CIREBON (lintaspanturaindonesia.com)– Tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap jurnalis kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Cirebon. Kali ini, Karmin, seorang wartawan dari media Krimsus86.com, menjadi korban aksi anarkis sekelompok orang yang mengaku sebagai penagih utang (debt collector) dari PT Oto Multiartha Finance Cabang Cirebon pada Kamis (12/3/2026).
.
Insiden bermula saat Karmin sedang dalam perjalanan untuk meliput kegiatan siswa LPK JIC Indramayu. Saat melintasi kawasan Kedawung, Cirebon, kendaraan Suzuki Ertiga yang dikemudikannya mendadak dipepet oleh sekitar 12 orang oknum debt collector.
.
Menurut keterangan korban, para pelaku melakukan tindakan anarkis dengan memukul kaca depan bagian kiri mobil menggunakan helm hingga retak. Aksi tersebut disaksikan langsung oleh dua penumpang lainnya, Muhammad Isya Anshory (21) dan Jaenal (20).
.
“Saya terkejut tiba-tiba dipepet dan mereka langsung menghajar kaca mobil dengan helm. Selain perusakan, saya juga dipaksa turun dan mendapat ancaman verbal yang sangat tidak menyenangkan,” ujar Karmin usai membuat laporan di Mapolresta Cirebon.
.
Karmin menambahkan, meski dirinya telah menunjukkan identitas resmi berupa Kartu Tanda Anggota (KTA) pers, para pelaku tetap melakukan intimidasi. Ia mengaku diancam akan dicari dan dicelakai jika berani memberitakan peristiwa tersebut. Menanggapi kejadian ini, Koordinator Wilayah Jawa Barat media Krimsus86.com, Wardono Hasan Saputra, S.E., mengecam keras tindakan premanisme tersebut. Ia menilai aksi ini sebagai preseden buruk bagi kemerdekaan pers dan menambah daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia.
.
“Kami sudah mengarahkan korban untuk melapor secara resmi ke Polres Cirebon. Kami mengutuk keras intimidasi ini dan mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini agar ada efek jera bagi para pelaku,” tegas Wardono.
.
Saat ini, kasus dugaan perusakan dan perbuatan tidak menyenangkan tersebut tengah ditangani oleh pihak kepolisian setempat untuk penyelidikan lebih lanjut.(Taryam)

