INDRAMAYU — Akibat intensitas hujan di wilayah Indramayu masih tinggi, mengakibatkan banjir dimana-nana bukan saja di pedesan di kota pun terdampak banjir.
Banjir itu bukan hanya menggenangi rumah penduduk jantung kota, banjir parah pada awal tahun 2026 ini juga merendam sejumlah sekolah di kota Indramayu.
Salah satu sekolah yang terendam banjir adalah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Indramayu.
Sekolah yang terletak di Jalan Pahlawan No. 37, Kelurahan Lemahmekar, Kec. Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat ini terpaksa memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk anak didiknya selama 2 hari.
“Akibat banjir, SMAN 2 Indramayu meliburkan sementara pembelajaran 2 hari. Siswa-siswi dianjurkan untuk belajar sistem PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) perhari ini. Terkait waktu libur melihat perkembangan kondisi cuaca,” jelas Hermawan, perwakilan guru di SMAN 2 Indramayu, Rabu (28/1/2026) yang hari ini piket stanby di sekolahnya.
Menurutnya, banjir parah tahun ini, airnya sudah masuk ruang kelas, sehingga mengakibatkan terganggunya proses belajar mengajar. Banjir parah ini diduga akibat mampetnya saluran air sepanjang Jalan Pahlawan, termasuk di SMAN 2 Indramayu.
dan kantor Dinas PUPR Indramayu yang posisinya bersebelahan.
“Ini banjir jampir menyeluruh di sudut kota akibat banyak drainase mampet”, ungkapnya.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Maulana Malik menjelaskan, sejak Selasa malam (27/1/2026) pihaknya sudah menurunkan alat berat ekskavator (beko) untuk menguras saluran Ceblok Singajaya Indramayu.
Penguarasan ini diharapkan mengurangi kebanjiran’ untuk warga jantung kota yang meliputi Desa Singajaya, Kelurahan Lemah Mekar, termasuk yang berada di sekitar Bunderan Kijang dan Jalan Pahlawan.
“Pengurasan sungai Ceblok ini kita kebut lembur hingga malam, ini saluran sodetan yang ke muara dan laut Tambak,” ungkap Maulana. (Bagus)
Editor: Abdul Gani

