
INDRAMAYU,
(lintaspanturaindonesia.com) — Bram Yun Mandela, putra dari pemilik Shinara Waterpark, tampil membagikan latar belakang, visi, dan keunggulan destinasi wisata air baru di Panyindangan Wetan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu ini. Kehadiran Shinara Waterpark melengkapi kawasan wisata yang sebelumnya sudah dikenal dengan Shinara Air, restoran unik di dalam dua pesawat bekas yang sempat viral di masyarakat.
Lahir dari Keprihatinan Potensi Pariwisata Indramayu
Menurut Bram, berdirinya Shinara Waterpark berawal dari keprihatinan melihat potensi pariwisata Indramayu yang belum maksimal, sehingga banyak warga yang justru berwisata ke luar daerah.
“Sebenarnya ini adalah salah satu usaha kami karena pariwisata di Indramayu sendiri masih kurang. Oleh karena itu, Bapak Haji selaku owner ingin memberikan wadah untuk pariwisata di Indramayu, minimal agar warga tidak perlu jauh-jauh ke luar daerah,” ujar Bram pada Rabu (21/10/2026).
Dikatakannya, harapan utamanya sederhana namun bermakna besar: selain meningkatkan sektor pariwisata daerah, Shinara Waterpark juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.
Arti Nama dan Wahana Unggulan
Nama Shinara sendiri diambil dari kata “Sinar”, yang bermakna menyinari dan membawa kebaikan bagi masyarakat.
Wahana andalan yang menjadi daya tarik utama adalah kolam ombak buatan, yang jarang dimiliki fasilitas serupa di daerah ini.
Selain itu tersedia juga perosotan serta kolam renang standar latihan dengan kedalaman berkisar antara 1,2 meter hingga 1,8 meter — menjawab kebutuhan akan kolam pembelajaran yang selama ini dirasakan kurang di Indramayu, ucap Bram.
Lebih jauh Bram menjelaskan terkait harga tiket dan Kebijakan Ramah Keluarga. Pengunjung disambut dengan harga yang terjangkau:
- Weekday: Rp25.000 per orang
- Weekend: Rp30.000 per orang
Kebijakan yang paling diapresiasi masyarakat: pengunjung boleh membawa makanan dari rumah, sesuatu yang jarang ditemukan di tempat wisata lain.
“Banyak tempat wisata di daerah tetangga yang melarang membawa makanan. Kami mendengar aspirasi masyarakat, dan di sini, silakan bawa makanan dari rumah,” tegas Bram.
Jam operasional dibuka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB. Pihak pengelola juga memberikan harga khusus bagi rombongan sekolah.
Keamanan Terjamin dan 100% Tenaga Kerja Lokal
Keamanan dan keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama. Shinara Waterpark menyiapkan 12 orang petugas Lifeguard yang telah bersertifikasi BNPB untuk berjaga selama jam operasional.
Saat ini Shinara Waterpark mempekerjakan
sekitar 70 orang karyawan, dan yang paling membanggakan: 100% tenaga kerja berasal dari warga Indramayu.
Bram juga membuka peluang bagi putra-putri Indramayu yang ingin bergabung di masa mendatang, dengan informasi lowongan kerja yang akan diumumkan melalui media sosial resmi Shinara Waterpark.
“Kami ingin tumbuh bersama masyarakat Indramayu. Semoga Shinara Waterpark benar-benar menjadi kebanggaan warga dan memberikan manfaat nyata bagi daerah,” pungkas Bram Yun Mandela.
Pewarta (Uncu)
Editor: Abdul Gani

