INDRAMAYU, 23 Maret 2026 (lintaspanturaindonesia.com) — Assalamualaikum,
Allahu Akbar ..Allahu Akbar…Allahu Akbar …lā ilāha illā Allāh, wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd….
Bismillah Tawakkaltu’alallah laahawla walla khuwwata illahbillah
‐———————————
LULUSAN RAMADHAN
Setiap awal pasti ada akhir. Begitu pula dengan Ramadhan, bulan penuh keberkahan yang kini perlahan meninggalkan kita.
Selama sebulan penuh, kita merasakan suasana yang berbeda, dimana ummat ini dimudahkan banyak beramal sholih, karena pintu-pintu surga terbuka, dosa-dosa diampuni, dan pahala dilipatgandakan berkali-kali lipat.
Namun, waktu terus berjalan. Ramadhan yang datang membawa keberkahan, kini bersiap untuk pergi.
Bulan Ramadhan bukan hanya ditunggu kedatangannya, tetapi juga diratapi kepergiannya.
Tetapi sudah menjadi rumus dunia bahwa ada pertemuan ada perpisahan, ada siang ada malam, dan ada awal ada akhir.
Yang penting semoga setelah dididik dalam madrasah ramadhan semua lulus menjadi pribadi yang bertaqwa.
Sebagaimana tujuan diperintahkannya puasa..
لعلكم تتقون
agar kalian menjadi orang yang bertaqwa (QS Al Baqoroh 183)
Secara garis besar tanda kelulusan dari madrasah ramadhan sbb :
Pertama, mempunyai perasaan “TASLIM” patuh, tunduk atas setiap perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sebab perasaan patuh, tunduk adalah inti tujuan ibadah. Allah berfirman,
قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدى وَأُمِرْنا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعالَمِينَ
…Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya); dan kita diperintahkan agar patuh berserah diri kepada Tuhan seluruh alam, (QS. al-An’am: 71)
Kedua, menjadi pribadi “MUHSIN”, terus istiqomah menjadi orang baik, yang menjadi ciri utama orang bertaqwa yang dijanjikan ampunan, surga dan dicintai Allah SWT.
Orang baik “muhsin” digambarkan secara rinci dalam firman-Nya;
{ ٱلَّذِینَ یُنفِقُونَ فِی ٱلسَّرَّاۤءِ وَٱلضَّرَّاۤءِ وَٱلۡكَـٰظِمِینَ ٱلۡغَیۡظَ وَٱلۡعَافِینَ عَنِ ٱلنَّاسِۗ وَٱللَّهُ یُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِینَ (134) وَٱلَّذِینَ إِذَا فَعَلُوا۟ فَـٰحِشَةً أَوۡ ظَلَمُوۤا۟ أَنفُسَهُمۡ ذَكَرُوا۟ ٱللَّهَ فَٱسۡتَغۡفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمۡ وَمَن یَغۡفِرُ ٱلذُّنُوبَ إِلَّا ٱللَّهُ وَلَمۡ یُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمۡ یَعۡلَمُونَ (135)
(Yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.
Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan kejiatau menzalimi diri sendiri, (segera) mengingat Allah, lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya, dan siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan dosa itu, sedang mereka mengetahui. [QS. Ali ‘Imran: 134-135]
- dermawan
- tidak pemarah
- pemaaf
- belajar dari kesalahan untuk menjadi lebih baik
Ketiga, menjadi pribadi yang “TAZAKKA” berusaha membersihkan hati dari sombong, ujub (merasa paling), iri dengki, riya’ (caper).
{ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ }
Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (hati).
[QS. Al-A’la: 14]
✎ᝰ.
———-••♛♛♛••———-
☀️Selamat Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1447. Mohon Maaf Lahir & Bathin. Selamat Hari Raya Ke 3 Idul Fitri 1447H. (23 Maret 2026)
Mohon maaf Lahir dan Batin 🙏🏼🙏🏼
Taqabbalallahu minna wa minkum,
taqabbal ya Karim.
Ja‘alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin.
Semoga slalu dalam kebaikan dan keberkahan, serta di jauhkan dari segala keburukan buat semuanya…
Aamiin ya robbal Aalamiin🤲
Wassalam🙏
Penulis: H Sulaeman bin Daud/Yatno

