INDRAMAYU – Ribuan rumah warga di Kabupaten Indramayu terendam banjir pascahujan lebat yang turun pada Senin 26 Januari 2026 dini hari. Ketinggian air mencapai rata-rata di atas 20 sentimeter. Bahkan, ada yang sampai 30 sentimeter. Pemandangan di kompleks-kompleks perumahan di pusat kota Indramayu, tak ubahnya seperti danau. Hampir seluruh ruas jalannya dipenuhi genangan air.
”Jalan-jalan di kompleks perumahan sudah seperti sungai. Kita seperti hidup di tengah danau,” ujar Khaerudin (62 tahun), salah satu warga kompleks perumahan di Indramayu.
Perumahan Bumi Mekar dan Perumahan Marga Mekar Indah merupakan kompleks padat penduduk yang terparah terendam banjir. Drainase dari dua perumahan lama itu tidak berfungsi, karena tertutup perumahan baru yang pembangunannya tidak menyambungkan saluran drainase dengan perumahan yang lebih dahulu dibangun.
”Drainase kami tertutup di perumahan baru. Mereka hanya menyediakan saluran air selebar satu meter. Ini yang menyebabkan terjadi kemacetan air,” kata Edi Sukamto (45), warga Marga Mekar Indah.
Menurut warga, banjir pada Senin ini dinilai yang terparah sejak banjir tahun 2012. Ketinggian genangan air yang menutupi badan jalan mencapai 30 sentimeter.
Di sebagian blok yang lokasinya rendah, air masuk ke dalam rumah setinggi 10 sentimeter. ”Ini terparah sejak banjir besar tahun 2012 lalu,” ujar Bambang (36), warga lainnya.
Pasalnya, kata dia, saat banjir besar pada 2012, tidak sampai 24 jam, air sudah relatif surut. ”Sekarang, sudah hampir tiga hari, air tak surut. Tambah parah setelah kembali diguyur hujan deras tadi malam (Senin dini hari),” ujarnya.
Sebagian perumahan di Indramayu sudah terendam banjir sejak hujan lebat pada Kamis malam hingga Jumat dini hari 22-23 Januari 2026.
Meski pada Jumat siang hingga Minggu 23-25 Januari 2026, cuaca di Indramayu cerah, tetapi air tidak juga surut. Ketika terjadi hujan lebat pada Senin pagi, banjir yang belum surut pun semakin parah.
Bupati Indramayu Lucky Hakim mengakui bahwa buruknya drainase menjadi penyebab banjir lama surut di areal perkotaan. ”Langkah darurat sedang kami lakukan. Kami turunkan sejumlah pompa air untuk menyedot. Ke depan, seluruh drainase kita benahi,”. (Abil)

