INDRAMAYU — PERTANYAAN
Seseorang bernama X meminjam uang kepada Y sebesar Rp200.000.000 dan mereka membuat sebuah perjanjian. Di dalam perjanjian tersebut ada pasal yang berisikan bahwa jika X tidak bisa membayar utang, maka X akan dipenjarakan dalam arti dilaporkan ke pihak berwajib yaitu kepolisian. Pertanyaannya, apakah X bisa dilaporkan kepada pihak yang berwajib dengan alasan tidak bayar utang? Atas penjelasannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers dan paralegalnya semoga semakin sukses dan berjaya. Aamiin..
Atto & Imass – Purwakarta
▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔢𝔯𝔡𝔞𝔱𝔞】
𝔓𝔞𝔡𝔞 𝔦𝔫𝔱𝔦𝔫𝔶𝔞, 𝔰𝔢𝔠𝔞𝔯𝔞 𝔨𝔥𝔲𝔰𝔲𝔰, 𝔪𝔢𝔫𝔤𝔢𝔫𝔞𝔦 𝔭𝔢𝔯𝔧𝔞𝔫𝔧𝔦𝔞𝔫 𝔲𝔱𝔞𝔫𝔤 𝔭𝔦𝔲𝔱𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔞𝔱𝔲𝔯 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔓𝔞𝔰𝔞𝔩 1754 𝔎𝔘ℌ𝔓𝔢𝔯𝔡𝔞𝔱𝔞. 𝔏𝔞𝔫𝔱𝔞𝔰, 𝔞𝔭𝔞 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪𝔫𝔶𝔞 𝔧𝔦𝔨𝔞 𝔡𝔢𝔟𝔦𝔱𝔲𝔯 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔪𝔢𝔪𝔟𝔞𝔶𝔞𝔯 𝔲𝔱𝔞𝔫𝔤? 𝔅𝔦𝔰𝔞𝔨𝔞𝔥 𝔬𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔟𝔞𝔶𝔞𝔯 𝔲𝔱𝔞𝔫𝔤 𝔡𝔦𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞?
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Artikel ini dibuat berdasarkan KUHP lama dan UU 1/2023 tentang KUHP yang diundangkan pada tanggal 2 Januari 2023.
Terkait b͟e͟n͟a͟r͟k͟a͟h͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟e͟m͟b͟a͟y͟a͟r͟ u͟t͟a͟n͟g͟ b͟i͟s͟a͟ d͟i͟p͟e͟n͟j͟a͟r͟a͟ a͟t͟a͟u͟ d͟i͟p͟i͟d͟a͟n͟a͟ sebagaimana ditanyakan, kami sampaikan bahwa secara khusus, mengenai perjanjian utang piutang diatur dalam Pasal 1754 KUHPerdata yang berbunyi:
- Pinjam pakai habis adalah suatu perjanjian, yang menentukan pihak pertama menyerahkan sejumlah barang yang dapat habis terpakai kepada pihak kedua dengan syarat bahwa pihak kedua itu akan mengembalikan barang sejenis kepada pihak pertama dalam jumlah dan keadaan yang sama.
Mengenai apakah boleh seseorang melaporkan orang lain ke pihak yang berwajib (kepolisian) karena tidak membayar utang, pada dasarnya tidak ada ketentuan yang melarang hal tersebut. Akan tetapi, perlu diingat bahwa Pasal 19 ayat (2) UU HAM, telah mengatur sebagai berikut:
- Tidak seorangpun atas putusan pengadilan boleh dipidana penjara atau kurungan berdasarkan atas alasan ketidakmampuan untuk memenuhi suatu kewajiban dalam perjanjian utang piutang.
Berdasarkan bunyi pasal tersebut, menurut hemat kami, walaupun ada laporan, s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟o͟l͟e͟h͟ d͟i͟p͟i͟d͟a͟n͟a͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ k͟e͟t͟i͟d͟a͟k͟m͟a͟m͟p͟u͟a͟n͟n͟y͟a͟ m͟e͟m͟b͟a͟y͟a͟r͟ u͟͟t͟͟a͟͟n͟͟g͟͟.
