INDRAMAYU -Almarhum Ali Syahroni meninggal lantaran sakit pada Selasa (10/6/2025). Ia tercatat dalam rombongan Kloter 4 KJT asal Desa Tanjungsari Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu.
Ketua Kloter 4 KJT, Mohder menjelaskan, kondisi kesehatan almarhum sempat naik turun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir di samping sang istri di kamar hotel.
“Almarhum ini sudah punya penyakit bawaan sejak dari Indonesia, punya riwayat jantung, paru-paru, sesak napas,” ujar Mohder, Rabu (11/6/2025).
Dikatakannya, almarhum dikenal para petugas haji sebagai salah satu jemaah yang punya keinginan kuat menjalani setiap rangkaian ibadah haji. Walaupun kondisi kesehatannya sakit-sakitan, almarhum selalu memaksa ingin pergi ke masjid melaksanakan salat arbain. Jarang ada petugas haji sampai harus melarang almarhum ke masjid dikarenakan khawatir dengan kondisi kesehatannya.
“Mohon maaf, almarhum sering kita nasehati, kami minta beliau untuk melakukan salat di kamarnya saja. Tapi yang bersangkutan bersikeras memaksa, itu waktu sedang di Madinah,” ungkapnya.
Di sisi lain, disampaikan Mohder, kondisi kesehatan almarhum diketahui sudah mulai terganggu sejak tiba di tanah suci. Puncaknya, saat sampai di Mekkah, almarhum mengalami sesak napas hebat dan harus dirawat di rumah sakit.
“Dirawat di rumah sakit dari tanggal 30 Mei sampai dengan 8 Juni,” katanya.
Mohder menceritakan, pada tanggal 9 Juni, kesehatan almarhum sempat membaik dan diperbolehkan pulang di penginapan oleh dokter. Atas saran dari dokter, kala itu saya menjemput langsung almarhum dan ketika tiba di hotel langsung di antar ke kamar.
Di kamar hotel, petugas dari kesehatan juga rutin mengecek kesehatan almarhum mengingat kondisi kesehatannya belum pulih total. Petugas juga memberi kelonggaran kepada istrinya agar bisa satu kamar dan merawat almarhum.
“Hanya saja pada 10 Juni, saat disuapin istrinya, almarhum sesak napas lagi dan tidak lama almarhum menghembuskan napas terakhir.” ujarnya. (Taryam)

