CIREBON — Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya meninjau Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sejumlah Sekolah di Kabupaten Cirebon, Selasa (7/1/2025). Wahyu ingin memastikan KBM berjalan maksimal di awal Semester genap tahun ajaran 2024/2025.
Kegiatan tersebut, Wahyu bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon meninjau pelaksanaan KBM di tiga titik lokasi di Kecamatan Plumbon, yaitu SDN 1 Purbawinangun, SMPN 1 Plumbon, dan SMAN 1 Plumbon.
“Saya menyempatkan silaturahmi ke beberapa sekolah, baik itu SD, SMP, maupun SMA, melihat kesiapan guru mengajar kembali. Disamping itu melihat kehadiran siswanya apakah sudah hadir lengkap,” kata Wahyu, Senin (6/1/2025)
Ia bersyukur, KBM di Kabupaten Cirebon sudah berjalan normal seluruh guru dan
siswa hadir. Selain memastikan kehadiran guru dan siswa, ia juga mengecek layanan dan fasilitas sekolah.
“Semua sudah berjalan sesuai harapan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Wahyu juga memberikan nasihat kepada siswa. Ia berharap, siswa sebagai generasi penerus bangsa memiliki mental baja, dalam kata lain, tak memiliki mental yang lembek. Ia menganalogikan mental lembek itu bak stroberi.
“Saya titip, jangan sampai jadi generasi stroberi yang terlihat manis dan enak, tapi sebetulnya lembek. Saya minta putra-putri ini menjadi generasi muda, yang tangguh dan cerdas, karena suatu saat memimpin bangsa dan negara. Mereka harus jadi pribadi yang kuat dan mandiri,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disdik Kabupaten Cirebon, H Ronianto, S.Pd., MM mengatakan, tidak ada kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan Semester genap 2024/2025. Namun, ia juga tak menampik, kondisi cuaca menjadi faktor tingkat kehadiran siswa.
“Tetapi kemungkinan faktor cuaca, hujan dan lainnya. Tapi, anak-anak kita jangan jadi generasi stroberi. Jadi, jangan lembek saat kondisi apapun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, meskipun pekan ini merupakan awal tahun ajaran baru, namun pelaksanaan KBM sudah berjalan 100 persen.
Informasi mengenai KBM pun telah disebar Disdik Kabupaten Cirebon melalui berbagai media, salah satunya langsung kepada para orang tua melalui aplikasi perpesanan.
“Jadi, tidak ada alasan menunda pelajaran. Guru-guru sudah siap, persiapan matang. Begitu ungkap Ronianto. (Juli)

