
SUAMI PERGI TANPA PAMIT, APAKAH BERARTI CERAI?
PERTANYAAN:
Saya dan suami menikah secara Islam, namun suami saya tiba-tiba pergi meninggalkan rumah tanpa kejelasan sampai sekarang. Hal ini sudah terjadi bertahun-tahun. Bagaimana status pernikahan saya? Apakah kondisi suami pergi tanpa pamit istri ini berarti dianggap telah bercerai? Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga mudah jodohnya. Aamiin..
Wassalam,
Cindry Kayla Aulia Ramadhani
••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔎𝔢𝔩𝔲𝔞𝔯𝔤𝔞】
𝔓𝔢𝔯𝔨𝔞𝔴𝔦𝔫𝔞𝔫 𝔡𝔦𝔪𝔞𝔨𝔰𝔲𝔡𝔨𝔞𝔫 𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔱𝔲𝔧𝔲𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔩𝔞𝔪𝔞𝔫𝔶𝔞, 𝔫𝔞𝔪𝔲𝔫 𝔞𝔡𝔞 𝔨𝔞𝔩𝔞𝔫𝔶𝔞 𝔭𝔢𝔯𝔨𝔞𝔴𝔦𝔫𝔞𝔫 𝔱𝔢𝔯𝔭𝔲𝔱𝔲𝔰 𝔡𝔦 𝔱𝔢𝔫𝔤𝔞𝔥 𝔧𝔞𝔩𝔞𝔫 𝔡𝔦𝔰𝔢𝔟𝔞𝔟𝔨𝔞𝔫 𝔬𝔩𝔢𝔥 𝔨𝔢𝔪𝔞𝔱𝔦𝔞𝔫, 𝔭𝔢𝔯𝔠𝔢𝔯𝔞𝔦𝔞𝔫, 𝔡𝔞𝔫 𝔞𝔱𝔞𝔰 𝔭𝔲𝔱𝔲𝔰𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔞𝔡𝔦𝔩𝔞𝔫. 𝔘𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔪𝔢𝔫𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱𝔨𝔞𝔫 𝔨𝔢𝔭𝔞𝔰𝔱𝔦𝔞𝔫 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪, 𝔭𝔢𝔯𝔠𝔢𝔯𝔞𝔦𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔫𝔶𝔞 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔩𝔞𝔨𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔡𝔢𝔭𝔞𝔫 𝔰𝔦𝔡𝔞𝔫𝔤 𝔓𝔢𝔫𝔤𝔞𝔡𝔦𝔩𝔞𝔫 𝔄𝔤𝔞𝔪𝔞.
𝔇𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔨𝔞𝔰𝔲𝔰 𝔄𝔫𝔡𝔞, 𝔧𝔦𝔨𝔞 𝔰𝔲𝔞𝔪𝔦 𝔭𝔢𝔯𝔤𝔦 𝔱𝔞𝔫𝔭𝔞 𝔭𝔞𝔪𝔦𝔱 𝔦𝔰𝔱𝔯𝔦 𝔡𝔢𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔫𝔤𝔞𝔧𝔞, 𝔭𝔢𝔯𝔨𝔞𝔴𝔦𝔫𝔞𝔫 𝔱𝔢𝔯𝔰𝔢𝔟𝔲𝔱 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔬𝔱𝔬𝔪𝔞𝔱𝔦𝔰 𝔭𝔲𝔱𝔲𝔰, 𝔪𝔢𝔩𝔞𝔦𝔫𝔨𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔯𝔲𝔰 𝔡𝔦𝔞𝔧𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔲𝔭𝔞𝔶𝔞 𝔤𝔲𝔤𝔞𝔱𝔞𝔫 𝔭𝔢𝔯𝔠𝔢𝔯𝔞𝔦𝔞𝔫 𝔨𝔢 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔞𝔡𝔦𝔩𝔞𝔫 𝔞𝔤𝔞𝔪𝔞.
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Menjawab pertanyaan Anda perihal status dan anggapan perceraian karena alasan suami pergi tanpa pamit istri dalam Islam, kami akan informasikan sejumlah a͟l͟a͟s͟a͟n͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟n͟y͟a͟ p͟͟e͟͟r͟͟c͟͟e͟͟r͟͟a͟͟i͟͟a͟͟n͟͟.
P͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ d͟i͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟k͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ s͟͟e͟͟l͟͟a͟͟m͟͟a͟͟n͟͟y͟͟a͟͟, n͟a͟m͟u͟n͟ a͟d͟a͟k͟a͟l͟a͟n͟y͟a͟ p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ t͟e͟r͟p͟u͟t͟u͟s͟ d͟i͟ t͟e͟n͟g͟a͟h͟ j͟a͟l͟a͟n͟ d͟i͟s͟e͟b͟a͟b͟k͟a͟n͟ o͟l͟e͟h͟ k͟͟e͟͟m͟͟a͟͟t͟͟i͟͟a͟͟n͟͟, p͟͟e͟͟r͟͟c͟͟e͟͟r͟͟a͟͟i͟͟a͟͟n͟͟, d͟a͟n͟ a͟t͟a͟s͟ p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ p͟͟͟e͟͟͟n͟͟͟g͟͟͟a͟͟͟d͟͟͟i͟͟͟l͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟.[¹] Lebih lanjut, p͟u͟t͟u͟s͟a͟n͟ p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ p͟e͟r͟c͟e͟r͟a͟i͟a͟n͟ d͟a͟p͟a͟t͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ t͟a͟l͟a͟k͟ a͟t͟a͟u͟ b͟e͟r͟d͟a͟s͟a͟r͟k͟a͟n͟ g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ p͟͟e͟͟r͟͟c͟͟e͟͟r͟͟a͟͟i͟͟a͟͟n͟͟.[²]
Selanjutnya sebagaimana ketentuan Pasal 115 KHI, untuk mendapatkan kepastian hukum, p͟e͟r͟c͟e͟r͟a͟i͟a͟n͟ h͟a͟n͟y͟a͟ d͟a͟p͟a͟t͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ d͟i͟ d͟e͟p͟a͟n͟ s͟i͟d͟a͟n͟g͟ P͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ A͟g͟a͟m͟a͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ d͟i͟u͟p͟a͟y͟a͟k͟a͟n͟ m͟e͟n͟d͟a͟m͟a͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟d͟u͟a͟ b͟e͟l͟a͟h͟ p͟i͟h͟a͟k͟ d͟a͟n͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟͟e͟͟r͟͟h͟͟a͟͟s͟͟i͟͟l͟͟.
Adapun alasan-alasan perceraian dapat terjadi karena hal-hal sebagai berikut.[³]
- Salah satu pihak berbuat zina atau menjadi pemabuk, pemadat, penjudi dan lain sebagainya yang sukar disembuhkan.
- Salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya.
- Salah satu pihak mendapat hukuman penjara 5 tahun atau hukuman yang lebih berat setelah perkawinan berlangsung.
- Salah satu pihak melakukan kekejaman atau penganiayaan berat yang membahayakan pihak lain.
- Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami atau isteri.
- Antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga.
- Suami melanggar taklik talak.
- Peralihan agama atau murtad yang menyebabkan terjadinya ketidak rukunan dalam rumah tangga.
Hukum Suami Pergi Tanpa Izin Istri
Kembali ke pertanyaan Anda, apakah dengan alasan suami pergi tanpa pamit istri, perkawinan dapat dianggap putus? Jika merujuk Pasal 115 KHI sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, s͟e͟k͟a͟l͟i͟p͟u͟n͟ s͟u͟a͟m͟i͟ p͟e͟r͟g͟i͟ t͟a͟n͟p͟a͟ p͟͟a͟͟m͟͟i͟͟t͟͟, p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟ t͟e͟t͟a͟p͟ d͟i͟a͟n͟g͟g͟a͟p͟ a͟d͟a͟ s͟e͟b͟e͟l͟u͟m͟ d͟i͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟m͟o͟h͟o͟n͟a͟n͟ p͟u͟t͟u͟s͟n͟y͟a͟ p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ k͟e͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ a͟͟g͟͟a͟͟m͟͟a͟͟.
Dasar yang dapat dijadikan alasan putusnya perkawinan dalam kasus Anda bisa menggunakan alasan pada poin ke-2, yakni salah satu pihak meninggalkan pihak lain selama 2 tahun berturut-turut tanpa izin pihak lain dan tanpa alasan yang sah atau karena hal lain di luar kemampuannya. Selain alasan itu, dapat pula menggunakan alasan pada poin ke-7, atau menggunakan alasan suami melanggar taklik talak.
Sebagai informasi, perjanjian kawin atau taklik talak termuat di dalam dalam buku nikah. Adapun pengertian taklik-talak berdasarkan Pasal 1 huruf e KHI adalah p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟u͟c͟a͟p͟k͟a͟n͟ c͟a͟l͟o͟n͟ m͟e͟m͟p͟e͟l͟a͟i͟ p͟r͟i͟a͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ a͟k͟a͟d͟ n͟i͟k͟a͟h͟ y͟a͟n͟g͟ d͟͟͟i͟͟͟c͟a͟n͟t͟u͟m͟k͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ a͟k͟t͟a͟ n͟i͟k͟a͟h͟ b͟e͟r͟u͟p͟a͟ k͟a͟n͟j͟i͟ t͟a͟l͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟g͟a͟n͟t͟u͟n͟g͟k͟a͟n͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ s͟u͟a͟t͟u͟ k͟e͟a͟d͟a͟a͟n͟ t͟e͟r͟t͟e͟n͟t͟u͟ y͟a͟n͟g͟ m͟u͟n͟g͟k͟i͟n͟ t͟e͟r͟j͟a͟d͟i͟ d͟i͟ m͟a͟s͟a͟ y͟a͟n͟g͟ a͟k͟a͟n͟ d͟͟a͟͟t͟͟a͟͟n͟͟g͟͟.
