INDRAMAYU, (lintaspanturaindonesia.com) — Ketua DKM, Utadz Khosi’in selaku Imam salat taraweh 20 rakaat dan ditutup salat witir 3 rakaat di Masjid Jami’ Al-Fataa Perumahan Balongan Asri 1 RT 23-24 RW 06 Desa Tegalurung Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu – Jawa Barat, malam ke-17 dihadiri muspika Kecamatan Balongan, Jumat (6/3/2026) berjalan khidmat.
Hadir dalam giat tersebut, Kuwu Desa Tegalurung, Abdullah beserta aparatur desa, Camat Balongan, Ade Sukma Wibowo beserta stafnya, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Balongan, H.Nurudin, S.Ag., M.H.I, Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Desa Tegalurung, Ust. Nur Muhammad Hafid, Ketua RW O6, Bagoes Sapa Yudha, Ketua DKM Al-Fataa, Ust. Khosi’in dan puluhan jamaah bapak-ibu.
Seusai salat witir, Ketua DKM Al-Fataa mengucapkan terimakasih atas kehadiran tim dari muspika Kecamatan Balongan dalam rangka salat taraweh keliling (tarling) bertempat di masjid Jami Al-Fataa. Untuk itu mohon maaf bila tempat salat taraweh di masjid ini kurang nyaman karena masih tahap pembangunan, ucapnya. Kuwu Abdullah menambahkan bahwa di Desa Tegalurung ada dua (2) masjid, pertama Majid Besar Al-Muawanah dan Masjid Jami’ Al-Fataa. Mengapa demikian kata Kuwu Abdullah, Masjid Al-Fataa ini wakaf dari pihak pengembang dan sudah terdaftar di Kantor Kementrian Agama RI melalui Kemenag Kabupaten Indramayu.
“Masjid Jami Al-Fataa ini sudah direnovasi total dan sudah milik asset pemerintah Kabupaten Indramayu”, ungkapnya.
Sementara Camat Balongan, Ade Sukma Wibowo menjelaskan, kegiatan taraweh keliling ini merupakan salah satu Visi “Indramayu REANG” (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong) adalah visi Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Wakil Bupati H Syaepudin.
“Bupati Lucky Hakim menyampaikan pesan bagi masyarakat Indramayu yang beragama Islam luangkan waktumu untuk mengaji Al-Quran, berinfaq, sodaqoh dan berzakatlah sesuai ketentuan syariat Islam”, ucap Camat.
Acara ini ditutup dengan doa dipimpin oleh Ketua MUI Desa Tegalurung, Ust. Nur Muhammad Hafid. Dilanjutkan dengan ceramah agama (kultum) oleh Kepala KUA Kecamatan Balongan, H Nurudin, S.Ag., MHI.
Nurudin mengurai, Ramadhan adalah bulan yang mulia sebagai sarana untuk mendidik manusia menapaki jalan ketaqwaan sebagamana tujuan diwajibkannya puasa adalah untuk menjadi manusia yang bertakwa. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa dan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (Al Baqarah: 183).
Pada surah itu disebutkan bahwa tujuan akhir puasa adalah bertaqwa. Maka barometer kesuksesan kita berpuasa adalah taqwa.
Taqwa artinya mematuhi perintah-Nya dan larangan-Nya. Orang yang bertaqwa akan senantiasa berpikir apakah yang dilakukannya itu halal atau haram, hak atau bathil ?
Jika setelah puasa rasa takut kita tidak bertambah, bisa jadi puasa kita hanya menahan lapar dan haus. tidak ada kekhusyuan.
“Siapa yang bertaqwa kepada Allah, baginya jalan dari kesulitan. Dan rejeki dari arah yang tak disangka-saka.” katanya.
Nurudin menjelaskan, “beberapa ciri dan tanda-tanda orang yang bertaqwa, sebagaimana pada ayat Al-quran (QS.3 : 132-134) disebutkan;
- Senantiasa menginfakkan hartanya baik diwaktu lapang maupun diwaktu sempit
- Senantiasa menahan amarahnya.
- Memaafkan kesalahan orang lain
- Senantiasa berbuat kebajikan
- Disaat mereka terjatuh dalam perbuatan keji dan menganiaya diri sendiri, mereka segera bertaubat
- Dan tidak melanjutkan perbuatan kejinya dan berada pada amalan kebaikan”.
“Kita mengharapkan syafaat Rasulullah dengan memperbanyak membaca salawat nabi Muhammad SAW, sebagaimana Allah dan para malaikat bersalawat kepada Rasulullah. Untuk itu kita wajib saling menasehati dalam kebenaran dan menasehati dalam kesabaran,”
Kultum singkat ini, semoga bermanfaat untuk bahan introspeksi diri kita semua dan sejauh mana tingkat ketaqwaannya, ujar Nurudin. (Taryam)
Editor: Abdul Gani