Aturan Hukum Penggelapan dan Penipuan dalam KUHP
Namun, pada praktiknya p͟e͟r͟m͟a͟s͟a͟l͟a͟h͟a͟n͟ u͟t͟a͟n͟g͟ p͟i͟u͟t͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ t͟i͟d͟a͟k͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟s͟e͟l͟e͟s͟a͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ m͟u͟s͟y͟a͟w͟a͟r͟a͟h͟ s͟e͟r͟i͟n͟g͟k͟a͟l͟i͟ d͟i͟l͟a͟p͟o͟r͟k͟a͟n͟ k͟e͟ p͟i͟h͟a͟k͟ k͟e͟p͟o͟l͟i͟s͟i͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ d͟a͟s͟a͟r͟ p͟e͟n͟g͟g͟e͟l͟a͟p͟a͟n͟ d͟a͟n͟ p͟e͟n͟i͟p͟u͟a͟n͟[¹] yang diatur dalam ketentuan KUHP lama yang masih berlaku pada saat artikel ini diterbitkan dan UU 1/2023 yang mulai berlaku 3 tahun terhitung sejak tanggal diundangkan,[²] yakni pada tahun 2026, yaitu:
Pasal 372 KUHP
- Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak Rp900 ribu.[³]
Pasal 486 UU 1/2023
- Setiap orang yang secara melawan hukum memiliki suatu barang yang sebagian atau seluruhnya milik orang lain, yang ada dalam kekuasaannya bukan karena tindak pidana, dipidana karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV yaitu Rp200 juta.[⁴]
Pasal 378 KUHP
- Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.
Pasal 492 UU 1/2023
- Setiap orang yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum dengan memakai nama palsu atau kedudukan palsu, menggunakan tipu muslihat atau rangkaian kata bohong, menggerakkan orang supaya menyerahkan suatu barang, memberi utang, membuat pengakuan utang, atau menghapus piutang, dipidana karena penipuan, dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak kategori V yaitu Rp500 juta.[⁵]
Pada dasarnya, s͟u͟b͟s͟t͟a͟n͟s͟i͟ d͟a͟r͟i͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ p͟e͟n͟g͟g͟e͟l͟a͟p͟a͟n͟ d͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ p͟e͟n͟i͟p͟u͟a͟n͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ j͟e͟l͟a͟s͟ b͟e͟r͟b͟e͟d͟a͟ d͟a͟r͟i͟ s͟u͟a͟t͟u͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ u͟t͟a͟n͟g͟ p͟i͟u͟t͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ p͟͟e͟͟r͟͟d͟͟a͟͟t͟͟a͟͟. Terkait ini, untuk dapat diproses secara pidana, harus dipenuhi dua unsur, yaitu a͟d͟a͟n͟y͟a͟ u͟n͟s͟u͟r͟ a͟c͟t͟u͟s͟ r͟e͟u͟s͟ (p͟h͟y͟s͟i͟c͟a͟l͟ e͟͟l͟͟e͟͟m͟͟e͟͟n͟͟t͟͟) d͟a͟n͟ u͟n͟s͟u͟r͟ m͟e͟n͟s͟ r͟e͟a͟ (m͟e͟t͟a͟l͟ e͟l͟e͟m͟e͟n͟t͟).
