INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — Masjid Jami’ Al-Fataa Perumahan Balongan Asri 1 di lingkungan RW 06 Desa Tegalurung Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu-Jawa Barat, menggelar Salat Raya Idul Fitri 1447 H, Sabtu (21/3/2026).
Petugas Salat Idul Fitri 1447 H. Imam: Ali Al-Aridhi.
Khotib: Bangga Mahesa.
Bilal: Rakha Haikal.
Mereka adalah anak remaja warga Perumahan Balongan Asri 1. Salah satu putra terbaik yang mengenyam pendidikan di Ponpes juga ada yang Hafidz Quran.
Ini Penggalan Isi Khotib Salat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, di Masjid Jami’ Al-Fataa Desa Tegalurung
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil ḥamd. Allahu Akbar Kabira, walḥamdu Lillahi Katsira, wa Subhanallahi bukratan wa Asila…..
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat jamaah Masjid Jami Al-Fataa Rahimakumullah…
Menjadi sebuah keniscayaan bagi kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah swt yang telah menganugerahkan nikmat yang tak terkira, di antaranya nikmat umur panjang, kesehatan, dan masih diberi kesempatan pada kita semua, sehingga kita bisa menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan dan berjumpa dengan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, hari yang mulia.
“Hari Raya Idul Fitri yang saat ini sedang kita rayakan bukanlah sekedar perayaan belaka. Idul Fitri merupakan momentum kebersamaan dan saling memaafkan diantara kita. Disamping itu Hari Raya Idul Fitri sebagai refleksi/ renungan bagi kita, hal itu menjadi penanda apakah Ramadhan benar-benar berhasil mendidik spritualitas kita atau berlalu begitu saja tanpa ada bekasnya untuk peningkatan ketakwaan kepada Allah swt yakni menjalakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya”, ungkap khatib.
Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat jamaah Masjid Jami’ Al-Fataa Rahimakumullah
Di pagi yang penuh cahaya ini, ratusan warga Perumahan Balongan Asri 1 dan sekitarnya memadati seluruh sudut ruangan Masjid ketika takbir menggema menembus langit dan ketika hati bergetar antara haru dan bahagia, kita berdiri sebagai hamba-hamba yang baru saja menempuh perjalanan panjang melaksanakan ibada puasa Ramadan satu bulan penuh.
Hari ini bukan sekadar hari raya Idul Fitri, tetapi hari kesadaran, ketika manusia diingatkan kembali tentang siapa dirinya, ke mana ia akan kembali, dan untuk apa ia hidup di dunia ini.
Idul Fitri adalah momentum kembali kepada fitrah. Namun fitrah itu bukan sekadar kondisi tanpa dosa, melainkan keadaan jiwa yang jernih, hati yang lembut, dan akal yang lurus dalam memandang kehidupan.
Ramadhan telah mendidik kita bukan hanya untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi untuk mengendalikan ego, menata perilaku, dan menyucikan hati dari segala penyakit yang menggerogoti nilai kemanusiaan.
Allah SWT. Telah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183).
Khotib menjelaskan,
ayat ini menegaskan bahwa tujuan akhir dari Ramadhan adalah taqwa, sebuah kesadaran spiritual yang hidup dalam setiap gerak kehidupan. Taqwa bukan hanya hadir di masjid Al-Fataa, tetapi juga dalam pekerjaan, dalam tanggung jawab, dalam setiap amanah yang kita emban sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa.
Rasulullah SAW. bersabda: “Barang siapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan penuh pengharapan, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ampunan ini bukan sekadar penghapusan dosa, tetapi juga pembaruan jiwa. Seakan-akan manusia dilahirkan kembali dengan hati yang lebih bersih, dengan tekad yang lebih kuat untuk hidup jujur, amanah, dan bertanggung jawab.
Inilah titik awal peningkatan iman dan taqwa yang harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, ucap khotib.
Ma’asyiral Muslimin Wal Muslimat jamaah Masjid Jami’ Al-Fataa Rahimakumullah…
Jika iman adalah fondasi, dan taqwa adalah penjaga, maka profesionalisme adalah manifestasi nyata dari keduanya. Islam tidak memisahkan antara ibadah dan kerja. Setiap aktivitas yang dilakukan dengan niat yang benar dan cara yang benar adalah bagian dari ibadah.
Rasulullah SAW. bersabda:
“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia menyempurnakannya.”
Profesionalisme dalam Islam bukan hanya soal keterampilan, tetapi soal integritas, tanggung jawab, dan kesungguhan dalam menjalankan amanah. Ia adalah cerminan iman yang hidup, dan buah dari taqwa yang tertanam kuat dalam jiwa.
Umar bin Khattab RA. berkata:
“Taqwa adalah engkau beramal dalam ketaatan kepada Allah dengan cahaya dari Allah, berharap pahala-Nya, dan meninggalkan maksiat dengan cahaya dari Allah, berharap pahala-Nya, dan meninggalkan maksiat dengan cahaya dari Allah karena takut akan siksa-Nya”.
Diketahui, Tokmas yang salat Raya Idul Fitri 1447 H, di Masjid Jami’ Al-Fataa diantaranya, Ketua MUI Desa Tegalurung, Ustadz Nur Muhammad Hafid, Ketua DKM, Ustadz Khosi’in dan petugas penyuluh agama dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Balongan diantaranya, Ustdz Bachrul Ulum Elza, Ustad Wastokim, Ustadz Syukron serta lainnya. (Taryam)
Editor: Abdul Gani

