
INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — PERTANYAAN:
Apakah barang jaminan berupa sepeda motor seharga pasaran Rp4 juta beserta BPKB & STNK boleh dijual atas utang orang yang menjaminkan sebesar Rp10 juta. Karena yang punya utang dan yang menjaminkannya tidak ada iktikad baik untuk menyelesaikan dan tidak bisa dihubungi lagi. Janjinya satu minggu akan datang menyelesaikan. Tapi setelah tiga bulan, ianggadatang-datang dan tidak bisa dihubungi lagi. Kalau dijual pun tidak mencukupi utangnya malah masih sisa banyak. Sedangkan uangnya adalah uang perusahaan yang harus segera dipertanggungjawabkan. Apakah kalau itu dijual kita bisa dituntut pasal penggelapan? Atas pencerahannya diucapkan terimakasih, untuk ubklawyers beserta Paralegalnya semoga dimudahkan jodohnya. Aamiin..
Wassalam,
Anirah Boss Pelem – Jatisura
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••
“INTISARI JAWABAN”
【ℌ𝔲𝔨𝔲𝔪 𝔓𝔢𝔯𝔡𝔞𝔱𝔞】
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔞𝔪𝔦𝔫𝔞𝔫 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔬𝔟𝔧𝔢𝔨 𝔧𝔞𝔪𝔦𝔫𝔞𝔫𝔫𝔶𝔞 𝔟𝔢𝔯𝔞𝔡𝔞 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔨𝔢𝔨𝔲𝔞𝔰𝔞𝔞𝔫 𝔨𝔯𝔢𝔡𝔦𝔱𝔲𝔯 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔨𝔞𝔱𝔢𝔤𝔬𝔯𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔟𝔞𝔤𝔞𝔦 𝔤𝔞𝔡𝔞𝔦. 𝔎𝔯𝔢𝔡𝔦𝔱𝔲𝔯 𝔡𝔦𝔟𝔢𝔯𝔦𝔨𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔨 𝔭𝔯𝔢𝔣𝔢𝔯𝔢𝔫𝔰𝔦 (𝔥𝔞𝔨 𝔪𝔢𝔫𝔡𝔞𝔥𝔲𝔩𝔲𝔦) 𝔡𝔞𝔫 𝔥𝔞𝔨 𝔶𝔞𝔫𝔤 𝔰𝔢𝔫𝔞𝔫𝔱𝔦𝔞𝔰𝔞 𝔪𝔢𝔫𝔤𝔦𝔨𝔲𝔱𝔦 𝔟𝔢𝔫𝔡𝔞𝔫𝔶𝔞.
𝔍𝔦𝔨𝔞 𝔡𝔢𝔟𝔦𝔱𝔲𝔯 𝔱𝔢𝔩𝔞𝔥 𝔡𝔦𝔫𝔶𝔞𝔱𝔞𝔨𝔞𝔫 𝔰𝔢𝔠𝔞𝔯𝔞 𝔫𝔶𝔞𝔱𝔞 𝔩𝔞𝔩𝔞𝔦 𝔪𝔢𝔪𝔢𝔫𝔲𝔥𝔦 𝔨𝔢𝔴𝔞𝔧𝔦𝔟𝔞𝔫𝔫𝔶𝔞 𝔡𝔞𝔩𝔞𝔪 𝔭𝔢𝔯𝔧𝔞𝔫𝔧𝔦𝔞𝔫, 𝔪𝔞𝔨𝔞 𝔨𝔯𝔢𝔡𝔦𝔱𝔲𝔯 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔪𝔢𝔫𝔧𝔲𝔞𝔩 𝔬𝔟𝔧𝔢𝔨 𝔥𝔞𝔨 𝔤𝔞𝔡𝔞𝔦 𝔱𝔢𝔯𝔰𝔢𝔟𝔲𝔱. 𝔓𝔢𝔫𝔧𝔲𝔞𝔩𝔞𝔫𝔫𝔶𝔞 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔩𝔞𝔨𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔩𝔞𝔩𝔲𝔦 𝔭𝔢𝔯𝔞𝔫𝔱𝔞𝔯𝔞 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔞𝔡𝔦𝔩𝔞𝔫 𝔪𝔞𝔲𝔭𝔲𝔫 𝔪𝔢𝔩𝔞𝔩𝔲𝔦 𝔩𝔢𝔩𝔞𝔫𝔤. 𝔖𝔢𝔭𝔞𝔫𝔧𝔞𝔫𝔤 𝔭𝔢𝔫𝔧𝔲𝔞𝔩𝔞𝔫 𝔡𝔦𝔩𝔞𝔨𝔲𝔨𝔞𝔫 𝔪𝔢𝔩𝔞𝔩𝔲𝔦 𝔭𝔯𝔬𝔰𝔢𝔡𝔲𝔯 𝔦𝔫𝔦, 𝔨𝔯𝔢𝔡𝔦𝔱𝔲𝔯 𝔱𝔦𝔡𝔞𝔨 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔡𝔦𝔧𝔢𝔯𝔞𝔱 𝔞𝔱𝔞𝔰 𝔱𝔦𝔫𝔡𝔞𝔨 𝔭𝔦𝔡𝔞𝔫𝔞 𝔭𝔢𝔫𝔤𝔤𝔢𝔩𝔞𝔭𝔞𝔫.
