INDRAMAYU (lintaspanturaindonesia.com) — Masjid Jami’ Al-Fataa Perumahan Balongan Asri 1 RT 23-24 RW 06 Desa Tegalurung Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu Jawa Barat, usai melaksanakan salat Taraweh 20 rakaat dan ditutup salat Witir 3 rakat di malam pertama bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah, Rabu malam (18/2/2026).
Ketua DKM, Ustadz Khosi’in juga selaku Imam salat Taraweh malam pertama menyampaikan pada jamah sebelum pelaksanaan salat Taraweh. Dikatakannya, berdasarkan keputusan resmi pemerintah hasil sidang Isbat tanggal 1 Rmadan 1447 Hijriyah jatuh pada tanggal 19 Februari 2026. Atas dasar itu Masjid Jami’ Al-Fataa menggelar salat “Taraweh 20 rakaat ditutup salat Witir 3 rakat”, ungkapnya.
Alhamdulillah kita semua masih diberi kesempatan oleh Allah dapat melaksanakan salat Taraweh dan salat witir malam pertama di bulah Ramadan 1447 Hijriyah dan di pagi harinya kita menjalankan puasa 1 bulan penuh.
“Salat Taraweh dan Witir menjadi ibadah sunah yang sangat dianjurkan selama bulan Ramadan”, katanya.
Tak terasa Ramadhan telah tiba, kedatangan bulan yang mulia ini, umat Islam yang beriman diwajibkan menjalankan ibadah puasa, di bulan yang suci, bulan yang penuh rahmah, berkah dan maghfiroh.
Semoga kita telah siap untuk menyambutnya dengan senang gembira ria dan ihlas. Insyaa Allah dengan niat menyambut Ramadhan, Allah akan siapkan dan Allah akan cukupkan, agar kita dapat khusu’ tenang dan optimal menjalankan puasa sebulan penuh, untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.
Semoga kita merasa bergembira kedatangannya (Ramadhan).
“Barang siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka. Semoga kita termasuk ke dalam golongan tersebut”, ungkapnya.
Ditempat yang sama Kuwu Desa Tegalurung, Abdullah mengucapkan selamat bergembira dan bersuka cita datangnya bulan Ramadan 1447 H, bulan yang penuh berkah dan bulan dibukanya pintu-pintu kebaikan. Diantara malamnya ada sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan.
“Mari kita isi hari-hari Ramadan dengan beribu-ribu kebaikan”, tutupnya. (Taryam)
Editor: Abdul Gani
