
INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) – Aktivitas nelayan di Muara Karangsong, Kabupaten Indramayu, kini lumpuh total akibat pendangkalan parah. Kecewa karena keluhannya bertahun-tahun diabaikan, para juragan kapal mengancam akan menyetop pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke kas negara.
.
Selama ini, kontribusi para pengusaha kapal di Karangsong tidak main-main. Setiap tahunnya, mereka menyetor PNBP hingga mencapai Rp20-25 miliar per tahun. Namun, besarnya setoran tersebut dinilai tidak sebanding dengan kepedulian pemerintah terhadap infrastruktur pelabuhan.
.
Salah satu juragan kapal, Judah, menegaskan bahwa ancaman mogok bayar ini bukan sekadar gertakan. Jika pemerintah terus tutup mata, para nelayan sepakat mengalihkan dana miliaran tersebut secara swadaya.
.
“Lebih baik uangnya kami gunakan sendiri secara swadaya untuk membiayai pengerukan muara,” ujar Judah pada Kamis (30/7/2026)

Kapal Lumpuh Saat Air Surut
Pendangkalan ini membuat siklus kerja nelayan terganggu berat. Berdasarkan laporan di lapangan, penumpukan sedimen yang sangat tinggi membuat kapal-kapal tangkap tidak bisa bergeser, terutama saat kondisi air laut sedang surut.
Kondisi ini otomatis membuat hasil tangkapan laut terancam membusuk karena kapal tertahan dan tidak bisa merapat ke pelabuhan untuk memasarkan ikan.
Para nelayan menilai, proyek pengerukan lumpur yang sesekali dilakukan pemerintah hanyalah solusi jangka pendek. Akar masalah dari matinya aktivitas ekonomi di Muara Karangsong adalah rusaknya pemecah gelombang (breakwater).
.
Kerusakan breakwater inilah yang membuat material pasir dan lumpur terus terbawa arus hingga mengendap di muara. Oleh karena itu, para juragan kapal mendesak pemerintah pusat maupun daerah segera melakukan perbaikan permanen pada struktur penahan gelombang tersebut. (Taryam)
Editor:Abdul Gani