𝔓𝔢𝔫𝔧𝔢𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔩𝔢𝔟𝔦𝔥 𝔩𝔞𝔫𝔧𝔲𝔱 𝔡𝔞𝔭𝔞𝔱 𝔄𝔫𝔡𝔞 𝔟𝔞𝔠𝔞 𝔲𝔩𝔞𝔰𝔞𝔫 𝔡𝔦 𝔟𝔞𝔴𝔞𝔥 𝔦𝔫𝔦.
ULASAN SELENGKAPNYA;
Terimakasih atas pertanyaan Anda.
Hak Gadai
Berdasarkan pertanyaan Anda, kami asumsikan hubungan utang piutang antara Anda dan debitur termasuk kategori gadai, karena objek jaminannya berada di bawah penguasaan Anda sebagai kreditur.
Definisi gadai diatur dalam Pasal 1150 KUH Perdata, yang berbunyi:
- Gadai adalah suatu hak yang diperoleh kreditur atas suatu barang bergerak, yang diserahkan kepadanya oleh debitur, atau oleh kuasanya, sebagai jaminan atas utangnya, dan yang memberi wewenang kepada kreditur untuk mengambil pelunasan piutangnya dan barang itu dengan mendahului kreditur-kreditur lain; dengan pengecualian biaya penjualan sebagai pelaksanaan putusan atas tuntutan mengenai pemilikan atau penguasaan, dan biaya penyelamatan barang itu, yang dikeluarkan setelah barang itu sebagai gadai dan yang harus didahulukan.
Selanjutnya, Pasal 1151 KUH Perdata m͟e͟n͟e͟g͟a͟s͟k͟a͟n͟ b͟a͟h͟w͟a͟ p͟e͟r͟s͟e͟t͟u͟j͟u͟a͟n͟ g͟a͟d͟a͟i͟ h͟a͟r͟u͟s͟ d͟i͟b͟u͟k͟t͟i͟k͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ s͟e͟g͟a͟l͟a͟ a͟l͟a͟t͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟p͟e͟r͟b͟o͟l͟e͟h͟k͟a͟n͟ b͟a͟g͟i͟ p͟e͟m͟b͟u͟k͟t͟i͟a͟n͟ p͟e͟r͟s͟e͟t͟u͟j͟u͟a͟n͟ p͟͟o͟͟k͟͟o͟͟k͟͟.
Dalam pertanyaan Anda, tidak dijelaskan secara eksplisit apakah kreditur adalah Anda secara pribadi atau perusahaan tempat Anda bekerja. Namun, karena Anda menyebut bahwa dana yang dipinjamkan merupakan uang perusahaan, kami berasumsi bahwa perusahaan tersebut bertindak sebagai kreditur.
Dengan demikian, pada prinsipnya terdapat hubungan hukum berupa perjanjian utang piutang dan perjanjian pemberian jaminan gadai antara perusahaan sebagai kreditur dan pihak yang berutang sebagai debitur, dengan objek jaminan berupa sepeda motor beserta dokumen kelengkapannya.
