
INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — PERTANYAAN:
Adakah sanksi hukum nonton film porno bagi orang yang suka menonton, dandownload video porno? Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga semakin sukses dan berjaya. Aamiin..
Wassalam,
Hendra Ghedjroot – Paralegal
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞】
𝔅𝔢𝔯𝔡𝔞𝔰𝔞𝔯𝔨𝔞𝔫 𝔘𝔘 𝔓𝔬𝔯𝔫𝔬𝔤𝔯𝔞𝔣𝔦, 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔞𝔡𝔞 𝔥𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔫𝔬𝔫𝔱𝔬𝔫 𝔣𝔦𝔩𝔪 𝔭𝔬𝔯𝔫𝔬 𝔲𝔫𝔱𝔲𝔨 𝔨𝔢𝔭𝔢𝔫𝔱𝔦𝔫𝔤𝔞𝔫 𝔭𝔯𝔦𝔟𝔞𝔡𝔦. 𝔄𝔨𝔞𝔫 𝔱𝔢𝔱𝔞𝔭𝔦, 𝔨𝔞𝔰𝔲𝔰𝔫𝔶𝔞 𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔟𝔢𝔯𝔟𝔢𝔡𝔞 𝔧𝔦𝔨𝔞 𝔰𝔢𝔱𝔢𝔩𝔞𝔥 𝔫𝔬𝔫𝔱𝔬𝔫 𝔣𝔦𝔩𝔪 𝔭𝔬𝔯𝔫𝔬, 𝔬𝔯𝔞𝔫𝔤 𝔱𝔢𝔯𝔰𝔢𝔟𝔲𝔱 𝔪𝔢𝔫𝔤𝔲𝔫𝔡𝔲𝔥 𝔳𝔦𝔡𝔢𝔬 𝔱𝔢𝔯𝔰𝔢𝔟𝔲𝔱 𝔨𝔢 𝔤𝔞𝔴𝔞𝔦 𝔪𝔦𝔩𝔦𝔨𝔫𝔶𝔞.
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terima kasih atas pertanyaan Anda.
Kami kurang mendapatkan keterangan apakah hukum nonton film porno yang ditanyakan adalah terkait nonton film porno seorang diri atau menyimpan video porno untuk dipertontonkan kepada orang lain.
Namun, kami berasumsi bahwa orang tersebut hanya menonton sendiri. Akan tetapi, karena keterangan yang kami dapatkan kurang jelas, akan kami paparkan dua kemungkinan hukum nonton film porno yang ada, sebatas menonton atau menonton juga menyimpan konten pornonya.
Arti Pornografi
Sebelum mengulas perihal hukum nonton film porno, mari kenali dulu definisi dari pornografi.
Aturan mengenai pornografi dimuat dalam UU Pornografi. Pasal 1 angka 1 UU Pornografi menerangkan bahwa yang dimaksud dengan pornografi adalah g͟͟a͟͟m͟͟b͟͟a͟͟r͟͟, s͟͟k͟͟e͟͟t͟͟s͟͟a͟͟, i͟͟l͟͟u͟͟s͟͟t͟͟r͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, f͟͟o͟͟t͟͟o͟͟, t͟͟u͟͟l͟͟i͟͟s͟͟a͟͟n͟͟, s͟͟u͟͟a͟͟r͟͟a͟͟, b͟͟u͟͟n͟͟y͟͟i͟͟, g͟a͟m͟b͟a͟r͟ b͟͟e͟͟r͟͟g͟͟e͟͟r͟͟a͟͟k͟͟, a͟͟n͟͟i͟͟m͟͟a͟͟s͟͟i͟͟, k͟͟a͟͟r͟͟t͟͟u͟͟n͟͟, p͟͟e͟͟r͟͟c͟͟a͟͟k͟͟a͟͟p͟͟a͟͟n͟͟, g͟e͟r͟a͟k͟ t͟͟u͟͟b͟͟u͟͟h͟͟, a͟t͟a͟u͟ b͟e͟n͟t͟u͟k͟ p͟e͟s͟a͟n͟ l͟a͟i͟n͟n͟y͟a͟ m͟e͟l͟a͟l͟u͟i͟ b͟e͟r͟b͟a͟g͟a͟i͟ b͟e͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟d͟i͟a͟ k͟o͟m͟u͟n͟i͟k͟a͟s͟i͟ d͟͟a͟͟n͟͟/a͟t͟a͟u͟ p͟e͟r͟t͟u͟n͟j͟u͟k͟a͟n͟ d͟i͟ m͟u͟k͟a͟ u͟͟m͟͟u͟͟m͟͟, y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟u͟a͟t͟ k͟e͟c͟a͟b͟u͟l͟a͟n͟ a͟t͟a͟u͟ e͟k͟s͟p͟l͟o͟i͟t͟a͟s͟i͟ s͟e͟k͟s͟u͟a͟l͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟l͟a͟n͟g͟g͟a͟r͟ n͟͟o͟͟r͟͟m͟͟a͟͟ k͟e͟s͟u͟s͟i͟l͟a͟a͟n͟ d͟a͟l͟a͟m͟ m͟͟a͟͟s͟͟y͟͟a͟͟r͟͟a͟͟k͟͟a͟͟t͟͟.
