tidak mau berangkat, ketiganya dipastikan belum putus sekolah dan masih tercatat sebagai murid aktif di kelas 4, 5, dan 6.
.
Menyikapi situasi tersebut, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan Forkopimcam Kedokan Bunder. Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, pendamping PKH, serta pihak sekolah langsung menggelar aksi jemput bola dengan mendatangi rumah masing-masing siswa.
.
Dari hasil penelusuran di lapangan, ditemukan bahwa alasan ketiga murid tersebut enggan bersekolah cukup beragam. Salah satu siswa terkendala oleh kondisi orang tua yang sering berpindah tempat tinggal, sementara siswa lainnya menunjukkan penolakan kuat untuk berangkat meski sudah diminta oleh orang tuanya.
.
Kedatangan para petugas bertujuan untuk melakukan pendekatan persuasif serta membujuk para siswa agar mau kembali melanjutkan pendidikan. Sejumlah solusi konkret pun telah disiapkan oleh pihak terkait. Pemerintah setempat menyatakan siap memfasilitasi proses pindah sekolah jika siswa merasa tidak cocok dengan lingkungan sekolah saat ini. Selain itu, opsi Sekolah Rakyat juga ditawarkan bagi keluarga yang mengalami kendala ekonomi dan memenuhi kriteria.
.
Kapolsek Kedokan Bunder, Ipda Eryana, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan ketiga anak tersebut tidak kehilangan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan.
.
Di sisi lain, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Indramayu turut memantau perkembangan kasus ini secara intensif.
Sebagai langkah antisipasi, Disdikbud telah menyiapkan alternatif sekolah nonformal jika upaya pembujukan ke sekolah reguler tidak membuahkan hasil. Langkah ini diambil guna menjamin masa depan anak-anak tersebut melalui pemenuhan hak pendidikan yang layak. (Bagus)

