INDRAMAYU – Pemerintah Desa (Pemdes) Kedokan Agung bersama Para Petani melaksanakan kegiatan gropyokan hama tikus di wilayah area pertanian desa Kedokan Agung Blok Truwali pada Kamis (4/9/2025).
Dalam kegiatan ini dipimpin oleh Pj Kuwu Desa Kedokan Agung Badruddin, S.Ip, dan dihadiri oleh BPP Kecamatan Kedokan Bunder Wawan Hermawan, Babinsa dan Kelompok Tani Sri Unggul Tani serta para Petani Desa
Kedokan Agung.
Kegiatan gropyokan yang merupakan kearifan lokal bertujuan membasmi hama tikus yang dapat merusak tanaman padi. Selain itu, gropyokan juga dapat menumbuhkan rasa gotong royong antar petani dan dapat menjalin silaturahmi.
Menurut Pj Kuwu Kedokan Agung Badruddin, S.Ip gropyokan hama tikus itu dilakukan rutin sesuai dengan pernyataan kelompok tani yang terjadwal dan memiliki dimensi moral yang baik, karena pelaksanaanya tidak dapat dilakukan secara individu sehingga gaya hidup gotong royong dan tolong menolong tergambar dalam metode pemberantasan hama tikus dengan sistem gotong royong sesama petani.
‘Menurut saya, kegiatan gropyokan ini memiliki dimensi moral yang sangat baik, dan di dorong karena banyak pemasukan dari warga khususnya petani akan ada serangan hama tikus, karena sistem gropyokan tidak bisa dilakukan perorangan. Kedokan Agung punya 10 kelompok tani, dan kita upayakan agar masing masing kelompok tani bisa melaksanakan kegiatan gropyokan cara membasmi hama tikus dengan waktu yang terjadwal, dan bisa memonitor dalam pelaksanaannya,”
ujarnya
Badrudin juga menambahkan, kegiatan gropyokan ini menjadi salah satu metode untuk mengendalikan hama tikus di persawahan. Diharapkan dengan gropyokan tersebut hasil panen dapat meningkat.
‘’Mudah-mudahan dengan metode gropyokan ini, bisa mengurangi populasi hama tikus dan bisa terkendali sehingga dengan dilakukannya kegiatan ini, para petani bisa menghasilkan panen yang maksimal dan bisa meningkatkan swasembada pangan seperti visi misi pemerintah pusat,” tandasnya.
Sementara itu BPP Kecamatan Kedokan Bunder dalam kegiatan tersebut mengatakan gropyokan tikus dengan waktu yang bertahap berdasarkan hasil bermusyawarah dengan mekanisme yang menggunakan pengemposan dan di susul dengan umpan yang mengandung racun hama tikus.
“Untuk kegiatan hari ini, kami bersama pengurus dan anggota kelompok tani “Sri Unggul Tani” melaksanakan kegiatan secara gropyokan dan pengemposan dengan menggunakan belerang. Sebelumnya kita melaksanakan musyawarah dan diagendakan dalam tiga kali, tahap pertama menggunakan belerang di susul dengan pengemposan dengan umpan beracun dan ketiga dengan gropyokan, sehingga dalam upaya pengendalian dan pengamanan produksi padi yang didapatkan bisa menekan intensitas serangan hama tikus sehingga produksi padi bisa maksimal,” terangnya.
Masoni salah satu petani desa Kedokan Agung mengatakan bahwa kegiatan gropyokan tikus ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi populasi tikus yang merusak hasil pertanian.
“Kami melaksanakan kegiatan gropyokan ini bersama Kuwu dan BPP Kecamatan Kedokan Bunder sebagai upaya pengendalian yang aman dan efektif metode ini di gunakan secara turun temurun oleh masyarakat Kedokan Agung dan hasilnya terbukti sangat efektif,” kata Masoni.
Diharapkan dengan gencarnya pelaksanaan gropyokan hama tikus ini dapat membantu petani meminimalkan kerugian akibat serangan hama tikus sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian dan menghasilkan produksi padi yang baik di Desa Kedokan Agung. Dengan harapan hasil panen nanti bisa meningkat. (Taryam)
Editor: Abdul Gani