Konten Porno dalam Hukum
Sehubungan dengan pertanyaan Anda tentang hukum nonton film porno, penting untuk kami informasikan bahwa t͟i͟d͟a͟k͟ a͟d͟a͟ p͟e͟r͟a͟t͟u͟r͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ “m͟͟e͟͟l͟͟a͟͟r͟͟a͟͟n͟͟g͟͟” s͟e͟s͟e͟o͟r͟a͟n͟g͟ n͟o͟n͟t͟o͟n͟ p͟o͟r͟n͟o͟ a͟t͟a͟u͟ n͟o͟n͟t͟o͟n͟ f͟i͟l͟m͟ p͟͟o͟͟r͟͟n͟͟o͟͟. Akan tetapi, sejatinya konten berbau seks, termasuk nonton video porno, adalah tabu bagi masyarakat karena bertentangan dengan norma kesusilaan.
Jika nonton langsung video porno tidak “dilarang”, lantas unsur apa yang bisa diancam pidana berdasarkan UU Pornografi? Ada sejumlah larangan dan pembatasan terkait pornografi dalam UU Pornografi, antara lain:[¹]
- Setiap orang d͟i͟l͟a͟r͟a͟n͟g͟ m͟͟e͟͟m͟͟p͟͟r͟͟o͟͟d͟͟u͟͟k͟͟s͟͟i͟͟, m͟͟e͟͟m͟͟b͟͟u͟͟a͟͟t͟͟, m͟͟e͟͟m͟͟p͟͟e͟͟r͟͟b͟͟a͟͟n͟͟y͟͟a͟͟k͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟g͟͟a͟͟n͟͟d͟͟a͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟y͟͟e͟͟b͟͟a͟͟r͟͟l͟͟u͟͟a͟͟s͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟y͟͟i͟͟a͟͟r͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟i͟͟m͟͟p͟͟o͟͟r͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟g͟͟e͟͟k͟͟s͟͟p͟͟o͟͟r͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟a͟͟w͟͟a͟͟r͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟͟e͟͟m͟͟p͟͟e͟͟r͟͟j͟͟u͟͟a͟͟l͟͟b͟͟e͟͟l͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, m͟͟e͟͟n͟͟y͟͟e͟͟w͟͟a͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, a͟t͟a͟u͟ m͟e͟n͟y͟e͟d͟i͟a͟k͟a͟n͟ p͟o͟r͟n͟o͟g͟r͟a͟f͟i͟ yang secara eksplisit memuat:
a. persenggamaan,
termasuk
persenggamaan
yang menyimpang;
b. kekerasan seksual;
masturbasi atau
onani;
c. ketelanjangan atau
tampilan yang
mengesankan
ketelanjangan;
e. alat kelamin; atau
f. pornografi anak. - Setiap orang dilarang menyediakan jasa pornografi yang:
a. menyajikan secara
eksplisit
ketelanjangan atau
tampilan yang
mengesankan
ketelanjangan;
b. menyajikan secara
eksplisit alat
kelamin;
c. mengeksploitasi
atau memamerkan
aktivitas seksual;
atau
d. menawarkan atau
mengiklankan
layanan seksual,
baik langsung
maupun tidak
langsung.
Lebih lanjut, beberapa larangan lainnya adalah sebagai berikut.
- Dilarang meminjamkan atau mengunduh[²]
- Dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi.[³]
- Dilarang mendanai atau memfasilitasi pornografi.[⁴]
- Dilarang menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi.[⁵]
- Dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi.[⁶]
- Dilarang mempertontonkan diri atau orang lain dalam pertunjukan atau di muka umum yang menggambarkan ketelanjangan, eksploitasi seksual, persenggamaan, atau yang bermuatan pornografi lainnya.[⁷]
- Dilarang mengajak, membujuk, memanfaatkan, membiarkan, menyalahgunakan kekuasaan atau memaksa anak dalam menggunakan produk/jasa pornografi.[⁸]
Hukum Nonton Film Porno
Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya, hukum nonton film porno tidak secara eksplisit dilarang. Akan tetapi, kasusnya akan berbeda jika setelah nonton film porno, orang tersebut mengunduh videonya ke gawai miliknya.
Menurut Pasal 5 UU Pornografi dan penjelasannya, setiap orang dilarang meminjamkan atau mengunduh pornografi. Adapun yang dimaksud dengan mengunduh atau download adalah m͟e͟n͟g͟a͟m͟b͟i͟l͟ f͟a͟i͟l͟ d͟a͟r͟i͟ j͟a͟r͟i͟n͟g͟a͟n͟ i͟n͟t͟e͟r͟n͟e͟t͟ a͟t͟a͟u͟ j͟a͟r͟i͟n͟g͟a͟n͟ k͟o͟m͟u͟n͟i͟k͟a͟s͟i͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.