Dalam hal ini, Alinea Pertama Pasal 1152 KUH Perdata, menyebutkan bahwa:
- H͟a͟k͟ g͟a͟d͟a͟i͟ a͟t͟a͟s͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟g͟e͟r͟a͟k͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟w͟u͟j͟u͟d͟ d͟a͟n͟ a͟t͟a͟s͟ p͟i͟u͟t͟a͟n͟g͟ b͟a͟w͟a͟ t͟i͟m͟b͟u͟l͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ c͟a͟r͟a͟ m͟e͟n͟y͟e͟r͟a͟h͟k͟a͟n͟ g͟a͟d͟a͟i͟ i͟t͟u͟ k͟e͟p͟a͟d͟a͟ k͟e͟k͟u͟a͟s͟a͟a͟n͟ k͟r͟e͟d͟i͟t͟u͟r͟ a͟t͟a͟u͟ o͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ g͟a͟d͟a͟i͟ a͟t͟a͟u͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟k͟a͟n͟ a͟t͟a͟s͟ k͟e͟h͟e͟n͟d͟a͟k͟ k͟͟r͟͟e͟͟d͟͟i͟͟t͟͟u͟͟r͟͟. Hak gadai hapus bila gadai itu lepas dari kekuasaan pemegang gadai. N͟a͟m͟u͟n͟ b͟i͟l͟a͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ i͟t͟u͟ h͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟g͟͟, a͟t͟a͟u͟ d͟i͟a͟m͟b͟i͟l͟ d͟a͟r͟i͟ k͟͟e͟͟k͟͟u͟͟a͟͟s͟͟a͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟, m͟a͟k͟a͟ i͟a͟ b͟e͟r͟h͟a͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟u͟n͟t͟u͟t͟n͟y͟a͟ k͟e͟m͟b͟a͟l͟i͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ P͟a͟s͟a͟l͟ 1977 a͟l͟i͟n͟e͟a͟ k͟͟e͟͟d͟͟u͟͟a͟͟, d͟a͟n͟ b͟i͟l͟a͟ g͟a͟d͟a͟i͟ i͟t͟u͟ t͟e͟l͟a͟h͟ k͟͟e͟͟m͟͟b͟͟a͟͟l͟͟i͟͟, m͟a͟k͟a͟ h͟a͟k͟ g͟a͟d͟a͟i͟ i͟t͟u͟ d͟i͟a͟n͟g͟g͟a͟p͟ t͟i͟d͟a͟k͟ p͟e͟r͟n͟a͟h͟ h͟͟i͟͟l͟͟a͟͟n͟͟g͟͟.
Mengutip artikel Bolehkah Penerima Gadai Menggunakan Barang Gadai?, makna dari Pasal 1152 KUH Perdata, bahwa gadai adalah sah bilamana benda gadai harus dilepaskan dari kekuasaan si pemilik benda (si pemberi gadai) dan diserahkan kepada penerima gadai (kreditur) atau pihak ketiga. Hal ini disebut dengan inbezitstelling.
Dengan demikian, perusahaan mendapat perlindungan sepanjang penerimaan benda tersebut dilandasi dengan iktikad baik. Artinya, p͟e͟r͟u͟s͟a͟h͟a͟a͟n͟ t͟a͟h͟u͟ p͟e͟r͟s͟i͟s͟ a͟t͟a͟u͟ m͟i͟n͟i͟m͟a͟l͟ t͟e͟l͟a͟h͟ m͟e͟n͟g͟i͟r͟a͟ b͟a͟h͟w͟a͟ d͟͟͟͟e͟͟͟͟b͟͟͟͟i͟͟͟͟t͟͟͟͟u͟͟͟͟r͟͟͟͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ p͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟ y͟a͟n͟g͟ s͟e͟s͟u͟n͟g͟g͟u͟h͟n͟y͟a͟ d͟a͟r͟i͟ b͟e͟n͟d͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟g͟a͟d͟a͟i͟.
Eksekusi Objek Hak Gadai
Selanjutnya, dalam pertanyaan Anda tidak dijelaskan apakah perjanjian utang piutang beserta jaminannya dibuat secara tertulis atau hanya secara lisan. Namun, kami berasumsi bahwa karena transaksi tersebut dilakukan dengan perusahaan tempat Anda bekerja, perjanjian utang piutang dan perjanjian jaminannya dibuat secara tertulis.
