
INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) – Keseriusan pemerintah antar lintas instansi menunjukan keseriusannya dalam membantu masyarakat yang kekurangan air bersih untuk meringankan beban penderitaan
Musim kemarau kembali membawa persoalan tahunan bagi warga Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu. Sejumlah permukiman di Desa Totoran, Desa Pabean Ilir (Blok Pancer 2), hingga Blok Pecantilan, Desa Pagirikan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Harapan warga stempat terealisasi datang bantuan air bersih tiga truk tangki membawa 15 ribu liter air bersih. Hal itu hasil sinergi TNI, BPBD, PMI, PDAM, dan pemerintah daerah.
Warga langsung berdatangan membawa ember, jerigen, hingga drum untuk mendapatkan pasokan air.
Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo yang disampaikan oleh Danramil 1602 Sindang, Kapten Arm Suhermanto yang didampingi Pasiops Kapten Inf Suprayitno menjelaskan, bahwa penyaluran air bersih ini merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam menanggapi situasi tanggap darurat air bersih akibat kekeringan di wilayah Kabupaten Indramayu.
Sebanyak tiga truk tangki air bersih dikerahkan ini, melengkapi dua truk tangki yang telah disalurkan sebelumnya ke Blok Pecantilan.
“Kami dari Koramil bersinergi dengan PDAM, BPBD, dan PMI untuk langsung turun ke wilayah yang terdampak kekurangan air bersih. Kami juga terus mengupayakan solusi permanen dari pemerintah daerah, baik meningkatkan tekanan air PDAM maupun pencarian sumber mata air baru. Meskipun hasil uji geolistrik menunjukkan titik sumber air di wilayah ini belum memungkinkan, kami akan terus berupaya,” jelas Danramil pada Kamis (6/8/2026).
Kami dari masyarakat Desa stempat, Dulkalim (47) mengucapkan banyak terimakasih atas kesigapan dan kepedulian dari TNI yang memberikan bantuan dengan gerak cepat atas kekurangan air bersih, sehingga masyarakat merasa terbantu,
Sementara BPBD mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat dan gunakan sesuai kebutuhan.
Semoga hujan segera turun, setetes air bersih menjadi harapan besar bagi warga yang setiap tahun harus berjuang menghadapi kemarau, tutupnya. (Bagus)

