
INDRAMAYU (lintaspanturaindonesia.com)- Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya membangun infrastruktur jalan dengan sistem beton di setiap desa secara bergilir.
Membangun akses jalan yang layak, menjadi suatu keharusan demi kelancaran pembangunan, terutama perputaran ekonomi warga.
Salah satu jalan yang saat ini telah dibangun dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah ruas jalan Bencirong – Luwunggesik Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu.
Wardi (40) Warga Desa Luwunggesik mengungkapkan kegembiraannya dan terimakasih kepada pemerintah Kabupaten Indramayu melalui DPUPR.
Wardi menuturkan sehari-hari beraktivitas melintasi jalan tersebut, ia mengaku sangat senang karena kondisi jalan sangat bagus sehingga jalan tak lagi berlubang.
“Alhamdulillah, sekarang jalannya mulus. Dulu rusak parah, untuk angkut hasil panen garam jadi lancar dan nyaman dalam perjalanan,” ungkapnya Kamis (30/7/2026).
Panjang jalan yang mencapai ratusan meter ini menggunakan dana APBD tahun 2026 yang di kerjakan oleh CV Pucuk, kini masyarakat telah mendapatkan kemudahan akses, yang banyak di rasakan manfaatnya. Hal tersebut disampaikan Kuwu Luwunggesik, Mutiara.
“Dulu semua masyarakat mengeluh, tapi sekarang Alhamdulillah sudah mulus”, ucap Kuwu Mutiara pada media lintaspanturaindonesia.com.
Ia berterima kasih kepada Pemkab Indramayu atas bantuan pembangunan infrastruktur jalan yang telah dibangun di desa kami.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Bupati Lucky Hakim dan CV Pucuk yang telah menyelesaikan pengecoran jalan yang begitu bagus dan kokoh,” ucapnya dengan rasa syukur Alhamdulillah
Ia mengakui, akses jalan yang baik sangat berbanding lurus dengan kelancaran perekonomian warga. Dengan kondisi jalan yang mulus, mempermudah dan mempercepat proses angkut hasil panen para petani tambak, maupun petani garam. Selain itu, juga mobilisasi yang gampang, membuat warga mudah beraktivitas dan semakin produktif. Dampak positip dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat luas hasil pembangunan infrastruktur ruas jalan tersebut, tutupnya. (Taryam)
Editor: Abdul Gani