A͟d͟a͟n͟y͟a͟ p͟e͟r͟j͟a͟n͟j͟i͟a͟n͟ t͟e͟r͟t͟u͟l͟i͟s͟ a͟k͟a͟n͟ m͟e͟m͟u͟d͟a͟h͟k͟a͟n͟ p͟a͟r͟a͟ p͟i͟h͟a͟k͟ d͟a͟l͟a͟m͟ m͟e͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟b͟u͟a͟t͟a͟n͟ h͟u͟k͟u͟m͟ l͟͟a͟͟i͟͟n͟͟, t͟e͟r͟m͟a͟s͟u͟k͟ a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ k͟r͟e͟d͟i͟t͟u͟r͟ h͟e͟n͟d͟a͟k͟ m͟e͟n͟g͟e͟k͟s͟e͟k͟u͟s͟i͟ a͟t͟a͟u͟ m͟e͟n͟j͟u͟a͟l͟ b͟e͟n͟d͟a͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟j͟a͟d͟i͟k͟a͟n͟ j͟͟a͟͟m͟͟i͟͟n͟͟a͟͟n͟͟.
Mengenai hak kreditur untuk menjual objek gadai, ketentuannya diatur dalam Pasal 1155 KUH Perdata, sebagai berikut:
- Bila oleh pihak-pihak yang berjanji tidak disepakati lain, maka jika debitur atau p͟e͟m͟b͟e͟r͟i͟ g͟a͟d͟a͟i͟ t͟i͟d͟a͟k͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ k͟͟e͟͟w͟͟a͟͟j͟͟i͟͟b͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟, s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ l͟a͟m͟p͟a͟u͟n͟y͟a͟ j͟a͟n͟g͟k͟a͟ w͟a͟k͟t͟u͟ y͟a͟n͟g͟ d͟͟i͟͟t͟͟e͟͟n͟͟t͟͟u͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, atau setelah dilakukan peringatan untuk pemenuhan perjanjian dalam hal tidak ada ketentuan tentang jangka waktu yang pasti, k͟r͟e͟d͟i͟t͟u͟r͟ b͟e͟r͟h͟a͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟j͟u͟a͟l͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ g͟a͟d͟a͟i͟n͟y͟a͟ d͟i͟ h͟a͟d͟a͟p͟a͟n͟ u͟m͟u͟m͟ m͟e͟n͟u͟r͟u͟t͟ k͟e͟b͟i͟a͟s͟a͟a͟n͟-k͟e͟b͟i͟a͟s͟a͟a͟n͟ s͟e͟t͟e͟m͟p͟a͟t͟ d͟a͟n͟ d͟e͟n͟g͟a͟n͟ p͟e͟r͟s͟y͟a͟r͟a͟t͟a͟n͟ y͟a͟n͟g͟ l͟a͟z͟i͟m͟ b͟͟e͟͟r͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟, dengan tujuan agar jumlah utang itu dengan bunga dan biaya dapat dilunasi dengan hasil penjualan itu. Bila gadai itu terdiri dan barang dagangan atau dan efek-efek yang dapat diperdagangkan dalam bursa, maka penjualannya dapat dilakukan di tempat itu juga, asalkan dengan perantaraan dua orang makelar yang ahli dalam bidang itu.
Berdasarkan ketentuan di atas, k͟r͟e͟d͟i͟t͟u͟r͟ p͟a͟d͟a͟ p͟r͟i͟n͟s͟i͟p͟n͟y͟a͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ h͟a͟k͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟j͟u͟a͟l͟ o͟b͟j͟e͟k͟ g͟a͟d͟a͟i͟ a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ d͟e͟b͟i͟t͟u͟r͟ w͟a͟n͟p͟r͟e͟s͟t͟a͟s͟i͟ a͟t͟a͟u͟ l͟a͟l͟a͟i͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ k͟͟e͟͟w͟͟a͟͟j͟͟i͟͟b͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.
Namun demikian, jika melihat kembali ketentuan tersebut, maka penjualan objek hak gadai juga memperhatikan ketentuan Pasal 1238 KUH Perdata, bahwa debitur dinyatakan lalai dengan surat perintah, atau dengan akta sejenis itu, atau berdasarkan kekuatan dari perikatan sendiri, yaitu bila perikatan mengakibatkan debitur harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan. M͟͟a͟͟k͟͟a͟͟, h͟a͟n͟y͟a͟ j͟i͟k͟a͟ d͟e͟b͟i͟t͟u͟r͟ t͟e͟l͟a͟h͟ d͟i͟n͟y͟a͟t͟a͟k͟a͟n͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ n͟y͟a͟t͟a͟ l͟a͟l͟a͟i͟ m͟e͟m͟e͟n͟u͟h͟i͟ k͟͟e͟͟w͟͟a͟͟j͟͟i͟͟b͟͟a͟͟n͟͟n͟͟y͟͟a͟͟, m͟a͟k͟a͟ b͟a͟r͟u͟l͟a͟h͟ k͟r͟e͟d͟i͟t͟u͟r͟ d͟a͟p͟a͟t͟ m͟e͟n͟j͟u͟a͟l͟ o͟b͟j͟e͟k͟ h͟a͟k͟ g͟a͟d͟a͟i͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟.
