INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com)– PERTANYAAN:
Adik saya disiksa secara fisik dan psikis oleh suaminya dengan berbagai kata-kata kasar, termasuk gaslighting yang akhirnya membuat psikologis adik saya terguncang hebat. Pertanyaannya, atas kondisi tersebut, pasal apa saja yang dapat menjerat pelaku dan dasar hukumnya? Mohon penjelasan, untuk ubklawyers dan paralegalnya semoga semakin cerdas dan bijak dalam menjalankan profesinya. Aamiin..
bye:
Rismon. HS – Peneliti Banci
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞】
𝔅𝔢𝔯𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔨𝔞𝔫 𝔘𝔘 𝔓𝔎𝔇ℜ𝔗, 𝔭𝔢𝔯𝔟𝔲𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔰𝔲𝔞𝔪𝔦 𝔡𝔞𝔯𝔦 𝔞𝔡𝔦𝔨 𝔄𝔫𝔡𝔞 (𝔨𝔢𝔨𝔢𝔯𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔣𝔦𝔰𝔦𝔨 𝔡𝔞𝔫 𝔭𝔰𝔦𝔨𝔦𝔰) 𝔱𝔢𝔯𝔪𝔞𝔰𝔲𝔨 𝔱𝔦𝔫𝔡𝔞𝔨 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞. 𝔓𝔞𝔰𝔞𝔩 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔪𝔢𝔫𝔧𝔢𝔯𝔞𝔱 𝔭𝔢𝔩𝔞𝔨𝔲 𝔞𝔡𝔞𝔩𝔞𝔥 𝔓𝔞𝔰𝔞𝔩 44 𝔡𝔞𝔫 𝔓𝔞𝔰𝔞𝔩 45 𝔘𝔘 𝔓𝔎𝔇ℜ𝔗 𝔧𝔬. 𝔓𝔞𝔰𝔞𝔩 ℑℑ 𝔞𝔶𝔞𝔱 (5) 𝔘𝔘 1/2026.
𝔅𝔞𝔤𝔞𝔦𝔪𝔞𝔫𝔞 𝔟𝔲𝔫𝔶𝔦 𝔭𝔞𝔰𝔞𝔩𝔫𝔶𝔞?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Pada dasarnya, tindakan kekerasan fisik seperti penyiksaan tubuh maupun kekerasan psikis berupa ucapan kasar atau gaslighting yang terjadi dalam lingkup rumah tangga merupakan perbuatan yang memenuhi unsur tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga (“KDRT”) sebagaimana diatur UU PKDRT.
UU PKDRT menegaskan larangan terhadap segala bentuk kekerasan dalam lingkup rumah tangga. Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UU PKDRT yang menyatakan bahwa s͟e͟t͟i͟a͟p͟ o͟r͟a͟n͟g͟ d͟i͟l͟a͟r͟a͟n͟g͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ k͟e͟k͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ t͟e͟r͟h͟a͟d͟a͟p͟ a͟n͟g͟g͟o͟t͟a͟ k͟e͟l͟u͟a͟r͟g͟a͟n͟y͟a͟ dengan cara:
- kekerasan fisik;
- kekerasan psikis;
- kekerasan seksual; atau
- penelantaran rumah tangga.