Sanksi pidana atas perbuatan mengunduh (download) pornografi adalah pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau pidana denda paling banyak kategori IV, yaitu Rp200 juta.[⁹]
Di sisi lain, Pasal 6 UU Pornografi juga mengatur bahwa setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, m͟͟e͟͟m͟͟i͟͟l͟͟i͟͟k͟͟i͟͟, a͟t͟a͟u͟ m͟e͟n͟y͟i͟m͟p͟a͟n͟ p͟r͟o͟d͟u͟k͟ p͟͟o͟͟r͟͟n͟͟o͟͟g͟͟r͟͟a͟͟f͟͟i͟͟, kecuali yang diberi kewenangan oleh peraturan perundang-undangan. Namun, l͟a͟r͟a͟n͟g͟a͟n͟ i͟n͟i͟ t͟i͟d͟a͟k͟ b͟e͟r͟l͟a͟k͟u͟ u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ p͟͟r͟͟i͟͟b͟͟a͟͟d͟͟i͟͟ a͟t͟a͟u͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟ s͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟.[¹⁰]
Sanksi atas pelanggaran Pasal 6 UU Pornografi di atas adalah pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak kategori IV, yaitu Rp200 juta.[¹¹]
Jika melihat konstruksi dua pasal di atas, Pasal 6 UU Pornografi m͟e͟n͟g͟e͟c͟i͟l͟k͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ m͟e͟n͟y͟i͟m͟p͟a͟n͟ k͟o͟n͟t͟e͟n͟ p͟o͟r͟n͟o͟g͟r͟a͟f͟i͟ a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ h͟a͟n͟y͟a͟ d͟i͟t͟u͟j͟u͟k͟a͟n͟ u͟n͟t͟u͟k͟ d͟i͟r͟i͟n͟y͟a͟ s͟e͟n͟d͟i͟r͟i͟ a͟t͟a͟u͟ u͟n͟t͟u͟k͟ k͟e͟p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟a͟n͟n͟y͟a͟ s͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟r͟͟i͟͟.
Namun, Pasal 5 UU Pornografi m͟e͟l͟a͟r͟a͟n͟g͟ s͟e͟t͟i͟a͟p͟ o͟r͟a͟n͟g͟ t͟a͟n͟p͟a͟ k͟e͟c͟u͟a͟l͟i͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟u͟n͟d͟u͟h͟ k͟o͟n͟t͟e͟n͟ p͟o͟r͟n͟o͟g͟r͟a͟f͟i͟ d͟a͟r͟i͟ j͟a͟r͟i͟n͟g͟a͟n͟ i͟͟n͟͟t͟͟e͟͟r͟͟n͟͟e͟͟t͟͟/j͟a͟r͟i͟n͟g͟a͟n͟ k͟o͟m͟u͟n͟i͟k͟a͟s͟i͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟. Firdaus Syam dalam Analisis dan Evaluasi Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi menjelaskan bahwa p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ s͟e͟t͟i͟a͟p͟ o͟r͟a͟n͟g͟ m͟e͟n͟g͟u͟n͟d͟u͟h͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ p͟o͟r͟n͟o͟g͟r͟a͟f͟i͟ d͟͟a͟͟n͟͟ t͟i͟d͟a͟k͟ a͟d͟a͟ p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟e͟͟c͟͟u͟͟a͟͟l͟͟i͟͟a͟͟n͟͟. Artinya, pasal ini berlaku untuk setiap orang yang mengunduh dan mengkopi untuk dirinya sendiri ataupun untuk disebarkan, maka hal ini termasuk tindak pidana pornografi (hal. 99).
Dengan demikian, menurut hemat kami, s͟e͟c͟a͟r͟a͟ n͟͟o͟͟r͟͟m͟͟a͟͟t͟͟i͟͟f͟͟, t͟i͟n͟d͟a͟k͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟u͟n͟d͟u͟h͟ a͟t͟a͟u͟ d͟o͟w͟n͟l͟o͟a͟d͟ v͟i͟d͟e͟o͟ p͟o͟r͟n͟o͟ b͟e͟r͟p͟o͟t͟e͟n͟s͟i͟ d͟i͟p͟i͟d͟a͟n͟a͟ berdasarkan Pasal 5 jo. Pasal 31 UU Pornografi.
Dengan demikian, menurut hemat kami, secara normatif, tindakan mengunduh atau download video porno berpotensi dipidana berdasarkan Pasal 5 jo. Pasal 31 UU Pornografi.
Sekian informasi terkait hukum nonton dan download film porno sebagaimana ditanyakan, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.
Artikel ini adalah pemutakhiran ketiga dari artikel berjudul Penonton Video Porno Dapat Dijerat UU Pornografi? yang dibuat oleh Letezia Tobing, S.H., M.Kn. dan dipublikasikan pertama kali pada Kamis, 21 November 2013, dimutakhirkan pertama kali pada Kamis, 9 Desember 2021, kemudian dimutakhirkan kedua kali pada 12 Juli 2022. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Hukum Nonton dan Download Film Porno, pada tanggal 10 Juli 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 14 Juli 2026M/29 Muharram 1448H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