Mengacu pada ketentuan dalam Pasal 1155 KUH Perdata itu, a͟d͟a͟ s͟e͟t͟i͟d͟a͟k͟n͟y͟a͟ 2 c͟a͟r͟a͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟g͟e͟k͟s͟e͟k͟u͟s͟i͟ o͟b͟j͟e͟k͟ h͟a͟k͟ g͟͟a͟͟d͟͟a͟͟i͟͟, sebagai berikut.
Pertama, dijual secara tertutup (tidak di muka umum) yang harus dilakukan melalui perantara pengadilan, yaitu permohonan kepada hakim agar benda gadainya dijual dengan cara selain lelang. Hal ini sesuai Alinea Pertama Pasal 1156 KUH Perdata, yang selengkapnya berbunyi:
- Dalam segala hal, bila debitur atau pemberi gadai lalai untuk melakukan kewajibannya, maka kreditur dapat menuntut lewat pengadilan agar barang gadai itu dijual untuk melunasi utangnya beserta bunga dan biayanya, menurut cara yang akan ditentukan oleh Hakim, atau agar hakim mengizinkan barang gadai itu tetap berada pada kreditur untuk menutup suatu jumlah yang akan ditentukan oleh hakim dalam suatu keputusan, sampai sebesar utang beserta bunga dan biayanya.
Dengan catatan, p͟a͟r͟a͟ p͟i͟h͟a͟k͟ m͟e͟m͟a͟n͟g͟ t͟e͟l͟a͟h͟ s͟e͟p͟a͟k͟a͟t͟ b͟a͟h͟w͟a͟ k͟r͟e͟d͟i͟t͟u͟r͟ d͟i͟b͟e͟r͟i͟k͟a͟n͟ k͟e͟w͟e͟n͟a͟n͟g͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟e͟k͟s͟e͟k͟u͟s͟i͟ b͟e͟n͟d͟a͟ j͟a͟m͟i͟n͟a͟n͟ t͟͟e͟͟r͟͟s͟͟e͟͟b͟͟u͟͟t͟͟.
Kedua, penjualan melalui lelang umum. Kreditur dapat meminta bantuan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (“KPKNL”) atau balai lelang untuk menjual objek gadai sebagai bentuk penjualan di muka umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1155 KUH Perdata.
Apabila para pihak telah menyepakati bahwa kreditur diberikan hak untuk mengeksekusi tanpa perantaraan pengadilan, k͟r͟e͟d͟i͟t͟u͟r͟ d͟a͟p͟a͟t͟ l͟a͟n͟g͟s͟u͟n͟g͟ m͟e͟m͟i͟n͟t͟a͟ b͟a͟n͟t͟u͟a͟n͟ K͟P͟K͟N͟L͟ a͟t͟a͟u͟ b͟a͟l͟a͟i͟ l͟e͟l͟a͟n͟g͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟j͟u͟a͟l͟ o͟b͟j͟e͟k͟ h͟a͟k͟ g͟͟a͟͟d͟͟a͟͟i͟͟.
Saat ini, pelaksanaan lelang juga dapat dilakukan secara elektronik (online) yang ketentuan selengkapnya diatur dalam Permenkeu 122/2023.