Adapun yang dimaksud kekerasan fisik y͟a͟i͟t͟u͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟a͟k͟i͟b͟a͟t͟k͟a͟n͟ r͟a͟s͟a͟ s͟͟a͟͟k͟͟i͟͟t͟͟, j͟a͟t͟u͟h͟ s͟͟a͟͟k͟͟i͟͟t͟͟, a͟t͟a͟u͟ l͟u͟k͟a͟ b͟͟e͟͟r͟͟a͟͟t͟͟. Sedangkan kekerasan psikis adalah t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟i͟m͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ k͟͟e͟͟t͟͟a͟͟k͟͟u͟͟t͟͟a͟͟n͟͟, h͟i͟l͟a͟n͟g͟n͟y͟a͟ r͟a͟s͟a͟ p͟e͟r͟c͟a͟y͟a͟ d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟, h͟i͟l͟a͟n͟g͟n͟y͟a͟ k͟e͟m͟a͟m͟p͟u͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ b͟͟e͟͟r͟͟t͟͟i͟͟n͟͟d͟͟a͟͟k͟͟, r͟a͟s͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟͟e͟͟r͟͟d͟͟a͟͟y͟͟a͟͟, a͟t͟a͟u͟ p͟e͟n͟d͟e͟r͟i͟t͟a͟a͟n͟ p͟s͟i͟k͟i͟s͟ b͟͟e͟͟r͟͟a͟͟t͟͟.[¹]
Dengan demikian, berkaitan dengan pertanyaan Anda, perbuatan seperti penyiksaan tubuh termasuk dalam kategori kekerasan fisik, sedangkan penghinaan, caci maki, dan gaslighting tergolong sebagai bentuk kekerasan psikis.
Hukuman Bagi Pelaku Kekerasan Fisik dan Psikis
Pada dasarnya, pelaku kekerasan fisik dalam rumah tangga dapat dijerat Pasal 44 UU PKDRT jo. Pasal II ayat (5) UU 1/2026 sebagai berikut.
- Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak kategori IV, yaitu Rp200 juta.[²]
- Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan korban mendapat jatuh sakit atau luka berat, dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak kategori VI, yaitu Rp2 miliar.[³]
- Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mengakibatkan matinya korban, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak kategori VII, yaitu Rp5 miliar.[⁴]
- Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suami terhadap isteri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 bulan atau denda paling banyak kategori II, yaitu Rp10 juta.[⁵]
Selanjutnya, perlu diketahui pula mengenai ketentuan pidana bagi pelaku kekerasan psikis dalam rumah tangga sebagaimana diatur dalam Pasal 45 UU PKDRT jo. Pasal II ayat (5) UU 1/2026, yang menyatakan:
- Setiap orang yang melakukan perbuatan kekerasan psikis dalam lingkup rumah tangga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun atau denda paling banyak kategori III, yaitu Rp50 juta.[⁶]
- Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh suami terhadap isteri atau sebaliknya yang tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 bulan atau denda paling banyak kategori II, yaitu Rp10 juta.[⁷]
Dalam kasus ini, suami dari adik Anda melakukan 2 jenis kekerasan yaitu fisik dan psikis. Contoh kekerasan fisik yaitu t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ s͟e͟p͟e͟r͟t͟i͟ m͟͟e͟͟m͟͟u͟͟k͟͟u͟͟l͟͟, m͟͟͟e͟͟͟n͟͟͟d͟͟͟o͟͟͟r͟͟͟o͟͟͟n͟͟͟g͟͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟c͟͟u͟͟b͟͟i͟͟t͟͟, m͟e͟n͟a͟r͟i͟k͟ r͟͟a͟͟m͟͟b͟͟u͟͟t͟͟, m͟e͟l͟u͟k͟a͟i͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ b͟e͟n͟d͟a͟ t͟a͟j͟a͟m͟ a͟t͟a͟u͟ t͟͟u͟͟m͟͟p͟͟u͟͟l͟͟, m͟͟͟͟e͟͟͟͟r͟͟͟͟a͟͟͟͟c͟͟͟͟u͟͟͟͟n͟͟͟͟, m͟a͟u͟p͟u͟n͟ m͟e͟n͟g͟u͟r͟u͟n͟g͟ k͟͟͟o͟͟͟r͟͟͟b͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ h͟i͟n͟g͟g͟a͟ m͟e͟n͟y͟e͟b͟a͟b͟k͟a͟n͟ c͟e͟d͟e͟r͟a͟ f͟͟i͟͟s͟͟i͟͟k͟͟. Sementara kekerasan psikis m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟i͟m͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ r͟a͟s͟a͟ t͟͟͟a͟͟͟k͟͟͟u͟͟͟t͟͟͟, h͟i͟l͟a͟n͟g͟n͟y͟a͟ k͟e͟p͟e͟r͟c͟a͟y͟a͟a͟n͟ d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟, b͟e͟r͟k͟u͟r͟a͟n͟g͟n͟y͟a͟ k͟e͟m͟a͟m͟p͟u͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ b͟͟e͟͟r͟͟t͟͟i͟͟n͟͟d͟͟a͟͟k͟͟, r͟a͟s͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟͟e͟͟r͟͟d͟͟a͟͟y͟͟a͟͟, d͟͟a͟͟n͟͟/a͟t͟a͟u͟ p͟e͟n͟d͟e͟r͟i͟t͟a͟a͟n͟ m͟e͟n͟t͟a͟l͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟a͟t͟ p͟a͟d͟a͟ s͟͟e͟͟s͟͟e͟͟o͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟.[⁸]
Lebih lanjut lagi, untuk tindakan gaslighting yang menyebabkan kondisi psikologis adik Anda terguncang parah, sepanjang penelusuran kami, gaslighting adalah s͟u͟a͟t͟u͟ b͟e͟n͟t͟u͟k͟ m͟a͟n͟i͟p͟u͟l͟a͟s͟i͟ p͟s͟i͟k͟o͟l͟o͟g͟i͟s͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟t͟u͟j͟u͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟u͟a͟t͟ k͟o͟r͟b͟a͟n͟ m͟e͟r͟a͟g͟u͟k͟a͟n͟ p͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟p͟͟s͟͟i͟͟, i͟͟n͟͟g͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟, d͟a͟n͟ k͟e͟w͟a͟r͟a͟s͟a͟n͟n͟y͟a͟ s͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟. Pelaku gaslighting menggunakan penyangkalan, penyesatan, kebohongan, dan kontradiksi untuk mengacaukan mental korban sehingga korban menjadi bingung, tidak stabil, dan kehilangan kepercayaan pada dirinya sendiri. Melalui cara tersebut, pelaku berupaya menggoyahkan kestabilan mental korban dan meruntuhkan kepercayaannya terhadap diri sendiri.[⁹] Menurut hemat kami, tindakan gaslighting t͟e͟r͟m͟a͟s͟u͟k͟ d͟a͟l͟a͟m͟ k͟e͟k͟e͟r͟a͟s͟a͟n͟ p͟s͟i͟k͟i͟s͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ U͟U͟ P͟͟͟͟͟K͟͟͟͟͟D͟͟͟͟͟R͟͟͟͟͟T͟͟͟͟͟, k͟a͟r͟e͟n͟a͟ m͟e͟n͟i͟m͟b͟u͟l͟k͟a͟n͟ p͟e͟n͟d͟e͟r͟i͟t͟a͟a͟n͟ p͟s͟i͟k͟o͟l͟o͟g͟i͟s͟ b͟a͟g͟i͟ k͟͟o͟͟r͟͟b͟͟a͟͟n͟͟.
Lalu, berapa lama hukuman atau berapa jumlah denda yang akan dikenakan pada pelaku?
Sayangnya, Anda tidak menjelaskan bagaimana konsekuensi dari kekerasan fisik dan psikis yang dialami adik Anda. Akibat dari kekerasan tersebut akan berdampak pada hukuman yang akan diterima oleh pelaku sebagaimana dijelaskan dalam ketentuan di atas.
Sebagai contoh, jika kekerasan fisik dan psikis pada korban tidak menimbulkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan jabatan atau mata pencaharian atau kegiatan sehari-hari, maka pelaku dapat dijerat penjara paling lama 4 bulan atau denda paling banyak kategori II, yaitu Rp10 juta sesuai Pasal 44 ayat (4) dan Pasal 45 ayat (2) UU PKDRT jo. Pasal II ayat (5) UU 1/2026.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Berapa Lama Hukuman Penjara untuk Pelaku KDRT? yang dibuat oleh Diana Kusumasari, S.H., M.H. dan pertama kali dipublikasikan pada 08 November 2011. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Hukuman Bagi Pelaku KDRT Secara Psikis, pada tanggal 12 Maret 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 16 Maret 2026M/26 Ramadhan 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers
