INDRAMAYU — Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Daniel Mutaqien Syafiuddin kelahiran Indramayu, mendesak Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memberikan perhatian serius terhadap banjir rob yang telah bertahun-tahun melanda wilayah Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.
Desakan ini disampaikan Daniel dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI bersama Menteri PU yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (09/07).
โPermasalahan ini sejak awal, dari tahun 2014, sudah kami sampaikan. Di sana ada daerah Eretan, di Kandanghaur. Kalau dari Jakarta ke sana hanya beberapa jam, tapi hampir setiap hari masyarakat di sana terdampak banjir rob,โ ujar Daniel yang juga menjabat sebagai Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jawa Barat.
Daniel menyoroti dampak sosial dan kemanusiaan dari bencana rob yang terus berulang ini. Menurutnya, masyarakat Eretan hidup dalam ketidakpastian karena kerap harus mengungsi ketika rob melanda.
โKalau sudah rob, masyarakat harus mengungsi. Kejadiannya itu berulang-ulang. Dan ini sudah kami suarakan sejak saya pertama kali jadi anggota DPR RI pada 2014,โ tegasnya.
Kepada Menteri PU yang baru menjabat, Daniel menyampaikan harapannya agar penanganan banjir rob di Eretan menjadi perhatian prioritas, meskipun ia menyadari masa jabatan menteri belum genap satu tahun.
โPak Menteri memang belum genap setahun ulang tahun di Kementerian PU. Tapi saya mohon ini menjadi perhatian khusus. Karena kalau masyarakat tiap hari menghadapi rob, ya kasihan juga,โ imbuh legislator asal Dapil Cirebon-Indramayu itu.
Lebih lanjut, Daniel menyampaikan bahwa anggaran penanganan rob di Eretan memang besar, sekitar Rp 55 miliar, menurut estimasi pemerintah daerah. Namun, ia mendorong agar langkah-langkah penanganan segera dimulai secara bertahap.
โPaling tidak ada penanganan yang serius agar masalah ini tidak terus menerus menimpa masyarakat di Dapil saya,โ pungkasnya.
Pernyataan Daniel ini menjadi pengingat pentingnya perhatian pemerintah pusat terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat pesisir akibat perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut. (Taryam)