Tindak Pidana Penggelapan
Menjawab inti pertanyaan Anda, menurut Pasal 486 UU 1/2023 tentang KUHP baru yang telah berlaku sejak tanggal 2 Januari 2026,[¹] menyebutkan bahwa:
- Setiap Orang yang secara melawan hukum memiliki suatu Barang yang sebagian atau seluruhnya milik orang lain, yang ada dalam kekuasaannya bukan karena Tindak Pidana, dipidana karena penggelapan, dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun atau pidana denda paling banyak kategori IV, yaitu Rp200 juta.[²]
P͟a͟d͟a͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ p͟͟e͟͟n͟͟g͟͟g͟͟e͟͟l͟͟a͟͟p͟͟a͟͟n͟͟, b͟a͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟s͟a͟n͟g͟k͟u͟t͟a͟n͟ s͟u͟d͟a͟h͟ d͟͟i͟͟k͟͟u͟͟a͟͟s͟͟a͟͟i͟͟ s͟e͟c͟a͟r͟a͟ n͟y͟a͟t͟a͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟l͟a͟k͟u͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟. Hal ini berbeda dengan pencurian yang barangnya belum berada di tangan pelaku tindak pidana. Adapun, n͟i͟a͟t͟ m͟e͟m͟i͟l͟i͟k͟i͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ d͟a͟l͟a͟m͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟i͟d͟a͟n͟a͟ p͟e͟n͟g͟g͟e͟l͟a͟p͟a͟n͟ b͟a͟r͟u͟ a͟d͟a͟ s͟e͟t͟e͟l͟a͟h͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ b͟e͟r͟s͟a͟n͟g͟k͟u͟t͟a͟n͟ b͟e͟b͟e͟r͟a͟p͟a͟ w͟a͟k͟t͟u͟ s͟͟u͟͟d͟͟a͟͟h͟͟ b͟e͟r͟a͟d͟a͟ d͟i͟ t͟a͟n͟g͟a͟n͟ p͟͟e͟͟l͟͟a͟͟k͟͟u͟͟. Selain itu, p͟e͟l͟a͟k͟u͟ p͟e͟n͟g͟g͟e͟l͟a͟p͟a͟n͟ m͟e͟n͟g͟u͟a͟s͟a͟i͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ b͟u͟k͟a͟n͟ k͟a͟r͟e͟n͟a͟ t͟i͟n͟d͟a͟k͟ p͟͟i͟͟d͟͟a͟͟n͟͟a͟͟, m͟i͟s͟a͟l͟n͟y͟a͟ i͟a͟ m͟e͟n͟g͟u͟a͟s͟a͟i͟ b͟a͟r͟a͟n͟g͟ j͟a͟m͟i͟n͟a͟n͟ u͟t͟a͟n͟g͟ n͟a͟m͟u͟n͟ d͟i͟j͟u͟a͟l͟ t͟a͟n͟p͟a͟ i͟z͟i͟n͟ p͟͟e͟͟m͟͟i͟͟l͟͟i͟͟k͟͟n͟͟y͟͟a͟͟.[³]
Berdasarkan uraian tersebut, sepanjang eksekusi terhadap objek gadai dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum dan prosedur eksekusi yang berlaku, maka pasal penggelapan tidak dapat dikenakan kepada perusahaan Anda. Hal ini karena pengalihan objek hak gadai itu dilakukan dengan alas hak dan sudah menjadi kewenangan perusahaan selaku kreditur yang dijamin oleh hukum.
Apabila eksekusi dilakukan melalui perantaraan hakim (pengadilan) dan permohonannya dikabulkan, maka akan ada penetapan dari hakim untuk mengeksekusi benda jaminan secara tertutup (penjualan langsung). Sementara itu, a͟p͟a͟b͟i͟l͟a͟ p͟e͟n͟j͟u͟a͟l͟a͟n͟ d͟i͟l͟a͟k͟u͟k͟a͟n͟ m͟e͟l͟a͟l͟u͟i͟ K͟P͟K͟N͟L͟ a͟t͟a͟u͟ b͟a͟l͟a͟i͟ l͟͟e͟͟l͟͟a͟͟n͟͟g͟͟, m͟a͟k͟a͟ a͟k͟a͟n͟ k͟e͟l͟u͟a͟r͟ r͟i͟s͟a͟l͟a͟h͟ l͟͟e͟͟l͟͟a͟͟n͟͟g͟͟.
R͟i͟s͟a͟l͟a͟h͟ l͟e͟l͟a͟n͟g͟ a͟d͟a͟l͟a͟h͟ b͟e͟r͟i͟t͟a͟ a͟c͟a͟r͟a͟ p͟e͟l͟a͟k͟s͟a͟n͟a͟a͟n͟ l͟e͟l͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ d͟i͟b͟u͟a͟t͟ o͟l͟e͟h͟ p͟e͟j͟a͟b͟a͟t͟ l͟e͟l͟a͟n͟g͟ y͟a͟n͟g͟ m͟e͟r͟u͟p͟a͟k͟a͟n͟ a͟k͟t͟a͟ a͟u͟t͟e͟n͟t͟i͟k͟ d͟a͟n͟ m͟e͟m͟p͟u͟n͟y͟a͟i͟ k͟e͟k͟u͟a͟t͟a͟n͟ p͟e͟m͟b͟u͟k͟t͟i͟a͟n͟ s͟͟e͟͟m͟͟p͟͟u͟͟r͟͟n͟͟a͟͟, s͟e͟b͟a͟g͟a͟i͟ d͟a͟s͟a͟r͟ p͟e͟n͟g͟a͟l͟i͟h͟a͟n͟ h͟a͟k͟ k͟͟e͟͟b͟͟e͟͟n͟͟d͟͟a͟͟a͟͟n͟͟.[⁴]
Meskipun demikian, sebelum menjual sepeda motor tersebut, sebaiknya perusahaan Anda terlebih dahulu memberitahukan dan mengomunikasikan rencana penjualan kepada debitur selaku pemilik kendaraan. L͟a͟n͟g͟k͟a͟h͟ i͟n͟i͟ p͟e͟n͟t͟i͟n͟g͟ u͟n͟t͟u͟k͟ m͟e͟n͟g͟h͟i͟n͟d͟a͟r͟i͟ p͟o͟t͟e͟n͟s͟i͟ s͟e͟n͟g͟k͟e͟t͟a͟ a͟t͟a͟u͟ k͟e͟b͟e͟r͟a͟t͟a͟n͟ d͟a͟r͟i͟ d͟e͟b͟i͟t͟u͟r͟ d͟i͟ k͟e͟m͟u͟d͟i͟a͟n͟ h͟͟a͟͟r͟͟i͟͟.
Selain itu, mengingat harga jual pasar dari motor belum dapat menutup utang, sebaiknya Anda terlebih dahulu bertemu debitur untuk membahas perihal pelunasan sisa utang dan membuat kesepakatan baru mengenai hal itu.
Demikian jawaban kami, semoga bermanfaat dan dapat dijadikan pembelajaran untuk kita semua terlebih untuk penanya dan Paralegal ubklawyers pada khususnya.
D͟a͟s͟a͟r͟ H͟u͟k͟u͟m͟:
- Kitab Undang-Undang Hukum Perdata;
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana;
- Peraturan Menteri Keuangan Nomor 122 Tahun 2023 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang.
Artikel ini adalah pemutakhiran kedua dari artikel dengan judul Jaminan Hutang, yang dibuat oleh Bung Pokrol dan pertama kali dipublikasikan pada 6 Mei 2008, yang dimutakhirkan pertama kali oleh Sigar Aji Poerana, S.H. pada 26 Maret 2020. Dipublikasikan kedua oleh “..Hukumonline.com..” dengan judul Dua Opsi untuk Mengeksekusi Objek Hak Gadai, pada tanggal 15 Juni 2026. Dan diteruskan oleh ubklawyers pada tanggal 29 Juni 2026M/14 Muharam 1448H.
Seluruh Informasi Hukum yang ada di LBH-UMAR BIN KHATTAB disiapkan semata-mata untuk t͟͟͟u͟͟͟j͟͟͟u͟͟͟a͟͟͟n͟͟͟ p͟͟e͟͟n͟͟d͟͟i͟͟d͟͟i͟͟k͟͟a͟͟n͟͟, p͟e͟m͟b͟e͟l͟a͟j͟a͟r͟a͟n͟ dan b͟e͟r͟s͟i͟f͟a͟t͟ u͟m͟u͟m͟. Untuk mendapatkan nasihat hukum spesifik terhadap kasus Anda, konsultasikan langsung dengan Pengacara, Konsultan Hukum dan/atau Paralegal UBK LAWYERS.
Sedang menghadapi permasalahan hukum? A͟j͟u͟k͟a͟n͟ p͟e͟r͟t͟a͟n͟y͟a͟a͟n͟ melalui email, telepon atau chat.👇🏼
Email:
ubklawyer@gmail.com
Telepon/Chat:
089666552118
Berkenan G͟a͟b͟u͟n͟g͟ G͟r͟o͟u͟p͟, untuk jadi bagian Keluarga Besar UBK LAWYERS. Klik link dibawah.👇🏼
I͟K͟U͟T͟I͟ W͟h͟a͟t͟s͟A͟p͟p͟ C͟h͟a͟n͟n͟e͟l͟ LBH-UMAR BIN KHATTAB. Untuk memperkaya Riset Hukum Anda, klik link dibawah.👇🏼
🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸🇮🇩🇵🇸
#cerdashukum
#studylawtogether
#ubklawyers