Umumnya suami membaca taklik talak tersebut sesaat setelah ijab kabul atau menandatanganinya.
Dengan demikian, i͟s͟i͟ y͟a͟n͟g͟ t͟e͟r͟c͟a͟n͟t͟u͟m͟ d͟a͟l͟a͟m͟ t͟a͟k͟l͟i͟k͟ t͟a͟l͟a͟k͟ t͟e͟r͟s͟e͟b͟u͟t͟ m͟e͟n͟g͟i͟k͟a͟t͟ p͟a͟d͟a͟ s͟u͟a͟m͟i͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟a͟a͟t͟i͟n͟y͟a͟. Berikut ini bunyi taklik talak yang dimaksud:
- Sesudah akad nikah saya (pengantin laki-laki) berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya akan mempergauli isteri saya bernama (pengantin perempuan) dengan baik (mu’asyarah bil ma’ruf) menurut ajaran Islam. Kepada isteri saya tersebut saya menyatakan sighat taklik sebagai berikut:
Apabila saya:
- meninggalkan isteri saya 2 tahun berturut-turut;
- tidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 bulan lamanya;
- menyakiti badan/jasmani isteri saya, atau
- membiarkan (tidak memperdulikan) isteri saya 6 bulan atau lebih;
- dan karena perbuatan saya tersebut isteri saya tidak ridho dan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, maka apabila gugatannya diterima oleh Pengadilan tersebut, kemudian isteri saya membayar Rp.10.000,- sebagai iwadh (pengganti) kepada saya, jatuhlah talak saya satu kepadanya. Kepada Pengadilan tersebut saya memberi kuasa untuk menerima uang iwadh tersebut dan menyerahkannya kepada Badan Amil Zakat Nasional setempat untuk keperluan ibadah sosial.
P͟e͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟a͟n͟ a͟t͟a͟s͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟ h͟a͟k͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ i͟s͟t͟r͟i͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟m͟i͟n͟t͟a͟ p͟e͟m͟b͟a͟t͟a͟l͟a͟n͟ n͟i͟k͟a͟h͟ a͟t͟a͟u͟ m͟e͟n͟g͟a͟j͟u͟k͟a͟n͟n͟y͟a͟ s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ a͟l͟a͟s͟a͟n͟ g͟u͟g͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟r͟c͟e͟r͟a͟i͟a͟n͟ k͟e͟ p͟e͟n͟g͟a͟d͟i͟l͟a͟n͟ a͟g͟a͟m͟a͟.[⁴]
Oleh sebab itu, p͟e͟r͟k͟a͟w͟i͟n͟a͟n͟ A͟n͟d͟a͟ t͟͟i͟͟d͟͟a͟͟k͟͟ o͟t͟o͟m͟a͟t͟i͟s͟ p͟u͟t͟u͟s͟ h͟a͟n͟y͟a͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ a͟l͟a͟s͟a͟n͟ s͟u͟a͟m͟i͟ p͟e͟r͟g͟i͟ t͟a͟n͟p͟a͟ p͟a͟m͟i͟t͟ i͟s͟t͟r͟i͟ a͟t͟a͟u͟ d͟i͟t͟i͟n͟g͟g͟a͟l͟ s͟u͟a͟m͟i͟ t͟a͟n͟p͟a͟ k͟͟a͟͟b͟͟a͟͟r͟͟. Agar hubungan perkawinan dapat diputus, diperlukan upaya gugatan perceraian dengan alasan-asalan di atas, salah satunya alasan suami pergi tanpa kabar selama 2 tahun berturut-turut tanpa alasan yang jelas.
Demikian jawaban dari kami terkait kasus suami pergi tanpa pamit istri sebagaimana ditanyakan, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam.
- [¹] Pasal 113 Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1991 tentang Penyebarluasan Kompilasi Hukum Islam (“KHI”);
- [²] Pasal 114 KHI;
- [³] Pasal 116 KHI;
- [⁴] Pasal 51 KHI.
Artikel ini adalah pemutakhiran ketiga dari artikel berjudul Suami Pergi Tanpa Kejelasan, Bisakah Perkawinan Dianggap Putus? yang dibuat oleh Karimatul Ummah, S.H., M.Hum dan pertama kali dipublikasikan pada Senin, 14 Desember 2020, yang pertama kali dimutakhirkan pada Kamis, 3 November 2022, dan kedua kali dimutakhirkan pada 07 Juli 2023. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Jika Suami Pergi Tanpa Pamit, Apakah Berarti Cerai? Pada tanggal 28 Mei 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 05 Juli 2026M/20 Muharram 1448H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