Singkatnya, unsur actus reus adalah e͟s͟e͟n͟s͟i͟ d͟a͟r͟i͟ k͟e͟j͟a͟h͟a͟t͟a͟n͟ i͟t͟u͟ s͟e͟n͟d͟i͟r͟i͟ a͟t͟a͟u͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, sedangkan unsur mens rea adalah s͟i͟k͟a͟p͟ b͟a͟t͟i͟n͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ p͟a͟d͟a͟ s͟a͟a͟t͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟͟e͟͟r͟͟b͟͟u͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟.[⁶]
Selain itu, sebagai informasi, Pasal 379a KUHP dan Pasal 497 UU 1/2023 juga m͟e͟n͟g͟a͟t͟u͟r͟ a͟d͟a͟n͟y͟a͟ k͟r͟i͟m͟i͟n͟a͟l͟i͟s͟a͟s͟i͟ b͟a͟g͟i͟ s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟j͟a͟d͟i͟k͟a͟n͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ m͟a͟t͟a͟ p͟e͟n͟c͟a͟h͟a͟r͟i͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ k͟e͟b͟i͟a͟s͟a͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟e͟l͟i͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟ b͟͟e͟͟r͟͟u͟͟t͟͟a͟͟n͟͟g͟͟, d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟a͟k͟s͟u͟d͟ s͟e͟n͟g͟a͟j͟a͟ t͟i͟d͟a͟k͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟a͟y͟a͟r͟ l͟u͟n͟a͟s͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟, sebagai berikut:
Pasal 379a KUHP
- Barang siapa menjadikan sebagai mata pencarian atau kebiasaan untuk membeli barang-barang, dengan maksud supaya tanpa pembayaran seluruhnya memastikan penguasaan terhadap barang-barang itu untuk diri sendiri maupun orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun.
Pasal 497 UU 1/2023
- Setiap Orang yang menjadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasaan membeli barang dengan maksud untuk menguasai barang tersebut bagi diri sendiri atau orang lain tanpa melunasi pembayaran, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak kategori V yaitu Rp500 juta.[⁷]
Menjawab pertanyaan Anda, menurut hemat kami, berdasarkan penjelasan di atas, membuat laporan atau pengaduan ke polisi memang hak semua orang yang berkepentingan, n͟a͟m͟u͟n͟ b͟e͟l͟u͟m͟ t͟e͟n͟t͟u͟ p͟e͟r͟k͟a͟r͟a͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ d͟a͟p͟a͟t͟ n͟a͟i͟k͟ k͟e͟ p͟r͟o͟s͟e͟s͟ p͟͟e͟͟r͟͟a͟͟d͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟.
Pasalnya, u͟n͟s͟u͟r͟ d͟a͟r͟i͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ p͟e͟r͟l͟u͟ d͟͟i͟͟p͟͟e͟͟n͟͟u͟͟h͟͟i͟͟. S͟e͟l͟a͟i͟n͟ i͟͟t͟͟u͟͟, d͟i͟s͟i͟n͟i͟l͟a͟h͟ p͟e͟r͟a͟n͟ d͟a͟n͟ i͟n͟t͟e͟g͟r͟i͟t͟a͟s͟ p͟e͟n͟e͟g͟a͟k͟ h͟͟u͟͟k͟͟u͟͟m͟͟, yaitu k͟͟e͟͟p͟͟o͟͟l͟͟i͟͟s͟͟i͟͟a͟͟n͟͟, k͟͟e͟͟j͟͟a͟͟k͟͟s͟͟a͟͟a͟͟n͟͟, h͟a͟k͟i͟m͟ d͟a͟n͟ a͟d͟v͟o͟k͟a͟t͟ s͟a͟n͟g͟a͟t͟ d͟i͟h͟a͟r͟a͟p͟k͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ t͟͟i͟͟d͟͟a͟͟k͟͟ m͟e͟r͟u͟s͟a͟k͟ s͟i͟s͟t͟e͟m͟ p͟e͟r͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ a͟d͟a͟ a͟t͟a͟u͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ m͟e͟m͟i͟d͟a͟n͟a͟k͟a͟n͟ s͟u͟a͟t͟u͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ H͟u͟k͟u͟m͟ p͟͟e͟͟r͟͟d͟͟a͟͟t͟͟a͟͟.
Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;
- Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2003 tentang Praturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia;
- Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP.
Artikel ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul Bisakah Orang yang Tidak Membayar Utang Dipidana? yang dibuat oleh Albert Aries, S.H., M.H. dan pertama kali dipublikasikan pada Selasa, 4 Oktober 2016, kemudian dimutakhirkan pertama kali oleh Dian Dwi Jayanti, S.H. pada 23 April 2023. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” pada tanggal 20 November 2025. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 17 Desember 2025M/25 Jumadil Akhir 1447H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers
